Gus Ipul Ajak Masyarakat Jadi Agen Perlinsos, Daftar Bansos Gratis

Kemensos memperluas Agen Perlinsos lewat Gerakan Peduli Tetangga. Simak peran relawan dan kemudahan daftar bantuan sosial bagi masyarakat rentan.

Kementerian Sosial Republik Indonesia terus mengakselerasi pemutakhiran data penerima bantuan sosial di seluruh wilayah tanah air. Langkah strategis ini ditempuh dengan memperluas keterlibatan masyarakat luas melalui skema perbanyakan relawan lapangan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengimbau seluruh jajaran Dinas Sosial daerah untuk menyukseskan Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Skema ini dirancang guna mempermudah proses pendataan serta pemutakhiran data warga yang membutuhkan bantuan secara lebih presisi.

Gerakan Peduli Tetangga, Bansos Tepat Sasaran

Lewat gerakan berbasis komunitas ini, para relawan bertugas mendampingi warga di lingkungan terdekat. Proses pendaftaran hingga pemutakhiran data dilakukan agarPenyaluran bansos tepat sasaran sesuai kriteria.

Gus Ipul menyampaikan pesan ini saat memimpin rapat virtual bersama ratusan perwakilan Dinas Sosial dari Kantor Kemensos, Jakarta Pusat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa demi menyukseskan program digitalisasi.

“Saya ingin ini menjadi salah satu hal yang kita kerjakan secara bersama-sama,” kata Gus Ipul.

Penerapan digitalisasi sistem bansos ini ditargetkan mampu berjalan optimal secara nasional pada tahun 2027 mendatang. Sistem terpadu tersebut diharapkan mampu memangkas kendala pendataan sosial yang selama ini kerap dijumpai di lapangan.

Integrasi Data Berbasis AI

Tantangan utama pendataan nasional saat ini terletak pada pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dalam jangka waktu dua tahun terakhir, capaian pemutakhiran data tersebut baru menyentuh angka sekitar 33 persen.

Menanggapi kendala itu, kehadiran Agen Perlinsos difungsikan untuk mempercepat pembaharuan informasi secara berkala. Sistem baru ini telah mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang terkoneksi langsung dengan basis data pemerintah.

“Sistem digitalisasi bansos ini, terhubung dengan semua data yang ada, (sehingga) mampu merekam lebih tajam, lebih presisi data-data yang dibutuhkan dan kita jadikan pedoman untuk melakukan penyaluran bansos,” kata dia.

Gus Ipul meminta keterlibatan aktif dari perangkat desa, RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, hingga pendamping program. Seluruh elemen diajak menjangkau masyarakat miskin, rentan, dan berkebutuhan khusus agar segera terdata dalam portal resmi.

“Daftarkan mereka melalui portal Perlinsos sekaligus pemutakhiran data,” kata Gus Ipul.

Batasan Wewenang Agen

Meskipun memegang peranan krusial dalam proses penginputan data warga, para agen tidak memiliki kekuasaan untuk menentukan kelayakan penerima bantuan. Penilaian akhir sepenuhnya berada di tangan sistem yang bekerja berdasarkan kriteria baku.

Kemensos menggarisbawahi bahwa seluruh proses pendaftaran ini bersifat penuh kesukarelaan. Para agen dilarang keras menarik pungutan biaya maupun memanipulasi informasi warga yang didaftarkan.

“Agen adalah relawan, tidak dibayar, tidak boleh memungut upah, tidak boleh memanipulasi data,” tegasnya.

Penegasan tersebut disampaikan guna menjaga integritas data serta mencegah terjadinya praktik penyalahgunaan wewenang di tingkat tapak. Kejujuran data menjadi kunci utama agar alokasi anggaran bantuan negara benar-benar sampai kepada yang berhak.

Kemudahan Syarat Pendaftaran

Koordinator Harian Gugus Tugas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Rahmat Danu Andika menyatakan bahwa mekanisme pengajuan dibuat sangat mudah. Warga cukup memverifikasi dokumen kependudukan beserta data konsumsi listrik rumah tangga.

“Sistem langsung cek ke PLN konsumsi listrik, rata-rata selama 6 bulan terakhir. Apakah ID pelanggannya harus atas nama orang pendaftar? Jawabannya adalah tidak. Yang penting, ID pelanggannya harus dinyatakan sebagai tempat yang bersangkutan saat ini tinggal sehari-hari,” jelas Andika.

Kemudahan prosedur ini diharapkan mampu mendongkrak partisipasi publik secara masif di berbagai daerah. Akses pendaftaran kini dapat dilakukan langsung dari gawai pintar milik warga atau bantuan relawan terdekat.

“Situasi yang ingin dicapai adalah agen ini sedemikian banyaknya, sehingga kalau suatu saat saya butuh bantuan, tetangga (terdekat) saya bisa menolong saya daftar,” ujarnya.

Hingga saat ini, tercatat lebih dari 204 ribu relawan telah tersebar di seluruh Indonesia. Total pendaftar dari pihak keluarga telah mencapai angka sekitar 4,7 juta kelompok penerima manfaat.

Cara Daftar Agen Perlinsos

Masyarakat yang berminat bergabung menjadi Agen Perlinsos dapat mendaftarkan diri secara mandiri tanpa dipungut biaya sepeser pun. Persyaratan utamanya meliputi kepemilikan KTP dan akun Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang telah aktif.

“Cara pendaftaran Agen Perlinsos dapat dilakukan secara online melalui agent-perlinsos.kemensos.go.id. Syaratnya, memiliki akun Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang sudah diaktifkan,” kata Rahmat dalam pertemuan virtual dari Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru.

Prosedur registrasi dilaksanakan dengan mengakses portal resmi, memasukkan 16 digit NIK, melakukan pemindaian wajah, serta mencantumkan nomor kontak aktif. Setelah menyetujui lembar komitmen, pendaftar resmi terverifikasi sebagai relawan.

“Langkah-langkah pendaftaran, buka laman Portal Perlinsos Digital Agen lewat browser di HP. Selanjutnya, klik opsi daftar menjadi agen,” terangnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui panduan teknis registrasi secara mendalam, informasi lengkap dapat diakses dengan membaca selengkapnya di: Cara Jadi Agen Perlinsos.

“Setelah itu, bapak ibu bisa memasukkan 16 digit NIK dan lakukan verifikasi wajah. Pilih tipe agen misalnya masyarakat umum, tekan saja kolom pilihannya lalu masukkan nomor HP aktif,” lanjut Rahmat.

Selain memfasilitasi pendataan awal, keberadaan agen juga berfungsi sebagai jembatan untuk menyampaikan sanggahan jika ditemukan data masyarakat yang tidak sesuai di lapangan.

“Yang perlu diketahui, sebagai Agen Perlinsos tugasnya cukup membantu calon penerima bansos. Jadi agen ini pada prinsipnya menjadi loket agar dapat menginput data masyarakat membutuhkan,” ungkapnya.

“Untuk persetujuan layak menerima bantuan tetap ditentukan pemerintah berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Namun, jika ada kesalahan terhadap data calon penerima bansos, itulah guna Agen Perlinsos dapat membantu penginputan sanggahan,” katanya.