Kapan Musim Hujan 2026 Dimulai Menurut BMKG Serta Peta Pergeseran Cuaca

BMKG memprediksi awal musim hujan 2026 mundur akibat El Niño sangat kuat. Ketahui jadwal lengkap kedatangan hujan di berbagai daerah.

Anomali suhu udara di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur terus menjadi sorotan utama lembaga meteorologi. Kenaikan suhu permukaan air laut tersebut memicu pergeseran pola iklim yang berdampak langsung pada siklus cuaca harian di wilayah Nusantara.

---Advertisement---

Kondisi udara yang relatif kering membuat berbagai pihak mempertanyakan kepastian datangnya musim basah. Informasi resmi dari pemerintah menjadi pijakan penting bagi sektor pertanian, pengelola sumber daya air, hingga masyarakat umum.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data analisis iklim komprehensif untuk memberikan kepastian mengenai proyeksi kedatangan air hujan di seluruh pelosok negeri.

Prediksi Kapan Musim Hujan 2026 Dimulai

Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim hujan pada periode November 2026 sebanyak 185 Zona Musim (ZOM) atau mencakup 24,66 persen luas daratan Indonesia. Wilayah berikutnya menyusul pada Desember 2026 sebanyak 266 ZOM atau 17,31 persen luas daratan Indonesia.

Kedatangan masa basah ini diawali dari wilayah Sumatera bagian utara. Selanjutnya, pergerakan awan hujan bergeser secara bertahap menuju wilayah Indonesia lainnya hingga penghujung tahun.

---Advertisement---

Perhitungan klimatologi menunjukkan awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur. Pergeseran waktu mundur ini terjadi pada 529 ZOM yang mewakili 61,08 persen luas daratan Indonesia.

Sementara itu, kawasan yang mencatatkan awal musim hujan sama dengan kondisi normalnya hanya berada pada 26 ZOM. Luasan tersebut mencakup sekitar 2,15 persen dari total daratan Indonesia.

Dampak El Niño Terhadap Durasi Musim

Anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik pada Agustus 2026 di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur mencapai angka +2,83. Indeks El Niño Southern Oscillation (ENSO) pada periode Juni, Juli, dan Agustus 2026 menunjukkan nilai sebesar +2,20.

Angka indikator tersebut mengonfirmasi bahwa fenomena ENSO sedang berada pada fase El Niño Sangat Kuat. Kondisi dinamika atmosfer ini diprediksi akan bertahan pada fase El Niño hingga awal tahun 2027.

Dampak pemanasan suhu laut di Samudera Pasifik berpengaruh nyata terhadap durasi masa basah. Sebagian besar wilayah Indonesia sebanyak 482 ZOM atau 51,90 persen luas daratan diprediksi mengalami musim hujan 2026/2027 yang lebih pendek dari normalnya.

Meskipun durasi waktu hujan tergolong memendek, akumulasi curah hujan secara umum tidak mengalami penurunan ekstrem. Akumulasi curah hujan pada periode musim hujan di sebagian besar Indonesia sebanyak 510 ZOM atau 69,76 persen luas daratan diprediksi berada pada kategori normal atau mendekati kondisi rata-rata klimatologisnya.

Proyeksi Puncak Musim Hujan Di Indonesia

Pergeseran pola iklim global turut mengubah proyeksi waktu intensitas air hujan tertinggi di setiap pulau. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan secara bertahap sejak penghujung tahun hingga awal tahun berikutnya.

---Advertisement---

Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada bulan Desember 2026 sebanyak 155 ZOM atau 36,94 persen luas daratan. Wilayah lain menyusul pada bulan Januari 2027 sebanyak 162 ZOM atau 25,68 persen luas daratan, serta bulan Februari 2027 sebanyak 190 ZOM atau 16,79 persen luas daratan.

Hasil analisis pemetaan BMKG memperlihatkan bahwa puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi lebih lambat atau mundur. Fase puncak yang mundur ini meliputi 332 ZOM atau mencakup 50,76 persen luas daratan Indonesia.

Adapun wilayah yang mencatatkan puncak musim hujan sama dengan kisaran rata-rata normalnya berjumlah 275 ZOM. Angka tersebut mewakili sekitar 39,69 persen dari total daratan Indonesia.