Gebrakan nyata langsung diperlihatkan oleh pimpinan tertinggi Kepolisian Republik Indonesia yang baru, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Sejak resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal Oktober 2026, kepemimpinan baru ini langsung bergerak cepat melakukan penataan internal di tubuh Korps Bhayangkara.
Tidak tanggung-tanggung, dalam kurun waktu kurang dari dua pekan, Kapolri telah meluncurkan tiga kali kebijakan rotasi dan mutasi secara beruntun. Kebijakan ini menyasar ratusan Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) di tingkat Mabes Polri maupun satuan wilayah.
Langkah pergeseran posisi dalam skala besar ini mencerminkan komitmen kuat kepolisian untuk melakukan penyegaran organisasi serta pembenahan tata kelola penegakan hukum. Publik pun menyoroti manuver cepat pimpinan anyar Korps Bhayangkara tersebut.
Langkah Cepat Merombak Ratusan Perwira Polri
Sejak resmi mengemban amanah sebagai Kapolri pada Kamis, 1 Oktober 2026, Jenderal Suyudi Ario Seto telah menerbitkan tiga Surat Telegram rotasi resmi. Secara akumulatif, kebijakan pembenahan internal tersebut telah merotasi posisi lebih dari 450 perwira tinggi dan perwira menengah di berbagai lini penugasan.
Penataan struktur kepemimpinan yang tergolong masif dan dinamis ini menunjukkan akselerasi kerja kepolisian. Pimpinan kepolisian bertekad memperkuat performa institusi, termasuk dalam hal pemberantasan kejahatan luar biasa di tanah air.
Gelombang Pertama Mutas
Satu hari pascapelantikan, kebijakan mutasi gelombang pertama langsung diterbitkan melalui Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Langkah awal ini memfokuskan perombakan pada posisi kunci Pejabat Utama (PJU) di tingkat Mabes Polri.
Pada gelombang pertama tersebut, sebanyak 288 Pati dan Pamen Polri mengalami pergeseran jabatan. Sejumlah posisi vital yang berganti kepemimpinan antara lain Irwasum, Kabareskrim, Kabaintelkam, Kabaharkam, hingga Kadiv Propam Polri.
Rotasi Gelombang Kedua Mutasi
Tidak berhenti di tingkat pusat, selang satu minggu kemudian pimpinan Polri kembali menerbitkan keputusan pergeseran posisi. Mutasi gelombang kedua ini tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/2251/X/KEP/2026 yang terbit pada 10 Oktober 2026.
Dalam keputusan tersebut, sebanyak 199 perwira kembali mendapatkan penugasan baru. Fokus pergeseran pada gelombang kedua ini menyasar struktur kepemimpinan kewilayahan serta divisi pelayanan publik, mulai dari jabatan Kakorlantas hingga deretan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) di berbagai wilayah Indonesia.
Pergeseran Gelombang Ketiga
Rangkaian penataan kepemimpinan berlanjut melalui penerbitan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2262/X/KEP./2026 tertanggal 12 Oktober 2026. Pada gelombang ketiga ini, sebanyak 14 perwira tinggi dan perwira menengah mendapatkan penugasan dan amanah jabatan baru.
Pergeseran ini mencakup pengisian posisi strategis di lingkup Bareskrim Polri, jajaran direktur reserse kriminal khusus polda, hingga penugasan perwira di luar struktur organisasi Polri.
Daftar Nama Mutasi 14 Perwira Polri
Berikut adalah deretan rincian posisi baru bagi 14 Pati dan Pamen Polri dalam mutasi gelombang ketiga:
- Brigjen Herry Dian Dwiharto: Dari Widyaiswara Utama TK. II Sespim Lemdiklat Polri menjadi Anjak Utama Bidang NCB Interpol Divisi Hubinter Polri.
- Brigjen Ade Safri Simanjuntak: Dari Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menjadi Widyaiswara TK. II Sespim Lemdiklat Polri.
- Kombes Suhasto: Dari Pemeriksa Inafis Madya TK. I Bareskrim Polri menjadi Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.
- Kombes Afrisal: Dari Penyidik Madya TK. II Bareskrim Polri menjadi Pemeriksa Inafis Madya TK. I Bareskrim Polri.
- Kombes Dodi Ruyatman: Dari Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim menjadi Penyidik Madya TK. II Bareskrim Polri.
- Kombes Rofiq Ripto Himawan: Dari Kapolresta Banyuwangi menjadi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim.
- Kombes Muharman Arta: Dari Kapolresta Pekanbaru menjadi Kapolresta Banyuwangi.
- Kombes Ronny Riantoko Eppang: Dari Perancang Anggaran Madya TK. II Stamarena Polri menjadi Kapolresta Pekanbaru.
- Kombes Taufik Nurmandia: Dari Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi menjadi Dosen Madya TK. III STIK Lemdiklat Polri.
- Kombes Yakhob Silvana Delareskha: Dari Kabidse Pusjarah Polri menjadi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi.
- Brigjen Deonijiu De Fatima: Dari Teknisi KBR Utama TK. II Korbrimob menjadi Pati Baintelkam (BIN).
- Brigjen Leonardys Simarmata: Dari Anjak Utama Divkum Polri menjadi Pati BIK Polri (BIN).
- Kombes Robert Da Costa: Dari Sespuslabfor menjadi Pamen Bareskrim Polri (luar struktur).
- Kombes Irfan S. P. Marpaung: Dari Teknisi KBT TK. I Korbrimob Polri menjadi Pamen Korbrimob (luar struktur).