Pencapaian bersejarah skuad Garuda di panggung Asia Tenggara seharusnya menjadi momen kebanggaan yang dirayakan penuh sukacita oleh seluruh pecinta sepak bola tanah air. Keberhasilan menjuarai ajang bergengsi setelah menanti puluhan tahun tentu memberikan dorongan emosional yang amat luar biasa.
Sayangnya, euforia selebrasi keberhasilan tersebut mendadak terganggu oleh kontroversi tampilan fisik seragam tempur terbaru. Niat baik mengabadikan gelar juara justru memicu perdebatan panas di kalangan suporter.
Sorotan tajam publik tertuju pada tambahan ornamen perisai emas yang baru dirilis secara resmi oleh pihak apparel. Antusiasme tinggi dari para penggemar seketika berubah menjadi gelombang kekecewaan mendalam.
Semangat Baru Skuad Garuda
Momen bersejarah yang ditorehkan oleh Timnas Indonesia pada ajang kejuaraan sepak bola Asia Tenggara kini diabadikan melalui rilisan terbaru. Momen kebanggaan tersebut rencananya bakal terus melekat pada seragam tempur resmi yang dikenakan para pemain di lapangan.
Pihak Kelme selaku penyedia apparel resmi secara resmi merilis jersey kandang yang telah dilengkapi dengan tambahan lambang khusus. Rilisan ini ditujukan untuk memberikan identitas pemenang serta penanda kejayaan bagi skuad nasional.
Detail Ornamen Emas Jersey
Berdasarkan unggahan foto pada media sosial resmi pihak produsen apparel, perisai kebanggaan ditempatkan di bagian dada tengah. Posisinya berada di antara logo produsen pada sisi kanan serta lambang Garuda pada sisi kiri. Bentuk perisai tersebut didominasi warna emas yang mewah.
Terdapat pula detail lambang Garuda kecil dengan tulisan Indonesia di dalamnya. Sementara itu, pada bagian tengah perisai memuat tulisan “Champions of ASEAN” menggunakan huruf kapital bergaya klasik.
Penempatan ornamen seperti ini merupakan hal yang lazim ditemui pada seragam tim nasional pemenang kejuaraan besar. Hal tersebut menjadi penanda status juara layaknya lambang pemenang piala dunia.
Di luar kehadiran ornamen emas tersebut, desain dasar baju tidak mengalami perubahan. Warna merah tetap mendominasi dengan sentuhan motif garis putih horizontal berbentuk goresan kuas.
Kritikan Pedas Warganet Media Sosial
Meskipun diniatkan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi, fenomena patch juara FIFA ASEAN CUP di Jersey Timnas Indonesia menuai kritik tajam dari para pendukung. Kolom komentar akun resmi apparel langsung dipenuhi beragam tanggapan kurang puas mengenai estetika desain tersebut.
Pengguna akun azkaalfi menyampaikan pandangannya mengenai penempatan lambang negara di dalam perisai emas melalui komentar: “biasanya patch juara kan logo kompetisinya yg dibuat gold, kok ini logo negaranya yg dibuat gold (?) *bertanya dengan nada sopaaaaan sekaliiii gaboong sumpah”
Pendapat senada juga disampaikan oleh akun dikodick69 yang menyarankannya agar lebih rapi: “Mohon maaf, mungkin akan lebih elegan jika logo Garuda di atasnya di ganti dengan logo Piala itu sendiri. Kan logo Garuda udah ada tuh di samping kurang gede apa coba.”
Selain itu, akun cattivo.man turut memberikan tanggapan sinis terhadap estetika rilisan tersebut: “Kok ada garudanya 🤣 ini kogo kompetisi apa bisnis patch 😂”
Saran mengenai perbandingan standar turnamen internasional juga diungkapkan oleh akun aldykeliat: “Seharus nya patch nya tu logo piala FIFA Asean cup , biar kek FIFA world cup dan FIFA intercontinental”
Komentar Komunitas Kolektor Jersey
Perdebatan tidak hanya meramaikan Instagram, tetapi juga merebak di media sosial X. Akun pengamat @MafiaWasit mempertanyakan keabsahan lisensi rilisan tersebut dengan menuliskan: “Masalahnya Patch Juara “Bertahan” ini bukan dari FIFA/AFC atau AFF langSUng kan?”
Akun tersebut menambahkan penjelasan mengenai inisiatif independen produsen apparel: “Apparel Timnas inisiatif sendiri, seperti halnya klub–klub Indonesia yang nambah bintang di atas logo tanda juara kan?”
Tanggapan tersebut diperkuat oleh akun @Officialkjti dari komunitas kolektor jersey yang menuliskan: “Biasanya bukannya logo kejuaraan yang dibikin emas atau logo federasi dengan sentuhan emas, bukan negara yg juaranya?”
Kemenangan Manis Final Turnamen
Gelar juara tersebut diraih setelah perjuangan sengit pada laga pamungkas melawan Timnas Thailand. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin (5/10/2026) berakhir imbang 2-2 selama 120 menit. Gol balasan dicetak oleh Iklas pada menit ke-89 serta Elkan Baggott pada menit ke-115 extra time.
Kemenangan akhirnya dipastikan melalui babak adu penalti dengan skor 4-2. Keberhasilan ini mengakhiri penantian panjang selama 35 tahun bagi sepak bola tanah air.