PT MRT Jakarta (Perseroda) secara resmi mulai memberlakukan sistem pembayaran melalui perangkat reader JakLingko pada Senin, 12 Oktober 2026. Kebijakan teranyar ini diterapkan di seluruh stasiun lintasan fase 1 untuk memberikan kemudahan transaksi bagi para pengguna jasa angkutan umum massal.
Melalui pemberlakuan sistem ini, para pengguna moda transportasi MRT Jakarta yang memanfaatkan berbagai jenis kartu uang elektronik kini dapat melakukan proses tap-in serta tap-out secara langsung di gerbang penumpang. Langkah strategis tersebut menjadi wujud komitmen pengelola dalam memperkuat integrasi pembayaran serta kemudahan layanan angkutan umum terpadu di wilayah DKI Jakarta.
Penerapan Reader Dan Fasilitas Terminal Di 13 Stasiun
Infrastruktur pembayaran JakLingko telah terpasang dan siap beroperasi di seluruh 13 stasiun MRT Jakarta fase 1 yang membentang dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI). Penerapan sistem ini didukung penuh oleh ketersediaan 186 unit reader JakLingko yang ditempatkan di gerbang-gerbang penumpang pada stasiun terkait.
Guna menunjang kelancaran transaksi, pengelola juga menyiagakan 60 unit Balance Check Terminal (BCT) yang tersebar di seluruh stasiun. Fasilitas terminal ini berfungsi untuk membantu para penumpang melakukan pengecekan besaran saldo serta memeriksa status kelayakan kartu uang elektronik sebelum melintasi gerbang transaksi.
Berikut merupakan daftar lengkap 13 stasiun MRT Jakarta yang telah resmi mendukung dan dilengkapi dengan perangkat reader JakLingko:
- Stasiun Lebak Bulus BSI
- Stasiun Fatmawati Indomaret
- Stasiun Cipete Raya
- Stasiun Haji Nawi
- Stasiun Blok A
- Stasiun Blok M BCA
- Stasiun ASEAN
- Stasiun Senayan Mastercard
- Stasiun Istora Mandiri
- Stasiun Bendungan Hilir
- Stasiun Setiabudi Astra
- Stasiun Dukuh Atas BNI
- Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta
Enam Kartu Uang Elektronik Dan Prosedur Transaksi
Penerapan reader JakLingko di gerbang penumpang MRT Jakarta mendukung penggunaan enam jenis kartu uang elektronik dari berbagai bank penerbit dan operator transportasi. Jenis kartu yang dapat digunakan mencakup Mandiri e-money, TapCash BNI, BRIZZI BRI, Flazz BCA, JakCard Bank Jakarta, serta Kartu Multitrip (KMT) KAI Commuter Line.
Para penumpang yang memegang salah satu dari enam jenis kartu tersebut dapat langsung memfungsikannya dengan menempelkan kartu pada perangkat reader JakLingko saat memasuki stasiun. Setelah menyelesaikan perjalanan dan tiba di stasiun tujuan, penumpang diwajibkan melakukan tap-out menggunakan jenis kartu yang sama.
Prosedur penggunaan kartu yang konsisten antara gerbang masuk dan gerbang keluar sangat krusial untuk memastikan seluruh data perjalanan tercatat secara akurat oleh sistem. Selain itu, para pengguna diimbau untuk selalu memastikan kecukupan nominal saldo kartu sebelum melakukan transaksi perjalanan guna mencegah terjadinya kendala di gerbang stasiun.
Meskipun perangkat reader JakLingko telah beroperasi, ketentuan berbeda tetap diberlakukan bagi jenis tiket tertentu. Bagi penumpang yang memilih menggunakan kartu single trip MRT Jakarta, proses tap-in dan tap-out wajib dilakukan melalui gerbang khusus MRT Jakarta. Sementara itu, pengguna kartu kredit atau kartu nirsentuh berteknologi EMV contactless tetap diharuskan bertransaksi melalui perangkat reader EMV. Oleh sebab itu, ketelitian penumpang dalam memilih gerbang sesuai metode pembayaran yang digunakan sangat diperlukan.
Skema Dan Ketentuan Tarif Integrasi Lintas Moda
Kehadiran reader JakLingko di gerbang MRT Jakarta secara langsung mendukung kemudahan skema tarif integrasi antarmoda angkutan umum. Kebijakan ini mengacu pada Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 773 Tahun 2022 mengenai Besaran Tarif Layanan Angkutan Umum Massal.
Berdasarkan regulasi tersebut, penumpang yang mengombinasikan rute perjalanan menggunakan MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan bus rapid transit (BRT) Transjakarta berhak mendapatkan tarif integrasi maksimal senilai Rp 10.000. Besaran tarif khusus ini berlaku dalam kurun waktu maksimal tiga jam sejak melakukan tap-out pertama hingga transaksi tap-out terakhir pada moda transportasi lanjutan.
Untuk menikmati kemudahan tarif integrasi ini, penumpang diwajibkan berpindah moda serta menggunakan kartu uang elektronik yang sama sepanjang rangkaian perjalanan. Penumpang yang hanya menggunakan satu moda perjalanan MRT Jakarta akan dikenakan tarif reguler sesuai ketentuan yang berlaku.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo menegaskan bahwa penyempurnaan sistem pembayaran ini dirancang untuk mempermudah mobilisasi warga.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin mudah, nyaman, dan tanpa hambatan, khususnya bagi pelanggan yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi publik,” kata Rendy.
Ia menguraikan bahwa integrasi pembayaran melalui sistem JakLingko tidak hanya memberikan efisiensi biaya, tetapi juga mempercepat durasi transaksi di gerbang stasiun.
“Selain kemudahan tarif, integrasi sistem pembayaran melalui JakLingko diharapkan dapat memberikan proses transaksi yang lebih cepat dan meminimalkan potensi kendala saat tapping, sehingga mendukung pengalaman perjalanan pelanggan yang lebih nyaman,” ujar Rendy.
Rekor Penggunaan Gate Dan Pemanfaatan Tarif Integrasi
Langkah optimalisasi sistem pembayaran ini didasari oleh tingginya angka pemanfaatan gerbang JakLingko oleh pengguna MRT Jakarta. Berdasarkan catatan resmi PT MRT Jakarta (Perseroda), volume penggunaan Gate JakLingko menembus angka 40,86 juta perjalanan pelanggan selama kurun waktu Januari 2025 hingga Agustus 2026.
Jumlah tersebut merepresentasikan porsi sebesar 51,10% dari total keseluruhan perjalanan pelanggan MRT Jakarta pada rentang periode yang sama. Angka ini membuktikan bahwa mayoritas pengguna jasa MRT Jakarta telah terbiasa memanfaatkan infrastruktur pembayaran terpadu JakLingko.
Dari keseluruhan perjalanan tersebut, sebanyak 5,82 juta perjalanan atau sekitar 7,28% tercatat memanfaatkan fasilitas tarif integrasi lintas moda. Capaian data ini mencerminkan tren positif masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya dalam mengombinasikan rute angkutan umum massal untuk menunjang mobilitas harian mereka.
Penerapan penuh sistem pembayaran melalui reader JakLingko di 13 stasiun MRT Jakarta mulai Senin, 12 Oktober 2026 diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem transportasi publik yang terintegrasi, efisien, dan praktis bagi seluruh lapisan masyarakat.