Dinamika kepemimpinan di tubuh TNI dan Polri memasuki babak baru di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Gelombang pelantikan serta rotasi jabatan strategis pada Oktober 2026 menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat benteng pertahanan dan keamanan nasional.
Sejumlah perwira tinggi berpangkat bintang empat aktif kini dipercaya memegang peranan vital. Mulai dari lini komando militer, kepolisian, hingga lembaga non-kementerian dan jajaran kementerian pusat, keberadaan para jenderal ini menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas negara.
Langkah perombakan yang berlangsung pada 1 dan 15 Oktober 2026 tersebut menghadirkan susunan pejabat baru. Berikut adalah profil dan jajaran 10 perwira tinggi bintang empat aktif TNI-Polri yang mengemban amanat strategis pada era pemerintahan Presiden Prabowo:
Agus Subiyanto
Jenderal TNI Agus Subiyanto terus mengemban amanat sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia. Membawahi tiga matra utama—Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara—posisinya menjadi simpul tertinggi komando militer di Tanah Air.
Tugas besar ini telah diembannya sejak dilantik oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 22 November 2023. Hingga medio Oktober 2026, kepemimpinannya tetap menjadi tumpuan utama dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayah NKRI.
Suyudi Ario Seto
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi mengemban tugas baru sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Ia dilantik langsung oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026, menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Sebelum dipercaya memimpin Korps Bhayangkara, Suyudi terlebih dahulu menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional sejak 25 Agustus 2025. Pengangkatannya sebagai Kapolri didasarkan pada Keppres Nomor 96/POLRI Tahun 2026 yang menandai puncaknya kenaikan pangkat menjadi jenderal bintang empat.
Dedi Prasetyo
Komitmen pemerintah dalam mempercepat penataan sengketa serta reformasi agraria diwujudkan melalui penunjukan Dedi Prasetyo. Perwira tinggi ini resmi dilantik sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Pelantikannya berlangsung bersamaan dengan deretan pejabat tinggi negara lainnya di Istana Negara. Kehadirannya di BRAN diharapkan mampu menghadirkan terobosan hukum serta kepastian hak atas tanah bagi masyarakat luas.
Listyo Sigit Prabowo
Setelah menuntaskan masa baktingya sebagai Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendapatkan kepercayaan baru di lingkaran inti istana. Ia resmi ditunjuk sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada 1 Oktober 2026.
Pergantian peran ini menjadi bagian penting dari penataan struktur pemerintahan era Presiden Prabowo. Atas dedikasi panjangnya bagi bangsa dan negara, Presiden Prabowo turut menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipurna kepada Listyo pada hari yang sama.
Maruli Simanjuntak
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak kini mengemban dua tanggung jawab besar sekaligus di jajaran pemerintahan dan militer. Presiden Prabowo melantiknya sebagai Wakil Panglima TNI di Istana Negara pada Kamis, 15 Oktober 2026, berdasarkan Keppres Nomor 105/TNI Tahun 2026.
Di samping mendampingi Panglima TNI dalam mengawal benteng pertahanan, Maruli juga dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Rangkap penugasan ini mempertegas fokus pemerintah pada pengamanan wilayah terluar Indonesia.
Tandyo Budi Revita
Perpindahan tongkat komando di tubuh TNI Angkatan Darat ditandai dengan dilantiknya Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada Kamis, 15 Oktober 2026. Ia mengisi posisi KSAD setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Panglima TNI.
Pengangkatan Tandyo dikukuhkan melalui Keputusan Presiden Nomor 106/TNI/Tahun 2026. Dalam prosesi pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin Presiden Prabowo, Tandyo resmi mengambil alih kepemimpinan matra darat untuk memperkuat pembinaan kekuatan prajurit.
Muhammad Ali
Sektor pertahanan maritim Indonesia tetap berada di bawah kepemimpinan Laksamana TNI Muhammad Ali. Ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut sejak dilantik pada 28 Desember 2022 oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Sebagai pimpinan tertinggi matra laut, Muhammad Ali bertanggung jawab penuh atas kesiapan tempur dan patroli keamanan di seluruh penjuru perairan Nusantara. Pengalamannya yang matang menjadi pilar kunci dalam menjaga stabilitas kedaulatan laut nasional.
M Tonny Harjono
Di matra udara, Marsekal TNI M Tonny Harjono dipercaya melanjutkan tugas sebagai Kepala Staf Angkatan Udara. Penunjukannya dimulai sejak dilantik pada 5 Mei 2024 oleh Presiden Joko Widodo.
Hingga masa pemerintahan Presiden Prabowo pada Oktober 2026, Tonny terus memimpin modernisasi alutsista udara dan kesiapan operasional prajurit penjaga langit Nusantara. Ia menjadi salah satu perwira tinggi kunci dalam jajaran komando matra udara.
Yusuf Jauhari
Penguatan jajaran Kementerian Pertahanan ditandai dengan masuknya Marsekal TNI Yusuf Jauhari. Ia dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai Wakil Menteri Pertahanan pada Kamis, 15 Oktober 2026, berdasarkan Keppres Nomor 42/M Tahun 2026.
Dalam posisi baru ini, Yusuf mendapat tugas spesifik mengawasi bidang logistik, industri pertahanan, dan pengembangan teknologi. Perannya sangat krusial dalam memastikan kemandirian serta modernisasi alutsista TNI ke depan.
Richard T H Tampubolon
Melengkapi struktur pimpinan di Kementerian Pertahanan, Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon turut dilantik sebagai Wakil Menteri Pertahanan pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pelantikannya berlangsung serentak bersama Yusuf Jauhari.
Richard mengemban porsi tugas khusus di bidang strategi pertahanan, doktrin militer, serta pembangunan kekuatan armada. Sinergi antara dua wakil menteri ini menjadi motor penggerak transformasi pertahanan Indonesia periode 2024–2029.