Drakor The Scandal di Netflix Viral: Cek Sinopsis, Daftar Pemain, dan Alasan Wajib Nonton

Drakor The Scandal resmi tayang di Netflix. Simak sinopsis, daftar pemain, serta lima alasan utama mengapa serial saeguk populer ini sangat wajib ditonton.

Janalokajournal.id – Platform pemutar film digital Netflix baru saja merilis serial orisinal terbarunya bertajuk drakor The Scandal pada Jumat, 18 September 2026. Serial bergenre saeguk ini dibintangi Son Ye Jin sebagai Lady Cho, Ji Chang Wook memerankan Cho Won, dan Nana berperan jadi An Hui Yeon.

Kehadiran tayangan berlatar era kerajaan ini langsung mencuri perhatian luas di kalangan penikmat drama Korea. Serial yang diadaptasi dari film legendaris Untold Scandal karya sutradara E J-yong yang dirilis pada tahun 2003 silam tersebut menyajikan jalinan intrik serta konflik emosional yang mendalam di setiap episodenya.

Sejak pertama kali diluncurkan ke publik, drakor The Scandal banyak dibahas oleh penonton di berbagai media sosial. Sorotan media terutama tertuju pada banyaknya keberanian adegan terbuka serta visualisasi adegan intim yang disajikan sepanjang kedelapan episodenya.

Meski demikian, daya tarik utama drakor The Scandal sebetulnya bukan terletak pada adegan-adegan panasnya semata. Garapan sinematik ini menyimpan kedalaman cerita yang sarat akan pesan moral, kritik sosial, serta dinamika hubungan antarmanusia yang sangat kompleks.

Sinopsis Drakor The Scandal

Alur cerita drakor The Scandal berfokus pada kehidupan Madam Cho atau Lady Cho, seorang perempuan berparas memikat dan memiliki bakat luar biasa pada era Dinasti Joseon. Kendati dibekali kecerdasan tinggi, ia merasa kehidupannya terhalang oleh berbagai batasan sosial ketat yang diterapkan khusus terhadap kaum wanita pada zaman tersebut.

Merasa terkekang oleh aturan tradisi, Madam Cho akhirnya memprakarsai sebuah kesepakatan rahasia dengan seorang pria bangsawan bernama Cho Won. Keduanya sepakat untuk terlibat dalam sebuah permainan rayuan serta manipulasi romansa demi meraup keuntungan dan kepuasan pribadi masing-masing.

Cho Won sendiri dikenal sebagai sosok pria menawan yang tidak percaya pada konsep cinta sejati dan hanya menikmati hubungan asmara tanpa ikatan serius. Demi mendapatkan imbalan menarik yang dijanjikan oleh Madam Cho, Cho Won menyetujui perjanjian manipulatif tersebut tanpa ragu.

Target utama dari permainan licik kedua orang tersebut adalah Hui Yeon, seorang perempuan berstatus janda yang memilih hidup mengasingkan diri. Sosok Hui Yeon telah menempuh perjalanan hidup penuh kesunyian selama 20 tahun seorang diri setelah ditinggalkan oleh suaminya.

Cho Won pun mulai menjalankan misinya dengan mendekati Hui Yeon secara intensif meski berulang kali mendapatkan penolakan tegas. Namun, seiring berjalannya waktu dan berbagai upaya persistent yang dilakukan, pertahanan batin Hui Yeon mulai goyah oleh kehadiran Cho Won dalam hidupnya.

Daftar Pemain Utama

Keberhasilan penyampaian emosi dalam drakor The Scandal didukung kuat oleh jajaran pemeran kelas atas industri hiburan Korea Selatan. Para aktor dan aktris berbakat ini sukses menghidupkan karakter-karakter rekaan sejarah dengan sangat apik:

Son Ye Jin sebagai Madam Cho / Lady Cho

Memerankan perempuan cerdas yang hidup di era Joseon dengan kekungkungan aturan sosial. Keinginannya yang terhalang mendorongnya menciptakan permainan rahasia yang penuh risiko.

Ji Chang Wook sebagai Cho Won

Memerankan pria rupawan dengan jiwa bebas yang sangat populer di kalangannya. Karakter ini terbiasa mempermainkan perasaan perempuan sebelum akhirnya menyetujui manipulasi romansa demi keuntungan tertentu.

Nana sebagai An Hui Yeon

Memerankan sosok janda yang menjalani kehidupan tertutup selama dua dekade usai kehilangan suaminya. Kehidupannya yang tenang berubah drastis akibat kedatangan Cho Won.

Sorot Isu Patriarki

Alasan pertama yang membuat drakor The Scandal sangat layak disaksikan adalah konsistensinya dalam mengangkat isu kesetaraan gender. Sejak episode awal, drakor ini secara konsisten membahas beragam isu patriarki yang mengakar kuat di dalam tatanan masyarakat.

Penonton diajak melihat langsung ketidakadilan yang dialami oleh karakter Lady Cho. Meskipun cerdas dan berbakat dalam bidang seni, ia tidak bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya kepada dunia luar hanya karena terlahir sebagai seorang perempuan.

Nasib tragis yang dialami oleh An Hui Yeon juga menjadi cermin nyata dari ketimpangan norma sosial masa lalu. Sebagai janda yang ditinggal mati suaminya, aturan Joseon melarang keras dirinya untuk menikah lagi, bahkan ia mendapat tekanan sosial untuk mengakhiri hidupnya demi gelar kehormatan tradisi.

Sajian Kritik Sosial

Selain menyoroti ketimpangan gender, drakor The Scandal juga menyelipkan berbagai kritik sosial yang tajam ke dalam jalinan ceritanya. Pengemasan pesan kritik ini disampaikan secara kreatif sehingga terasa tidak menggurui bagi para penonton.

Menariknya, sebagian kritik mengenai perbedaan kelas sosial dikemas dalam bentuk lirik pansori dengan sentuhan komedi satir. Pendekatan budaya ini memberikan warna tersendiri dalam menggambarkan ketimpangan antara rakyat biasa dan kaum bangsawan.

Sebagai gambaran pada episode kedua, terdapat adegan yang memperlihatkan rakyat jelata diwajibkan mengosongkan jalan demi pejabat yang melintas dengan tandu. Di tengah situasi tersebut, perjalanan seorang ibu yang hendak melahirkan menjadi terhambat akibat kesewenang-wenangan aturan kelas penguasa.

Tragedi Asmara Kelam

Unsur penulisan skenario drakor The Scandal juga menawarkan penekanan sisi emosional yang jauh lebih dramatis jika dibandingkan dengan versi film layar lebarnya. Fokus hubungan antar karakter digali secara mendalam untuk memperlihatkan dinamika konflik batin yang nyata.

Salah satu fokus utamanya menelusuri ikatan kelam antara Lady Cho dan Cho Won yang ternyata berstatus sebagai saudara sepupu. Dalam narasi cerita, keduanya merupakan cinta pertama bagi satu sama lain sebelum takdir memisahkan hubungan manis tersebut.

Lady Cho terpaksa mengorbankan perasaannya dan menerima perjodohan dengan pria lain demi memenuhi keinginan sang ayah. Keputusan pahit tersebut menjadi titik balik yang mengubah kepribadian Cho Won hingga tumbuh menjadi sosok pria petualang cinta yang dingin.

Unsur Kesenian Tradisional

Sisi menarik berikutnya dari drakor The Scandal adalah keberhasilannya memadukan alur cerita fiksi dengan kekayaan budaya lokal. Berlatar era Dinasti Joseon, drakor ini secara cerdas memasukkan berbagai kesenian yang sudah lama dikenal menjadi ciri khas dari Korea.

Para penonton disajikan beragam pertunjukan seni tradisional yang diafiliasikan langsung ke dalam alur drama. Integrasi budaya ini ditampilkan secara natural melalui pementasan seni musik berupa pansori hingga hasil karya seni lukis dan seni kaligrafi kuno.

Serial ini bahkan tidak ragu untuk membahas keberadaan karya lukisan vulgar serta naskah cerita erotis dalam konteks sejarah. Penjelasan historis tersebut memberikan wawasan baru mengenai perkembangan karya seni underground pada masa kerajaan Joseon.

Estetika Visual Memukau

Kelebihan utama yang menyempurnakan drakor The Scandal terletak pada kualitas pengerjaan visualnya yang sangat mengagumkan. Tim produksi berhasil mengeksekusi pengambil gambaran latar dengan standar sinematografi yang sangat tinggi.

Drakor ini menawarkan sinematografi yang artistik dan juga estetik lewat sajian berupa pemandangan serta penampakan alam yang begitu indah. Setiap sudut pengambilan gambar dirancang secara matang untuk memperkuat nuansa klasik era kerajaan.

Keindahan visual tersebut makin lengkap dengan rancangan tata busana para pemain yang digarap secara detail. Pakaian hanbok yang dikenakan para karakter perempuan terlihat sangat memukau, anggun, serta memanjakan mata penonton sepanjang penayangan serial.

Kombinasi antara karakter yang kompleks akibat kisah cinta tragis, kualitas sinematografi memukau, hingga penyampaian isu patriarki dan kritik sosial menjadikan karya ini memiliki nilai seni yang tinggi. Oleh karena itu, drakor The Scandal terbukti menyajikan tontonan berkualitas yang jauh melebihi sensasi adegan dewasa semata.