Peta persaingan perguruan tinggi di kawasan regional Asia kembali mengalami pergeseran dinamis yang memicu kebanggaan nasional. Lembaga pemeringkatan dunia Quacquarelli Symonds merilis evaluasi komprehensif terhadap performa ribuan institusi pendidikan tinggi.
Penilaian ketat yang diumumkan secara resmi di Bali tersebut mengevaluasi keunggulan akademik, pengalaman mahasiswa, hingga daya serap lulusan di dunia kerja. Rilis terbaru ini menegaskan posisi tawar institusi pendidikan dalam negeri di kancah internasional.
Keberhasilan merangkak naik di tengah ketatnya kompetisi regional menjadi bukti nyata komitmen penguatan tridarma perguruan tinggi. Capaian positif ini sekaligus menempatkan salah satu wakil Indonesia di garda terdepan institusi pendidikan berkualitas.
Hasil Ranking Kampus Terbaik QS WUR Asia 2027
Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan peningkatan prestasi dalam pemeringkatan perguruan tinggi tingkat Asia. Dalam pemeringkatan QS World University Rankings: Asia 2027 yang dirilis oleh lembaga pemeringkatan internasional Quacquarelli Symonds (QS) pada 3 November 2026 di Bali, UGM berhasil menempati peringkat ke-53 Asia.
Posisi UGM meningkat dua peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi ke-55. Capaian ini mengukuhkan posisi UGM sebagai universitas peringkat pertama di Indonesia dalam daftar ranking kampus terbaik QS WUR Asia 2027.
QS WUR Asia 2027 mengevaluasi lebih dari 1.700 perguruan tinggi dari 26 negara dan wilayah di kawasan Asia, termasuk 116 perguruan tinggi di Indonesia. UGM menjadi satu-satunya universitas di antara tujuh perguruan tinggi teratas nasional yang berhasil mencatatkan kenaikan peringkat.
Daftar Sepuluh Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia
Peta persaingan di tingkat nasional menempatkan UGM di posisi puncak, disusul Universitas Airlangga (Unair) di peringkat kedua dan Universitas Indonesia (UI) yang berada di peringkat ketiga.
Selanjutnya, Institut Teknologi Bandung (ITB) menyusul di peringkat keempat nasional, diikuti oleh IPB University di urutan kelima, Universitas Padjadjaran (Unpad) di posisi keenam, serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada peringkat ketujuh.
Daftar sepuluh besar nasional digenapi oleh Universitas Brawijaya (Unibraw) di peringkat kedelapan, Universitas Diponegoro (Undip) di posisi kesembilan, serta Universitas Sebelas Maret (UNS) yang menempati peringkat kesepuluh.
Indikator Penilaian Dan Reputasi Internasional UGM
Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., pada Jumat (6/11/2026) menegaskan bahwa peningkatan capaian ini didorong oleh kerja keras civitas akademika di berbagai lini.
“Hasil ini menunjukkan daya saing UGM yang semakin kuat di tengah dinamika persaingan perguruan tinggi di kawasan Asia,” kata Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., Jumat (6/11).
Kenaikan peringkat didorong kinerja 11 indikator penilaian, meliputi Academic Reputation, Employer Reputation, Faculty Student, Staff with PhD, Papers per Faculty, Citations per Paper, International Research Network, International Faculty, International Students, Outbound Exchange Students, hingga Inbound Exchange Students.
Berdasarkan skor keseluruhan, UGM meraih nilai 82,2. Dari aspek reputasi, UGM menempati peringkat ke-31 Asia pada indikator Academic Reputation dan peringkat ke-27 Asia untuk indikator Employer Reputation.
“Capaian tersebut mencerminkan pengakuan komunitas akademik internasional terhadap kualitas pendidikan dan kontribusi akademik UGM, sekaligus kepercayaan pengguna lulusan terhadap kompetensi alumni UGM,” ujar Ova.
“Ke depan, UGM terus berkomitmen meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi dan memperluas kontribusi akademiknya di tingkat global,” pungkasnya.