Panggung Sirkuit Misano, Emilia-Romagna, Italia menjadi saksi momen bersejarah bagi dunia balap motor Indonesia. Pembalap muda berbakat, Muhammad Kiandra Ramadhipa, tampil sangat memukau pada sesi kualifikasi kedua (Q2) Kejuaraan Dunia Moto3 Junior FIM 2026.
Remaja yang membela panji Honda Asia-Dream Racing ini berhasil mencatatkan waktu lap fantastis satu menit 41,370 detik. Raihan lap tercepat tersebut menempatkannya di posisi start paling depan alias pole position untuk balapan pamungkas musim ini.
Capaian ini menjadi batu loncatan luar biasa bagi pembalap debutan berusia 16 tahun tersebut. Di balik raihan garis start terdepan ini, tersimpan peluang emas yang bisa membuka jalan karier balap internasionalnya ke level dunia yang lebih tinggi.
Jejak Emas Mario Aji Terulang di Sirkuit Misano
Keberhasilan Kiandra Ramadhipa merebut pole position di Kejuaraan Dunia Moto3 Junior FIM 2026 mengulangi prestasi manis yang pernah diukir pembalap Indonesia lainnya. Catatan impresif ini menyamai pencapaian Mario Aji pada musim 2019 silam di ajang yang sama.
Sama-sama menembus barisan terdepan dari grid start, Mario Aji kini telah menembus persaingan kasta tinggi di kelas Moto2. Langkah awal yang mulus di Misano ini menjadi sinyal kuat bahwa Ramadhipa memiliki potensi besar untuk mengikuti jejak sang senior.
Posisi start terdepan pada dua balapan di Sirkuit Misano membuka skenario penting bagi masa depan Ramadhipa. Jika berhasil mengamankan podium pada balapan hari Minggu, posisinya di papan klasemen akhir bakal melonjak signifikan.
Saat ini Ramadhipa menduduki peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 113 poin. Ia hanya berjarak 23 angka dari Yaroslav Karpushin yang berada di posisi ketiga. Sementara dua posisi teratas ditempati Carlos Cano (180 poin) และ Giulio Pugliese (137 poin).
Keberhasilan menembus tiga besar klasemen akhir bukan sekadar gengsi podium. Peringkat tiga besar memberikan hak istimewa berupa dispensasi batasan usia minimal untuk tampil di ajang Grand Prix Moto3 2027.
Usia Muda Tak Lagi Jadi Penghalang Lolos Grand Prix
Meskipun baru genap berusia 17 tahun pada 4 Desember 2026 mendatang, regulasi khusus memberi jalan bagi Ramadhipa. Lewat regulasi kelayakan tiga besar Moto3 Junior FIM, ia tetap berhak membalap di Moto3 musim depan tanpa harus menunggu usia 18 tahun.
Dua balapan penentu yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 16.00 WIB dan 19.00 WIB ini menjadi penentu krusial. Seluruh tumpuan harapan kini berada di tangan pembalap muda asal Sleman tersebut untuk mengamankan tiket menuju kejuaraan dunia.