Kata-Kata Presiden Como Mirwan Suwarso Puji Cesc Fabregas Usai Libas Lens di Liga Champions

Presiden Como Mirwan Suwarso memberikan apresiasi khusus kepada Cesc Fabregas usai kemenangan bersejarah klub Italia tersebut atas Lens di panggung Liga Champions.

Panggung megah Eropa kembali menyaksikan cerita spektakuler dari klub asal Italia yang dimiliki pengusaha Indonesia. Laju impresif skuad berjuluk I Lariani tersebut semakin menegaskan transformasi luar biasa mereka di kompetisi elite benua biru.

Keberhasilan menembus jajaran teratas sepak bola Eropa bukan sekadar kebetulan semata. Keharmonisan manajemen dan jajaran pelatih menjadi kunci utama di balik kebangkitan tim yang beberapa musim lalu masih berjuang dari kasta bawah.

Puncak kekaguman jajaran manajemen terpancar usai pertandingan tandang terbaru mereka. Pengusaha asal Indonesia yang menjabat sebagai Presiden Klub secara terbuka menyampaikan pesan penuh apresiasi kepada sang pelatih kepala melalui media sosial.

Apresiasi Khusus Mirwan Suwarso

Presiden Como, Mirwan Suwarso, mengungkapkan rasa bangga atas kepemimpinan Cesc Fabregas. Melalui unggahan di Instagram Story, pria asal Indonesia itu memberikan penghormatan khusus kepada sang pelatih atas pencapaian luar biasa timnya.

“Suatu kehormatan dan keistimewaan bagi saya untuk menyebut Anda sebagai kolega,” tulis Mirwan sambil menandai akun Instagram Fabregas. Ia juga menambahkan, “Saya kagum dan tidak akan terlalu keberatan dengan penerbangan larut malam.”

Ungkapan tersebut meluncur usai Como mempermalukan tuan rumah Lens dengan skor sembilan gol pada matchday keempat Liga Champions di Stadion Bollaert-Delelis. Hasil 9-1 ini mengantarkan Como menjadi tim pertama sepanjang sejarah Liga Champions yang mencetak sembilan gol di laga tandang.

Pesta Gol Bersejarah Como

Keperkasaan tim asuhan Fabregas di markas Lens diwarnai ketajaman lini serang yang sangat produktif. Anastasios Douvikas menjadi bintang lapangan dengan membukukan hattrick pada menit ke-7, 32, dan 57.

Lima pemain lainnya turut menyumbang gol dalam laga tersebut. Nico Paz membobol gawang lawan pada menit ke-40, disusul Lucas Da Cunha (47′), Marc-Oliver Kempf (54′), Mattia Liberali (62′), Martin Baturina (69′), serta Matteo Papaccioli (90+2′).

Tambahan gol ini memperkokoh ketajaman Como di panggung internasional. Dari empat pertandingan Liga Champions musim ini, Como sudah mengoleksi 19 gol dan hanya kalah dari satu tim yang telah membukukan 20 gol.

Lompatan Fantastis Tujuh Musim

Pencapaian ini terasa kian mengagumkan jika melihat perjalanan klub beberapa tahun terakhir. Tujuh musim lalu, Como masih berkompetisi di Serie D atau kasta keempat sepak bola Italia sebelum akhirnya mampu bersaing di panggung tertinggi Eropa.

Di bawah arahan Fabregas, tim yang sempat menumbangkan Manchester United 4-1 ini memperpanjang catatan impresif menjadi enam kemenangan beruntun di seluruh kompetisi. Prestasi tersebut membuktikan tangan dingin pelatih asal Spanyol tersebut.

Pesan Rendah Hati Fabregas

Meski bangga dengan penampilan anak asuhnya, Fabregas mengingatkan para pemain agar tidak terlena dengan kemenangan besar tersebut. Dia menilai pencapaian Como merupakan momen istimewa, terutama bagi para pemain muda yang sedang membangun karier profesional.

“Ini adalah malam yang luar biasa bagi Como, bagi seluruh penggemar kami, dan bagi banyak pemain muda di sini yang sedang mengawali karier mereka,” ujar mantan pemain Barcelona, Arsenal, dan AS Monaco tersebut.

Fabregas meminta skuadnya tetap menjaga sikap dan rendah hati. “Mereka harus tetap membumi, rendah hati, terus belajar, dan tidak berpikir bahwa segala sesuatunya akan berjalan baik mulai sekarang.”

Ia menekankan agar timnya terus memelihara konsistensi permainan. “Mereka harus terus bekerja keras untuk mempertahankan penampilan seperti ini,” ujar Fabregas menutup pernyataannya.