Penderitaan mendalam kembali mencoreng wajah raksasa Inggris saat melangkah di panggung megah Eropa. Rasa duka para pendukung setia makin memuncak ketika menyaksikan tim kesayangan mereka hancur tanpa perlawanan.
Kekalahan memalukan Manchester United di Eropa kali ini menjadi tamparan keras yang membakar kemarahan publik sepak bola. Rekam jejak kelam di pentas internasional seolah terus berulang dan menghantui perjalanan klub.
Kenyataan pahit ini memaksa seluruh pencinta sepak bola menengok kembali deretan hasil buruk yang pernah menimpa Setan Merah. Peristiwa kelam masa lalu menjadi bukti nyata bahwa status klub besar tidak menjamin kemenangan di atas lapangan.
Tragedi Mencekam Di Markas Basel
Momen kelam pada penyisihan Grup C Liga Champions 2011/2012 menjadi salah satu catatan paling menyakitkan bagi skuad asuhan Sir Alex Ferguson. Usai berhasil menembus partai final pada musim sebelumnya, klub asal Inggris ini sejatinya diunggulkan untuk melenggang mudah dari fase grup. Namun, perlawanan gigih dari klub asal Swiss tersebut justru membuat barisan pertahanan lawan kedodoran sejak awal laga.
Pertemuan pertama di Stadion Old Trafford yang berujung skor imbang 3-3 menjadi sinyal bahaya yang diabaikan. Saat bertandang ke St Jakob Park pada 7 Desember 2011, gawang tim tamu sudah kebobolan pada menit kesembilan sebelum kembali kemasukan enam menit menjelang laga usai. Gol hiburan dari Phil Jones pada menit ke-89 tidak mampu menyelamatkan nasib tim yang akhirnya tersingkir ke kompetisi Liga Europa.
Catatan ringkas laga tragis ini:
- Hasil akhir laga kemenangan Basel 2-1.
- Lokasi pertandingan di St Jakob Park.
- Pencetak gol balasan yakni Phil Jones.
- Konsekuensi tersingkir menuju Liga Europa.
Kejutan Pahit Klub Guram Zalaegerszeg
Kejutan besar menimpa raksasa Liga Inggris sewaktu bertandang ke markas klub Hungaria, Zalaegerszeg, pada babak kualifikasi Liga Champions 2002/2003. Padahal, raksasa Manchester baru saja mengukir sejarah manis dengan menjuarai kompetisi tertinggi Eropa tiga tahun sebelumnya. Hasil minus 0-1 pada pertemuan pertama ini langsung mencoreng reputasi besar tim di hadapan publik dunia.
Kekalahan di kandang lawan tersebut menjadi salah satu pencapaian paling monumental sepanjang sejarah berdirinya klub asal Hungaria. Kendati demikian, kebangkitan mampu ditunjukkan saat melakoni laga balasan di markas sendiri. Kemenangan telak lima gol tanpa balas pada leg kedua akhirnya membalikkan keadaan sekaligus mengamankan tiket menuju fase grup.
Rincian fakta babak kualifikasi tersebut:
- Skor leg pertama kekalahan 0-1.
- Status lawan sebagai klub nonunggulan Hungaria.
- Kemenangan pembalasan leg kedua skor 5-0.
- Hasil akhir mengamankan tiket fase grup.
Pesta Gol Penuh Duka Haifa
Nasib buruk kembali menimpa perjalanan tim pada musim kompetisi Liga Champions 2002/2003 saat berhadapan dengan wakil Israel, Maccabi Haifa. Lantaran tiket lolos menuju fase berikutnya sudah berada di tangan, sang pelatih memutuskan untuk melakukan perombakan besar pada susunan pemain. Keputusan menurunkan kiper debutan Ricardo di bawah mistar gawang berujung pada bencana besar di atas lapangan.
Kiper anyar tersebut harus memungut bola dua kali akibat tembakan jarak jauh serta melakukan pelanggaran fatal di dalam kotak penalti. Mantan penyerang Liga Inggris, Yakubu, sukses mengeksekusi hadiah penalti tersebut hingga mengunci kemenangan telak tiga gol tanpa balas. Meski hasil pertandingan tidak menggoyahkan posisi di klasemen, kekalahan telak ini tetap menjadi noda hitam dalam sejarah klub.
Poin penting peristiwa laga tersebut:
- Skor akhir kekalahan telak 0-3.
- Debut kelam penjaga gawang Ricardo.
- Eksekusi penalti sempurna dari penyerang Yakubu.
- Rotasi pemain utama berujung petaka.
Petaka Kelam Di Istanbul Basaksehir
Awal manis pada penyisihan grup Liga Champions 2020/2021 sempat membakar optimisme usai menumbangkan Paris Saint-Germain dan menghancurkan RB Leipzig lima gol tanpa balas. Namun, kegembiraan tersebut seketika sirna sewaktu tim besutan Ole Gunnar Solskjaer melawat ke markas Istanbul Basaksehir. Ketidakdisiplinan lini belakang membuat penyerang lawan Demba Ba mencetak gol pembuka dengan sangat mudah.
Tuan rumah kemudian menggandakan keunggulan sebelum sundulan Anthony Martial memperkecil kedudukan sebelum jeda. Ketidakmampuan menyamakan skor hingga peluit panjang berbunyi memaksa tim menelan kekalahan pahit 1-2 di Turki. Hasil buruk tersebut menjadi awal dari keterpurukan tim yang akhirnya finis di peringkat ketiga dan terlempar ke Liga Europa.
Rincian peristiwa laga di Turki:
- Skor akhir kekalahan tipis 1-2.
- Gol pembuka lawan oleh Demba Ba.
- Gol tunggal tim dicetak Anthony Martial.
- Dampak akhir terlempar ke Liga Europa.
Pembantaian Horor Oleh Tim Como
Kekalahan paling mutakhir yang dialami tim di bawah arahan Michael Carrick pada fase liga Liga Champions 2026/2027 menjadi salah satu penderitaan paling memalukan. Bertandang ke markas Como di Italia pada Rabu, 21 Oktober 2026, barisan pemain bintang justru dilibas dengan skor mencolok 1-4. Hasil ini terasa kian menyakitkan lantaran tim lawan merupakan klub debutan di ajang tertinggi Eropa.
Organisasi permainan yang buruk serta ketidakmampuan membendung serangan cepat tuan rumah membuat pertahanan tim begitu mudah ditembus. Padahal sebagian besar pilar utama tampil sejak awal laga, tetapi tidak mampu menghindarkan tim dari hasil tragis. Hasil buruk ini makin menambah beban berat bagi Michael Carrick dalam mempertahankan posisinya sebagai juru taktik utama.
Fakta kekalahan di Italia meliputi:
- Skor akhir penderitaan pembantaian 1-4.
- Waktu pertandingan pada Rabu 21 Oktober 2026.
- Status lawan sebagai tim debutan Italia.
- Posisi pelatih Michael Carrick makin terancam.