Peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang kawasan laut di selatan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa, 13 Oktober 2026 sore. Meskipun berlangsung dalam waktu yang singkat, getaran dari peristiwa alam ini terasa hingga wilayah tetangga seperti Kabupaten Ponorogo.
Sejumlah warga di wilayah Ponorogo mengonfirmasi adanya sensasi guncangan mendadak yang mereka rasakan saat beraktivitas di dalam rumah maupun fasilitas umum. Peristiwa ini sempat mengagetkan masyarakat setempat yang sedang menikmati waktu luang di penghujung sore hari.
Getaran Terasa di Sampung
Peristiwa getaran gempa Pacitan felt di beberapa titik, salah satunya dialami oleh Suyati, seorang warga Desa Ringinputih, Kecamatan Sampung, Ponorogo. Dirinya merasakan guncangan tiba-tiba ketika sedang duduk di dalam tempat ibadah usai menuntaskan ibadah sore.
Guncangan yang berlangsung sangat singkat tersebut sempat membuat Suyati berserta jemaah lain mengira ada gangguan kesehatan pribadi sebelum akhirnya menyadari bahwa itu merupakan getaran gempa bumi.
“Tadi ya kerasa greg gitu, ya sangat cepat, ya mungkin kerasanya cuma 1 detik,” kata Suyati.
“Ini tadi duduk santai dengan jemaah lain usai salat ashar, saya kira gerakan cepat tadi saya lagi pusing, ternyata ada gempa itu, sangat cepat memang getarannya,” pungkasnya.
Data Resmi Rilis BMKG
Berdasarkan laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui saluran infografis kebencanaan, guncangan gempa bumi tersebut tercatat terjadi persis pada pukul 17.22.02 WIB. Pusat gempa terdeteksi berada di perairan Laut Selatan Jawa.
Hasil analisis BMKG menunjukkan titik episenter berada pada koordinat 9,06 derajat Lintang Selatan serta 111,37 derajat Bujur Timur. Lokasi persisnya berjarak kurang lebih 103 kilometer di arah selatan Pacitan dengan tingkat kedalaman mencapai 10 kilometer di bawah permukaan air laut.
Pihak otoritas meteorologi menyatakan bahwa informasi awal peristiwa gempa ini dirilis dengan mengedepankan kecepatan penyampaian pesan ke publik. Pengolahan data pembanding masih terus berjalan sehingga detail parameter gempa dapat mengalami penyesuaian seiring bertambahnya pasokan data stasiun pemantau.
mayarakat diimbau untuk tetap tenang dan selalu memantau perkembangan data mutakhir melalui saluran komunikasi resmi yang disediakan oleh otoritas terkait.