Kisah perjuangan melawan penyakit berat selalu menyajikan pelajaran berharga tentang ketabahan dan kekuatan mental seseorang. Pengalaman emosional tersebut kini dibagikan secara terbuka oleh selebriti Berlliana Lovell, yang pernah berada di titik terendah saat berhadapan dengan vonis kanker.
Perjalanan medis yang panjang dan tidak mudah tersebut dimulai sejak tahun 2013. Berlliana harus melewati rangkaian pengobatan berat hingga akhirnya dinyatakan berhasil mencapai masa remisi beberapa tahun kemudian.
Kini, setelah melampaui fase kritis tersebut, Berlliana tetap konsisten menjaga kesehatan tubuhnya dan tidak ragu mengambil tindakan medis lanjutan demi memastikan kualitas hidupnya tetap optimal.
Fase Penolakan dan Gejala Awal Vonis Kanker
Menerima kabar buruk mengenai kondisi kesehatan tentu menjadi pukulan berat bagi siapa saja. Berlliana Lovell mengaku sempat berada dalam fase penolakan saat dokter pertama kali mengonfirmasi bahwa benjolan di tubuhnya merupakan sel kanker.
Sebelum diagnosis tersebut keluar, Berlliana menemukan benjolan merah kecil di bagian dadanya. Momen tersebut sempat ia abaikan karena benjolan itu tidak menimbulkan rasa gatal, meski terasa ngilu saat ditekan. Pada awalnya, ia menduga bintik tersebut hanyalah pembengkakan kelenjar getah bening biasa.
Rasa curiga yang makin kuat akhirnya mendorongnya untuk menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh. Keputusan untuk memeriksakan diri tersebut menjadi titik balik penting yang mengonfirmasi keberadaan penyakit kronis di tubuhnya.
Melewati Masa Kemoterapi Hingga Memasuki Remisi
Proses pengobatan kanker menuntut ketahanan fisik serta mental yang luar biasa. Selama menjalani tahapan kemoterapi, Berlliana merasakan dampak fisik yang cukup berat, seperti rasa lemas yang luar biasa dan nyeri di sekujur tubuhnya.
Kendati pengobatan tersebut menguras energinya, Berlliana tetap berjuang secara konsisten hingga akhirnya dinyatakan bersih dari sel kanker dan memasuki masa remisi pada tahun 2017. Ia memandang bahwa setiap penyintas kanker memiliki beban perjuangan yang setara tanpa perlu membanding-bandingkan skala penderitaan.
“Perjuangannya sama dengan yang lainnya. Pasti berat, nggak ada yang lebih berat atau lebih ringan sih menurut aku kalau soal kanker, sama-sama berat kayak yang lainnya. Gak ada istimewanya lah, sama kayak pejuang yang lain,” tutur Berlliana Lovell.
Pernyataan Berlliana ini menegaskan empati mendalamnya terhadap sesama pejuang kanker. Ia merasa tidak ada yang istimewa dari perjuangan pribadinya, karena setiap individu yang berhadapan dengan kanker pada hakikatnya memikul perjuangan yang sama berat dan membutuhkan dorongan semangat yang serupa.
Keputusan Operasi Pengangkatan Kista di Korea Selatan
Perjalanan menjaga kesehatan tidak berhenti begitu saja setelah dirinya dinyatakan remisi dari kanker. Pada tahun 2025, Berlliana kembali dihadapkan pada masalah kesehatan baru saat dokter menemukan keberadaan kista di dalam tubuhnya.
Tanpa berpikir panjang, Berlliana memilih untuk langsung mengambil tindakan medis berupa operasi pengangkatan kista di Korea Selatan. Keputusan cepat tersebut diambil karena kista tersebut mulai menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas hariannya.
Bagi Berlliana, menunda penanganan medis hanya akan memperbesar risiko komplikasi di masa depan. Mengambil tindakan sesegera mungkin menjadi opsi terbaik untuk memastikan tubuhnya tetap dalam kondisi prima.
Pentingnya Keberanian Melakukan Pemeriksaan Sejak Dini
Pengalaman panjang berhadapan dengan berbagai masalah kesehatan membuat Berlliana tergerak untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan. Ia mengimbau agar siapa pun tidak takut untuk melakukan pemeriksaan medis ketika menemukan indikasi yang tidak biasa pada tubuh.
Ia menekankan bahwa rasa takut hanya akan menghambat proses penyembuhan, sementara deteksi dini justru memberikan peluang kesembuhan yang jauh lebih besar.
“Tips khususnya jangan takut sih, karena mau sekarang atau nanti, kalau memang ada penyakitnya ya tetap jadi penyakit. Gak gara-gara nggak diperiksa jadinya sembuh,” pungkas Berlliana Lovell.
Imbauan tersebut mengandung pesan krusial bahwa mengabaikan gejala tidak akan membuat penyakit hilang dengan sendirinya. Dengan memberanikan diri memeriksakan kondisi kesehatan ke fasilitas medis, penanganan yang tepat dan cepat dapat segera diberikan oleh tim dokter sebelum kondisi memburuk.
Konsistensi Pola Hidup Sehat dan Kontrol Diri
Pasca melewati berbagai prosedur medis, Berlliana kini makin disiplin dalam menerapkan gaya hidup sehat. Kebiasaan mengatur asupan nutrisi dan menjaga pola makan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian yang dijalaninya sejak lama.
Selain menjaga kestabilan sistem imun, Berlliana juga aktif melakukan olahraga secara teratur untuk menjaga kebugaran fisik. Saat ini, ia fokus mengontrol berat badan idealnya yang berada di angka 50 kilogram.
Komitmen untuk terus menjaga kesehatan ini menjadi bukti nyata bahwa kesembuhan dan kebugaran merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan kedisiplinan serta kepedulian terhadap diri sendiri secara konsisten.