Keputusan mengejutkan dibuat oleh pilar muda kelahiran Jakarta, Noha Pohan, yang resmi berganti federasi dari PSSI ke Suomen Palloliitto (Finlandia) pada Kamis (1/10/2026). Informasi perpindahan status pemain berusia 16 tahun tersebut telah dikonfirmasi melalui laman resmi FIFA sejak Rabu (30/9/2026) sehingga sosok dalam profil Noha Pohan kini sudah tersedia untuk memperkuat Timnas Finlandia di berbagai tingkatan umur.
Gelandang berbakat ini memutuskan untuk menggunakan hak kepindahannya setelah sebelumnya sempat memperkuat skuad Garuda Muda di beberapa ajang internasional. Perpindahan ini sekaligus menutup peluang sang pemain untuk kembali mengenakan seragam Merah Putih di masa mendatang sesuai dengan regulasi perpindahan federasi FIFA.
Garis Keturunan Keluarga
Pemain muda ini lahir di Jakarta pada 12 Maret 2010 dan memiliki ikatan darah dari dua negara yang berbeda. Ayah sang pemain berasal dari Sumatera Utara, sedangkan sang ibu merupakan warga negara Finlandia.
Keberadaan darah Finlandia dari pihak ibu membuatnya sempat memenuhi syarat untuk membela Timnas Finlandia U-15 pada tahun 2025. Dalam kesempatan tersebut, sosok bernomor punggung tengah ini sempat mencatatkan satu penampilan resmi bersama tim muda Finlandia.
Karier Di Sepak Bola Eropa
Pemain berbakat ini menimba ilmu sepak bola di Belanda dan saat ini tercatat sebagai bagian dari skuad muda NAC Breda U-16. Rekam jejak kompetitif di Eropa inilah yang awal mulanya memikat perhatian pencari bakat PSSI untuk membawanya pulang ke Tanah Air.
PSSI kemudian memanggil sang gelandang untuk bergabung dengan skuad Timnas Indonesia U-17 di bawah asuhan pelatih Nova Arianto pada pertengahan 2025. Kehadirannya diproyeksikan untuk memperkuat kedalaman lini tengah dalam menghadapi persaingan internasional.
Pengalaman Bersama Garuda Muda
Kesempatan tampil bersama Timnas Indonesia U-17 dirasakan saat berlaga di turnamen Piala Kemerdekaan 2025 pada bulan Agustus. Sang pemain tampil selama 52 menit saat Indonesia meraih kemenangan 2-0 atas Uzbekistan U-17, serta bermain selama enam menit ketika tim harus mengakui keunggulan Mali U-17 dengan skor 1-2.
Meskipun sempat memberikan kontribusi di lapangan, nama sang gelandang tidak masuk dalam daftar skuad akhir yang dibawa ke ajang Piala Dunia U-17 2025. Perjalanan kariernya di Indonesia kemudian berlanjut saat kepemimpinan tim nasional mengalami pergantian.
Penampilan Terakhir Di Asia
Awal tahun 2026 menjadi momen terakhir sang pemain membela Indonesia di bawah arahan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto pada ajang Piala Asia U-17 2026. Ia tampil 45 menit saat membawa Indonesia menang 1-0 atas China U-17, merumput 63 menit ketika berhadapan dengan Qatar U-17, serta bermain selama 72 menit saat menghadapi Jepang U-17.
Pertandingan melawan Jepang U-17 tersebut menjadi aksi pamungkas sang gelandang bersama jajaran tim nasional Indonesia. Keputusannya berpindah federasi secara otomatis mengakhiri masa baktinya untuk Merah Putih karena aturan perpindahan federasi pemain hanya diizinkan berlangsung satu kali sepanjang karier.
Daftar rekam jejak penampilan bersama Timnas Indonesia U-17:
- Tampil pada dua laga Piala Kemerdekaan 2025 melawan Uzbekistan U-17 dan Mali U-17.
- Mencatatkan total 58 menit bermain di ajang Piala Kemerdekaan 2025.
- Berkontribusi pada tiga pertandingan penyisihan grup Piala Asia U-17 2026.
- Mengumpulkan total 180 menit tampil selama gelaran Piala Asia U-17 2026.