Federasi Sepak Bola Australia atau Football Australia (FA) dilaporkan tengah memantau secara ketat perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi. Langkah ini diambil menyusul adanya insiden serangan udara yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh oleh kelompok pemberontak Houthi.
Eskalasi konflik kawasan tersebut dinilai dapat berdampak langsung terhadap penyelenggaraan ajang sepak bola bergengsi Piala Asia 2027 yang dijadwalkan bakal bergulir mulai 7 Januari 2027 mendatang. Keselamatan seluruh elemen, mulai dari para pemain, pendukung, hingga staf tim, ditegaskan wajib menjadi prioritas paling utama dalam situasi penuh risiko ini.
Koordinasi Bersama Organisasi Pemain
Dalam menyikapi dinamika keamanan yang bergejolak, Football Australia tidak bergerak sendiri. Asosiasi Pesepakbola Profesional Australia (PFA) bersama dengan federasi pesepak bola dunia (FIFPRO) turut terlibat aktif melakukan pemantauan situasi di lapangan secara berkala.
Langkah koordinasi intensif terus digalakan oleh PFA dan FIFPRO bersama pihak FA guna memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh kontingen tim nasional. Berdasarkan peta pembagian grup Piala Asia 2027, Australia sendiri berada di Group D bersama Tajikistan, Irak, dan Singapura.
“Keselamatan pemain, fans, dan staf harus menjadi prioritas utama,” tegas pernyataan terkait koordinasi keamanan ajang tersebut.
Laga Al-Nassr Sempat Tertunda
Dampak dari ancaman keamanan kawasan ini bahkan sudah mulai berimbas pada agenda kompetisi klub domestik maupun regional. Pertandingan klub besar Al-Nassr di ajang Liga Champions Asia yang berlangsung kemarin malam dilaporkan sempat mengalami penundaan kick-off selama satu jam akibat munculnya peringatan keamanan darurat.
Penundaan jadwal pertandigan tersebut terjadi setelah kelompok Houthi kembali meluncurkan tembakan rudal ke arah kota Riyadh. Meski demikian, sistem pertahanan udara Arab Saudi berhasil melakukan pencegatan atau intersep terhadap proyektil rudal tersebut sebelum menimbulkan kerusakan lebih lanjut.
Skenario Penundaan Turnamen 12 Bulan
Melihat eskalasi yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, muncul berbagai wacana mengenai kelanjutan turnamen antarnegara Asia tersebut. Skenario yang dinilai paling realistis untuk diambil apabila konflik berkepanjangan adalah opsi penundaan turnamen selama 12 bulan, yang akan menggeser pelaksanaan kompetisi ke Januari 2028.
Opsi menggeser jadwal ke tahun 2028 menjadi pertimbangan utama lantaran memindahkan lokasi tuan rumah (host) Piala Asia ke negara lain dalam kurun waktu yang singkat terbilang sangat sulit dilakukan secara logistik. Hingga saat ini, pihak konfederasi sepak bola Asia (AFC) dilaporkan belum memberikan pernyataan atau keputusan resmi terkait kepastian penyelenggaraan turnamen.