Janalokajournal.id – Aktris sekaligus idola K-Pop Nana, atau yang memiliki nama asli Im Jin Ah, menjadi pusat perhatian publik akibat penampilannya dalam serial terbaru Netflix berjudul The Scandal. Serial berlatar era Kerajaan Joseon tersebut memicu kontroversi di kalangan penonton setelah resmi ditayangkan pada September 2026.
Penampilan fisik sang aktris dinilai sebagian masyarakat kurang cocok dengan latar sejarah yang dibawakan. Tudingan mengenai penggunaan prosedur estetika seperti suntik filler bibir menjadi salah satu poin utama yang memicu gelombang kritik dari para penikmat drama Korea.
Serial berlabel 19+ yang menceritakan intrik kehidupan warga kelas atas era Joseon ini sebenarnya sangat dinantikan. Namun, sorotan publik justru tertuju pada area bibir sang aktris yang dianggap terlalu modern untuk menggambarkan sosok janda pada era sejarah tersebut.
Mengungkap Alasan Gelombang Kritik Penonton
Perdebatan mengenai penampilan fisik tokoh utama dalam serial sejarah memang kerap terjadi di industri hiburan. Dalam kasus ini, visual bibir sang aktris dianggap menyimpang dari estetika tradisional masyarakat Korea pada periode tahun 1300-an hingga 1800-an.
Banyak penonton menyampaikan rasa kecewa karena detail visual tersebut dinilai mengganggu impresi cerita. Kritik keras membanjiri berbagai platform media sosial segera setelah episode awal serial tersebut dipublikasikan.
Isu bentuk bibir ini kemudian berkembang menjadi diskusi hangat yang mengalihkan perhatian publik dari alur cerita utama. Penonton merasa keputusan estetika pribadi seharusnya tidak memengaruhi autentisitas peran dalam drama sejarah.
Menyampaikan Penyesalan Lewat Platform Penggemar

Merespons gelombang kritik yang makin meluas, Nana memilih angkat bicara secara langsung untuk meredakan situasi. Melalui platform obrolan khusus penggemar, ia menyampaikan permohonan maaf terbuka atas ketidaknyamanan yang timbul akibat penampilan fisiknya.
Ia mengakui bahwa keputusan terkait bentuk bibir tersebut merupakan pilihan pribadi yang ternyata berdampak kurang baik bagi profesinya. “Jika bibirku membuat orang merasa tidak nyaman, maka itu adalah kesalahanku,” tulisnya dalam pesan resmi kepada para pengikutnya.
Aktris tersebut juga menyampaikan rasa prihatin karena kontroversi ini ikut menyakiti perasaan para pendukung setianya. “Kurasa pilihan pribadi yang kubuat bukanlah pilihan yang tepat untukku sebagai seorang aktor. Kurasa hal itu pasti menyakiti para penggemar yang mencintaiku melihat kritik keras yang ditujukan kepadaku, dan untuk itu, aku semakin menyesal,” imbuhnya.
Berjanji Menjaga Evaluasi Diri Ke Depan
Dalam pesan lanjutan, sang aktris memberikan janji tegas untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan di masa depan. Komitmen ini diambil demi menjaga profesionalitas serta perasaan para penggemar yang terus mendukung kariernya di dunia seni peran.
Ia menegaskan tekadnya untuk belajar dari pengalaman berharga ini agar tidak mengulangi kekeliruan serupa. “Mulai sekarang, aku akan berusaha memastikan bahwa kita dapat mendengar hal-hal baik bersama-sama,” tulisnya menutup pernyataan tersebut.
Sikap kooperatif dan mau mengakui kesalahan ini mendapat beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian penonton mengapresiasi kejujurannya, sementara yang lain berharap perbaikan kualitas akting dan visual dapat dibuktikan pada proyek-proyek mendatang.
Menilai Performa Rating Serial The Scandal
Sebelum diterpa isu kontroversial ini, serial The Scandal sebenarnya diprediksi menjadi salah satu tontonan paling sukses pada September 2026. Kehadiran nama-nama besar seperti Son Ye Jin dan Ji Chang Wook menjadi magnet kuat yang menyedot perhatian calon penonton.
Meski berhasil memuncaki tangga popularitas No. 1 di layanan streaming Netflix kawasan Korea Selatan, serial ini dianggap gagal memenuhi ekspektasi tinggi publik. Banyak pengamat menilai tayangan tersebut terlalu mendominasi adegan dewasa ketimbang pendalaman cerita.
Kombinasi antara kritik jalan cerita dan sorotan pada bentuk bibir pemainnya membuat tayangan ini mendapat evaluasi beragam dari penikmat film. Dinamika ini menjadi pelajaran penting bagi industri hiburan dalam menyelaraskan penampilan aktor dengan tuntutan karakter sejarah.