Regulasi Final FIFA ASEAN Cup 2026 secara resmi mengatur mekanisme pertandingan puncak antara Timnas Indonesia melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pertandingan penentu gelar juara yang digelar pada Senin, 5 Oktober 2026, ini menerapkan format single match dengan aturan khusus.
Kedua tim melangkah ke partai puncak usai tampil impresif sebagai juara di grup masing-masing. Indonesia menguasai Grup A unggul produktivitas gol atas Malaysia, sedangkan Thailand memuncaki Grup B usai mengalahkan Vietnam dalam rekor head-to-head.
Mempertaruhkan trofi juara, laga puncak ini memiliki ketentuan berbeda ketimbang pertandingan putaran sebelumnya. Berikut ulasan mengenai aturan perpanjangan waktu, adu penalti, hingga ketentuan pemutihan kartu.
Format Pertandingan dan Perpanjangan Waktu
Berdasarkan Article 13 peraturan kompetisi, format laga puncak menggunakan sistem single match langsung. Jika skor masih imbang selama 2×45 menit waktu normal, pertandingan tidak langsung dilanjutkan ke adu penalti.
Metode pertama yang wajib dijalankan adalah babak perpanjangan waktu atau extra time. Durasi perpanjangan waktu dimainkan sama seperti standar internasional, yakni 2×15 menit.
Ketentuan ini memberikan kesempatan bagi kedua tim untuk menentukan pemenang lewat permainan terbuka. Apabila kedudukan masih tetap setara setelah perpanjangan waktu selesai, pemenang ditentukan lewat adu penalti.
Aturan Pemutihan Kartu Kuning
Regulasi turnamen juga mengatur secara rinci status hukuman kartu yang diterima pemain. Berdasarkan Pasal 9.2 regulasi turnamen, kartu kuning tunggal yang didapatkan pemain pada matchday 1 atau matchday 2 fase grup otomatis dihapus atau diputihkan setelah matchday 2 berakhir.
Aturan ini memberikan angin segar bagi para pilar utama kedua kesebelasan yang sempat mengantongi kartu kuning di awal turnamen. Kebijakan tersebut memastikan tim dapat menurunkan skuad terbaik di laga penentu.
Namun, larangan bermain di laga final tetap berlaku bagi pemain yang dihukum kartu merah langsung. Hukuman larangan bertanding juga berlaku bagi pemain yang mendapat dua kartu kuning atau akumulasi langsung pada laga matchday 3 fase grup.
Motivasi Tinggi Skuad Garuda
Timnas Indonesia memiliki motivasi ekstra tinggi menghadapi laga ini karena belum pernah mengangkat trofi Piala AFF setelah enam kali kandas di partai final. Sementara itu, Thailand bertekad mempertegas dominasi sebagai raja sepak bola Asia Tenggara usai tujuh kali menguasai turnamen tersebut.
Kehadiran para pemain berdarah Merah Putih yang lahir di luar negeri memberikan keyakinan besar bagi skuad Garuda. Dukungan penuh puluhan ribu suporter di SUGBK juga menambah kepercayaan diri tim asuhan pelatih John Herdman.
John Herdman menyatakan antusiasme tinggi menjelang laga krusial ini. “Kami sangat antusias. Tim akan melangkah masuk ke SUGBK dan memberikan segalanya demi negara. Peluang terbuka bagi kami untuk menjadi tim pertama yang mengangkat trofi bagi negara ini,” kata Herdman.
Kesiapan Mental Menghadapi Lawan
Pelatih John Herdman menegaskan bahwa kesempatan emas ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen tim sepanjang kompetisi. Pengalaman melakoni laga-laga sengit di fase grup menjadi modal berharga bagi para pemain.
“Ini adalah kesempatan yang telah diperjuangkan dan layak didapatkan oleh banyak pemain di tim ini. Kami harus tampil, menghormati lawan, dan memercayai proses yang telah kami jalani,” sambung Herdman.
Penerapan aturan tegas pada babak final dipastikan membuat tensi pertandingan berjalan tinggi sejak menit awal. Kedua tim siap tampil maksimal demi membawa pulang trofi bergengsi kawasan Asia Tenggara.