Bencana asap pekat dan ancaman kobaran api yang melahap kawasan hutan di pulau Kalimantan menggerakkan kepedulian berbagai pihak. Krisis lingkungan ini tidak hanya menuntut ketangguhan tim pemadam di lapangan, tetapi juga memanggil jiwa kemanusiaan para figur publik.
Aksi nyata di tengah kepulan asap tebal diperlihatkan oleh deretan selebritas papan atas yang rela meninggalkan kenyamanan ibu kota. Kehadiran mereka di lokasi bencana menjadi dorongan moril sekaligus bantuan fisik langsung bagi warga yang terdampak.
Perjuangan menembus medan sulit serta guyuran hujan yang belum sepenuhnya memadamkan barabara api memperlihatkan situasi darurat yang sebenarnya. Langkah nyata para deretan publik figur ini membawa harapan di tengah kabut yang mengepung pemukiman.
Aksi Hesti Purwadinata Di Pahandut
Kehadiran Hesti Purwadinata di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Selasa (3/11/2026) menjadi bukti kepedulian mendalam. Bersama tim Sekolah Relawan, ia langsung bergerak menuju Desa Pahandut untuk menyalurkan bantuan dan pelayanan kesehatan.
Hesti ikut mengusung selang dan mengguyur titik api di lahan terdampak meski gerimis hujan sempat mengguyur area kebakaran. Karakter api bawah tanah yang membandel membuat proses pemadaman membutuhkan kerja ekstra keras.
Pengalaman berat memadamkan bara api yang terus membara tersebut dibagikan Hesti melalui akun media sosial pribadinya. Ia meluapkan kekesalannya atas sifat api yang sulit benar-benar padam di area gambut.
“Susah banget dibilanginnya. Tambeng banget. Ini sudah mati di sini, tiba-tiba muncul lagi di situ,” ujar Hesti dalam unggahannya.
Penanganan Kabut Asap Ria Ricis
Langkah serupa ditempuh YouTuber Ria Ricis yang menerjang kawasan terdampak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Kamis (5/11/2026). Selain memantau lokasi bekas kebakaran, ia turut mendistribusikan pasokan air bersih bagi masyarakat sekitar.
Ricis memperlihatkan kepulan asap tebal yang masih membubung tinggi di sekitar fasilitas publik dan rumah sakit. Ia menegaskan bahwa pembasahan lahan wajib terus dilakukan kendati kobaran api tampak sudah padam di permukaan.
Melalui unggahan videonya, Ricis menggambarkan suasana memprihatinkan di lokasi yang masih diselimuti kabut asap pekat. Petugas pemadam kebakaran terus bersiaga membasahi sisa-sisa titik api yang berpotensi menyala kembali.
“Baru aja padam, itu masih ada asap. Itu masih ada asap, itu masih ada mobil pemadam. Ini masih ada damkar. Sedih banget,” ujarnya melalui media sosial.
Ia juga menepis anggapan sekelompok warganet yang menilai aksinya terlambat datang ke lokasi bencana. Menurutnya, ancaman asap dan titik api belum sepenuhnya reda di lapangan.
“Kata siapa sudah enggak ada asap dan api? Ya, masih ada asap,” katanya menanggapi komentar warganet.
Sebaran Titik Panas Enam Provinsi
Aksi kepedulian sosial ini juga diperkuat oleh sederet figur publik lainnya seperti Sherina Munaf, Zaskia Adya Mecca, dan Riyuka Bunga di Palangka Raya. Kolaborasi relawan dan penggiat seni ini memicu perhatian lebih besar terhadap penanganan karhutla.
Berdasarkan data resmi Dashboard Informasi Penanganan Karhutla Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu (4/11/2026), situasi kebakaran hutan masih berada pada level waspada. Petugas mencatat keberadaan 588 titik panas dan 149 titik api di enam provinsi.
Sebaran wilayah terdampak karhutla tersebut meliputi provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Selatan. Sinergi lintas pihak sangat dibutuhkan untuk memutus rantai bencana asap tahunan ini.