Nasional – Ledakan diduga akibat LPG bocor terjadi di ruko kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, pada Selasa (6/10/2026) pagi. Insiden mendadak tersebut memicu kerusakan parah pada infrastruktur komersial serta pemukiman warga di sekitarnya. Sedikitnya 20 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat kejadian tersebut.
Gelombang tekanan dari insiden tersebut meluas hingga mencapai area perumahan warga sekitar. Dampak ledakan juga menyebabkan kerusakan bangunan di cluster lain yang masih berada dalam kawasan perumahan tersebut.
Dampak Ledakan Dan Jumlah Korban
Petugas tanggap darurat yang berada di lokasi penanganan langsung memberikan pertolongan medis awal kepada para korban luka. Upaya evakuasi dilakukan dengan mengarahkan para korban ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan perawatan intensif.
Tito Sumarsono Danki Kompi B BPBD Surabaya yang ditemui di lokasi mengatakan sebanyak lima orang dilaporkan menjadi korban luka. Penanganan darurat diprioritaskan bagi para korban yang mengalami cedera fisik di sekitar area kejadian.
“Empat orang dibawa ke Rumah Sakit Haji Surabaya dan satu orang Rumah Sakit Mitra Keluarga Kenjeran,” ujarnya pada pukul 08.40 WIB.
Proses Evakuasi Ke Rumah Sakit
Perkembangan penanganan medis mengharuskan para korban luka dirujuk ke rumah sakit daerah dengan fasilitas terlengkap. Langkah pemindahan ini diambil untuk memastikan penanganan cedera berjalan lebih optimal.
Pada pukul 09.13 WIB, Effendi petugas Command Center Kota Surabaya mengabarkan bahwa para korban dipindahkan ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Pemindahan rujukan ini ditujukan agar seluruh penanganan cedera fisik dapat ditangani secara terpadu oleh tim medis.
Hingga informasi ini disampaikan, petugas masih melakukan penanganan di lokasi. Penyebab pasti ledakan, kronologi lengkap, serta kondisi terkini para korban masih dalam pendalaman.
Rekaman CCTV Detik-Detik Kejadian
Dasyatnya hantaman gelombang tekanan terekam secara jelas melalui kamera pengawas di ruko sebelah. Kerusakan fisik bangunan tampak terjadi secara instan dalam hitungan detik.
Sebuah video rekaman CCTV di dalam toko sepatu di samping ruko Nasi Tempong Sri Dewi yang meledak di Klaster Perumahan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, beredar di media sosial. Video itu menampilkan detik-detik mencekam saat tembok toko sepatu itu jebol kena ledakan diduga akibat kebocoran gas.
Video rekaman CCTV ini dibagikan akun resmi Instagram toko sepatu Senikersku, yakni @senikersku_id. Dalam video rekaman tersebut tampak tembok bangunan rumah-toko sepatu itu–dengan rak berisi puluhan atau mungkin ratusan sepatu–tiba-tiba jebol.
Di dalam video itu, setidaknya ada 3 sudut pandang dari 3 kamera di dalam toko yang menampilkan dengan jelas bagaimana peristiwa ledakan itu menghancurkan tembok toko sepatu. Runtuhan tembok itu sampai menimpa meja kasir di dalam toko.
Kondisi Toko Sepatu Terdampak
Pihak pemilik usaha menyampaikan pernyataan resmi terkait musibah yang menimpa unit toko usaha mereka. Kerusakan material di dalam toko berdampak langsung pada operasional harian tempat penjualan tersebut.
“Jujur, kami ikut kaget dan sedih melihat rekaman CCTV ini. Toko pertama kami, Senikersku di San Antonio Surabaya ikut terdampak ledakan dari ruko sebelah. Kejadian yang tentu tidak pernah kami harapkan, begitu juga bagi semua yang ada di sekitar,” demikian keterangan video akun Instagram @senikersku_id dilihat detikJatim, Selasa (6/10/2026).
Sebagaimana yang terekam dalam CCTV tersebut, pada saat tembok dan rak sepatu itu hancur tidak terlihat ada karyawan atau petugas toko yang sedang berjaga. Ada kemungkinan pada saat ledakan terjadi sekitar pukul 07.06 WIB, belum ada karyawan yang datang ke toko.
“Memang musibah tidak ada yang tahu datangnya kapan. Untuk kabar selanjutnya tentang cabang San Antonio, akan kami update segera, kami mohon doa sebesar besarnya untuk kami,” lanjut akun @senikersku_id.
Ledakan yang diduga berasal dari gas di RM Nasi Tempong Sri Dewi pada pukul 07.11 WIB itu begitu dahsyat. Dampaknya, kaca belasan ruko di sekitar ruko pusat ledakan juga pecah.