Rekam Jejak dan Profil Wisnu Hani Putranto, Kalapas Cibinong Yang Dipanggil DPR karena Viral

Simak rekam jejak dan profil Wisnu Hani Putranto, Kalapas Cibinong yang disorot publik usai Ombudsman temukan klaster mewah di area penjara.

Sorotan publik mendadak tertuju pada kawasan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor. Hal ini dipicu oleh kemunculan rekaman video yang memperlihatkan keberadaan bangunan khusus menyerupai klaster mewah di dalam area lapas.

Fenomena mengejutkan tersebut terungkap saat tim Ombudsman Republik Indonesia menggelar inspeksi mendadak pada Rabu, 23 September 2026. Dalam sidak tersebut, petugas menemukan deretan fasilitas fantastis bak hotel bintang lima yang berdiri terpisah dari blok hunian warga binaan pada umumnya.

Fasilitas komplit mulai dari area parkir khusus, televisi berukuran besar, kamar luas, set dapur modern, hingga lemari pendingin berisi minuman keras ditemukan di lokasi. Buntut dari temuan ini, profil Wisnu Hani Putranto selaku Kepala Lapas Cibinong mendadak ramai diburu oleh masyarakat.

Profil Wisnu Hani Putranto

Wisnu Hani Putranto merupakan sosok pejabat pemasyarakatan yang resmi mengemban amanah sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong sejak September 2024. Pria kelahiran 3 Oktober 1984 ini juga menempati rumah dinas di kompleks lapas setempat.

Menelisik riwayat kariernya, profil Wisnu Hani Putranto mencatatkan perjalanan panjang di lingkup Kementerian Hukum dan HAM. Sebelum memimpin di Cibinong, pria yang diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil pada Desember 2002 ini pernah bertugas di Lapas Kelas IIB Cilacap.

Sosoknya juga dikenal akademis dengan mengantongi tiga gelar pendidikan sekaligus, yaitu A.Md.IP., S.H., dan M.Si. Gelar diploma kepenjaraan diperolehnya dari sekolah kedinasan Akademi Ilmu Pemasyarakatan atau Poltekip.

Rekam Jejak dan Penghargaan

Sepanjang masa dinasnya, rekam jejak dalam profil Wisnu Hani Putranto diwarnai oleh sejumlah pencapaian kerja. Pada Februari 2026, dirinya menerima penghargaan resmi dari jajaran Kepolisian Republik Indonesia atas kepeduliannya dalam pemberantasan peredaran narkotika.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kala itu, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso. Apresiasi diberikan karena keberhasilannya menjalankan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk kami, tetapi untuk seluruh petugas. Ini menjadi motivasi untuk terus memberantas narkoba di Lapas melalui sinergi dan kerja sama solid dengan APH demi mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang aman dan bebas narkoba,” kata Wisnu kala itu.

Inovasi Layanan Dapur Sehat

Di bawah kepemimpinannya, Lapas Cibinong juga sempat mengukir prestasi di bidang pemenuhan gizi warga binaan. Lembaga ini menyabet penghargaan Dapur Sehat Terbaik melalui program Dapur Sahabat pada April 2025.

Program inovatif yang digagas sejak 29 Januari 2024 ini bertujuan meningkatkan standar higienitas pengolahan makanan harian. Langkah ini dirancang untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang pada bahan makanan siap saji.

Wisnu Hani Putranto menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas dapur modern tersebut mempermudah jajaran petugas dalam menyajikan hidangan berkualitas. Keberadaan dapur sehat menjadi salah satu pilar pelayanan utama di lembaga pemasyarakatan tersebut.

Razia Rutin Bersama Aparat

Sebelum isu klaster mewah mencuat ke publik, pimpinan lapas ini tergolong aktif menggelar penertiban internal. Dirinya memimpin langsung razia gabungan bersama personel TNI dan Polri di seluruh blok hunian.

Pemeriksaan ketat ditujukan untuk mengantisipasi penyusupan barang terlarang seperti telepon seluler, senjata tajam, hingga obat-obatan terlarang. Langkah taktis ini diambil guna menjamin kondusivitas keamanan lingkungan kerja.

“Razia atau sidak seperti ini sangat penting untuk menciptakan kondisi yang aman, tertib, dan kondusif di dalam Lapas,” tegas Wisnu saat memimpin operasi penertiban.

Rencana Pemanggilan Oleh DPR

Buntut dari temuan fasilitas tak wajar oleh Ombudsman, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengambil sikap tegas. Komisi XIII DPR RI menjadwalkan pemanggilan terhadap jajaran pejabat terkait guna meminta klarifikasi resmi.

Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, memastikan rapat pimpinan bakal memanggil Kalapas Cibinong beserta Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dan Dirjen PAS Mashudi pada Kamis, 24 September 2026.

“Komisi XIII akan segera panggil pejabat terkait untuk tahu kejelasan masalah, dan mencari langkah perbaikan segera yang diperlukan. Semuanya menteri, dirjen dan kalapas,” ujar Willy Aditya memberikan pernyataan resmi.

Penyelidikan dan Tindakan Tegas

Dukungan pemeriksaan menyeluruh juga disuarakan oleh Wakil Ketua Komisi XIII DPR Andreas Hugo Pareira pada Jumat, 25 September 2026. Pihaknya mendesak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memberikan sanksi terukur jika ditemukan pelanggaran wewenang.

“Menteri Imipas dan Dirjen Lapas perlu mengambil tindakan tegas terhadap Kalapas dan petugas-petugas yang terlibat,” kata Andreas menegaskan komitmen pengawasan parlemen.

Penyelidikan mendalam diharapkan dapat membongkar asal-usul pembiayaan serta pejabat yang memberikan izin atas berdirinya bangunan mewah tersebut. Transparansi proses hukum menjadi kunci utama dalam menyelesaikan polemik yang kini menimpa profil Wisnu Hani Putranto dan instansi pemasyarakatan.

Perkembangan kasus fasilitas mewah di Lapas Cibinong ini dipastikan bakal terus bergulir seiring dengan agenda pemeriksaan resmi di DPR RI. Publik kini menanti kejelasan hasil penyelidikan serta langkah konkret pemerintah dalam membenahi tata kelola pemasyarakatan secara menyeluruh.