Nurisa Dian Ashrifah Sabet Emas Panahan Asian Games 2026 dan Bonus Rp3 Miliar, Rencanakan Bangun Lapangan Latihan Pribadi

Srikandi panahan Nurisa Dian Ashrifah raih emas Asian Games 2026 dan bonus Rp3 miliar. Atlet Semarang ini berencana bangun lapangan latihan pribadi.

Dunia olahraga Indonesia kembali mencatatkan sejarah manis di panggung Asia. Atlet panahan berbakat asal Kota Semarang, Nurisa Dian Ashrifah, sukses menyumbangkan medali emas berharga bagi kontingen Indonesia di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

---Advertisement---

Prestasi gemilang tersebut diraih Nurisa dari nomor Compound Women Individual setelah menyajikan penampilan dingin penuh presisi. Kemenangan ini sekaligus menambah perolehan emas Indonesia yang berjuang gigih di papan klasemen kejuaraan multievent bergengsi tersebut.

Kepulangan sang Srikandi ke kampung halaman disambut hangat dengan kalungan bunga melati oleh pihak keluarga, KONI, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Stasiun Tawang, Semarang, sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan membela panji Merah Putih.

Bonus Rp3 Miliar Demi Fasilitas Latihan Pribadi

Keberhasilan menaiki podium tertinggi tidak hanya membawa kebanggaan bagi bangsa, tetapi juga buah manis berupa apresiasi bonus senilai Rp3 miliar. Menariknya, Nurisa telah memiliki rencana matang mengenai alokasi dana apresiasi tersebut.

Atlet yang juga tercatat sebagai mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang ini berniat memanfaatkan bonus miliaran rupiah tersebut untuk membangun lapangan latihan panahan pribadi. Langkah ini diambil guna menunjang konsistensi serta kualitas latihannya di masa depan.

---Advertisement---

Niat tulus ini membuktikan bahwa bagi seorang juara sejati, bonus finansial bukan sekadar pencapaian materi belaka, melainkan modal investasi jangka panjang demi menjaga asa bersaing di level tertinggi dunia.

Inspirasi Film Hingga Prestasi Dunia

Kisah sukses Nurisa tidak diraih secara instan. Ketarikannya pada cabang olahraga panahan berawal dari hal sederhana, yakni saat ia menyaksikan film The Hunger Games ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.

Rasa penasaran yang muncul dari layar kaca mendorongnya untuk bergabung dengan kegiatan ekstrakurikuler panahan di sekolah. Sejak saat itu, ketekunannya diasah lewat porsi latihan rutin hampir setiap hari hingga berhasil menembus skuad elit nasional.

Pelatih Nurisa, Permadi Sandra Wibowo, membeberkan bahwa potensi besar sang atlet sudah terlihat menonjol sejak 2025 ketika berhasil menempati peringkat empat dunia pada babak kualifikasi di Madrid, Spanyol. Mental bertandingnya teruji ampuh saat menumbangkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, di partai final Asian Games.

Pembinaan Berkelanjutan

Keberhasilan Nurisa menjadi bukti nyata dari keberhasilan pola pembinaan olahraga yang terstruktur dan berkesinambungan. Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menyebut raihan emas ini merupakan buah manis dari proses panjang yang telah dirintis sejak 2019.

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, yang hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan atlet muda melalui kejuaraan pelajar dan balai pelatihan.

Selain itu, Pemprov Jateng saat ini tengah mengusulkan skema tali asih tambahan bagi para atlet daerah yang berhasil membawa pulang medali dari ajang Asian Games 2026.

---Advertisement---

Membidik Impian Besar di Panggung Olimpiade LA 2028

Raihan emas Asian Games 2026 tidak lantas membuat Nurisa Dian Ashrifah berpuas diri. Usai menaklukkan panggung Asia, sang Srikandi panahan langsung mengalihkan fokusnya ke target yang jauh lebih megah.

“Targetnya semoga bisa main di Olimpiade LA 2028,” tutur Nurisa penuh optimisme saat menyampaikan harapannya ke depan.

Dengan semangat pantang menyerah serta dukungan fasilitas yang akan dibangunnya secara mandiri, perjalanan Nurisa menuju panggung Olimpiade Los Angeles 2028 diprediksi bakal menjadi kisah inspiratif baru bagi dunia olahraga tanah air.