Iring-Iringan 250 Truk GSJT Ancam Kelancaran Lalu Lintas Surabaya Sidoarjo

Rombongan 250 truk GSJT bergerak ke Surabaya. Kepolisian siaga mengamankan rute guna mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas.

Massa aksi Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) mulai bergerak dari kawasan Puspa Agro, Sidoarjo menuju sejumlah titik strategis di Kota Surabaya pada Rabu (30/9/2026) siang. Pergerakan rombongan angkutan berat tersebut diperkirakan bakal memicu kepadatan arus kendaraan di sepanjang jalur utama penghubung Sidoarjo dan Surabaya.

Jajaran petugas kepolisian dari lintas wilayah telah bersiap melakukan pengawalan secara ketat di sepanjang rute perjalanan rombongan unjuk rasa. Pengamanan terpadu ini difokuskan untuk meminimalkan potensi hambatan dan menjaga kelancaran mobilitas warga.

Rombongan Armada Besar

Iptu Celvin Ferdinando Samosir Kanit Patroli Polresta Sidoarjo melaporkan, “sekitar 250 unit kendaraan yang terdiri dari truk dan kendaraan towing bergerak menuju Surabaya.”

Kehadiran ratusan armada angkutan berat dalam satu iring-iringan besar dipastikan bakal melambatkan laju kendaraan lain di sepanjang jalan protokol. Oleh karena itu, petugas kepolisian disiagakan di berbagai persimpangan rawan kemacetan untuk mengatur pengalihan arus lalu lintas secara cepat apabila terjadi penumpukan kendaraan.

Sasaran Lokasi Aksi

Sementara itu, AKP Irwansyah Saputra Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polrestabes Surabaya menyampaikan sejumlah lokasi yang direncanakan menjadi titik tujuan massa GSJT. Berdasarkan data awal kepolisian, beberapa lokasi sasaran aksi meliputi:

  • Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani.
  • Pertamina Jagir.
  • Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan.
  • Kantor PT Jasa Raharja Jawa Timur.

Titik tujuan tersebut terletak di kawasan pusat pemerintahan serta area vital perekonomian kota. Penumpukan armada di titik penyeberangan serta persimpangan utama diprediksi memberikan dampak langsung terhadap penurunan kecepatan laju kendaraan di sekitarnya.

Koordinasi Antarwilayah Kepolisian

Polrestabes Surabaya masih berkoordinasi dengan Polresta Sidoarjo untuk memastikan jumlah kendaraan yang melanjutkan perjalanan ke Surabaya serta titik tujuan aksi. Sinergi antarwilayah ini sangat krusial guna memetakan alokasi personel pengamanan di titik perbatasan secara efektif.

Petugas gabungan terus memantau pergerakan rombongan secara berkala sejak keluar dari titik keberangkatan awal. Pantauan intensif dilakukan agar dampak perlambatan arus lalu lintas di kawasan perbatasan hingga pusat kota dapat ditekankan sedini mungkin.

Upaya Pengaturan Lalu Lintas

Pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilakukan untuk mengantisipasi dampak pergerakan ratusan kendaraan terhadap arus lalu lintas di jalur yang dilalui massa. Jalur protokol vital seperti kawasan Jalan Ahmad Yani yang menjadi pintu masuk utama menuju pusat Kota Surabaya mendapat porsi perhatian ekstra dari petugas pengatur jalan.

Guna menghindari potensi penumpukan kendaraan yang kian parah, para pengguna jalan umum disarankan mempertimbangkan penggunaan rute alternatif selama kegiatan unjuk rasa berlangsung. Penyesuaian rute perjalanan ini diharapkan mampu menjaga mobilitas harian warga agar tetap berjalan lancar tanpa terganggu oleh kepadatan iring-iringan armada aksi.

Pengawasan Titik Rawan

Pengawasan di lapangan terus ditingkatkan guna menjamin ketertiban selama pengawalan berlangsung. Personel disebar di titik perlintasan berisiko tinggi untuk memprioritaskan kelancaran jalur kendaraan darurat seperti ambulans maupun pemadam kebakaran.

Melalui antisipasi yang terukur, dampak kemacetan di sepanjang jalur perlintasan diharapkan dapat terkendali secara optimal. Koordinasi berkelanjutan terus dijalankan hingga seluruh rangkaian pergerakan massa aksi tersebut selesai dilaksanakan secara tertib dan aman.