Rasa cemas pendukung Timnas Indonesia membuncah saat melihat daftar susunan pemain pertandingan terbaru di Liga Italia. Sosok tangguh Jay Idzes harus kembali menghilang dari skuad akibat masalah fisik yang berkepanjangan.
Dampak ketidakhadiran sang benteng pertahanan langsung terasa pahit bagi klub yang dibelanya. Pertarungan sengit di lapangan hijau berujung pada penderitaan yang membuat posisi tim semakin terpuruk.
Pertandingan pekan kedelapan Serie A 2026/2027 menjadi momen krusial yang mengubah peta persaingan papan atas. Kegagalan meraih poin ini memicu keprihatinan luas mengenai kondisi kebugaran pilar utama tim nasional.
Dominasi Seri Como Di Sinigaglia
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Sabtu, 24 Oktober 2026 malam WIB menyajikan pertunjukan yang luar biasa dari tim tuan rumah. Skuad besutan Cesc Fabregas langsung memperlihatkan penguasaan bola yang dominan sejak menit awal babak pertama dimulai. Kombinasi umpan-umpan pendek yang diperagakan para pemain Como berhasil mengurung lini pertahanan tim tamu secara konsisten.
Tekanan bergelombang terus dilancarkan oleh kubu Como demi mengincar gol pembuka laga. Tuan rumah sempat merayakan gol melalui aksi Lucas da Cunha pada fase awal pertandingan, namun dianulir oleh wasit karena posisi offside. Peluang emas lain juga tercipta ketika tembakan keras dari sudut sempit yang dilepaskan Anastasios Douvikas membentur mistar gawang usai memantul pemain lawan.
Ancaman Como tidak berhenti di situ saja karena kiper Stefano Turati harus bekerja keras melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-17. Penjaga gawang Sassuolo tersebut berhasil menghentikan sepakan terukur dari Douvikas sebelum mengamankan tembakan Maxence Caqueret pada menit ke-23. Sassuolo sempat memberikan ancaman balasan lewat skema serangan balik cepat, namun gol Darryl Bakola menjelang jeda juga dianulir akibat offside.
Sihir Dua Gol Anastasios Douvikas
Buntu pada babak pertama, Cesc Fabregas melakukan perubahan taktik dengan memasukkan tiga amunisi baru sekaligus usai turun minum. Masuknya Jayden Addai, Jacobo Ramon, dan Luis Milla langsung memberikan penyegaran yang signifikan terhadap alur serangan Como. Hasil dari perubahan tersebut langsung berbuah manis saat laga babak kedua baru berjalan empat menit.
Pada menit ke-49, serangan teratur yang dibangun dari sisi kiri lapangan berhasil menembus pertahanan lawan. Maxence Caqueret melepaskan umpan silang akurat ke dalam kotak penalti yang disambut dengan penyelesaian jarak dekat oleh Anastasios Douvikas. Bola meluncur mulus tanpa bisa dijangkau kiper Stefano Turati sehingga mengubah papan skor menjadi 1-0.
Koleksi gol penyerang asal Yunani tersebut bertambah saat pertandingan memasuki menit ke-60. Berawal dari penetrasi tajam Kaiki di sisi kiri lapangan, umpan mendatar yang dilepaskan ke area terlarang kembali disambar dengan sempurna oleh Douvikas. Dua gol kilat tersebut menyegel keunggulan Como menjadi 2-0 sekaligus mematikan perlawanan tim tamu.
Dampak Absennya Bek Jay Idzes
Kekalahan yang diderita Sassuolo pada laga ini tidak lepas dari rapuhnya barisan pertahanan mereka. Ketidakhadiran Jay Idzes menjadi celah besar yang gagal ditutupi oleh pelatih Alberto Aquilani. Bek andalan Timnas Indonesia tersebut terpaksa menepi dari lapangan hijau akibat masalah cedera paha yang belum pulih sepenuhnya.
Absennya Idzes membuat Aquilani terpaksa menduetkan Duje Caleta-Car dan Fali Cande di jantung pertahanan. Meski sempat tampil cukup solid mematahkan serangan pada paruh pertama, koordinasi lini belakang Sassuolo tampak goyah memasuki babak kedua. Dua gol yang bersarang ke gawang tim tamu berawal dari kelenggahan pemain dalam mengawal pergerakan penyerang lawan di area penalti.
Kondisi fisik Jay Idzes kini menjadi perhatian besar bagi para pencinta sepak bola tanah air. Proses pemulihan cedera sang pemain sangat diharapkan berjalan cepat agar bisa kembali merumput pada laga-laga berikutnya di Serie A.
Buntunya Lini Serang Tim Sassuolo
Selain masalah di barisan pertahanan, Sassuolo juga menghadapi kendala besar dalam membangun serangan yang efektif. Masuknya pemain pengganti seperti Armand Lauriente, Josh Doig, dan Luca Lipani pada babak kedua tetap tidak mampu membongkar ketahanan tim tuan rumah. Kiper Como, Jean Butez, relatif tidak mendapat ancaman berbahaya sepanjang 90 menit pertandingan.
Statistik resmi pertandingan memperlihatkan ketimpangan performa yang sangat mencolok di antara kedua tim:
- Sassuolo hanya mampu melepaskan tujuh kali percobaan tembakan.
- Tidak ada satu pun tembakan Sassuolo yang mengarah tepat ke gawang.
- Como berhasil mencatatkan total 14 kali percobaan tembakan.
- Tuan rumah melepaskan enam tembakan yang mengarah tepat ke sasaran.
- Como menguasai jalannya laga dengan persentase penguasaan bola mencapai 56 persen.
Ketidakmampuan Sassuolo menciptakan tembakan tepat sasaran menjadi bukti betapa buntunya skema penyerangan mereka. Hasil ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi jajaran pelatih untuk segera melakukan pembenahan.
Posisi Como Di Klasemen Sementara
Kemenangan bernilai tinggi ini membuat Como berhasil mengamankan tambahan tiga poin berharga di kandang sendiri. Koleksi poin tim asuhan Cesc Fabregas kini melonjak menjadi 17 poin dari delapan pertandingan yang telah dijalani musim 2026/2027. Tambahan angka tersebut mendongkrak posisi Como ke urutan keempat klasemen sementara Serie A.
Perkembangan pesat ini mempertegas status Como sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam persaingan papan atas Liga Italia.
Sebaliknya, kekalahan ini menahan posisi Sassuolo di peringkat ke-14 dengan koleksi delapan poin. Sassuolo harus segera bangkit mengingat laga berat melawan Lazio sudah menanti pada Selasa, 27 Oktober 2026 mendatang.