Pagi yang tenang di Kota Malang mendadak berubah menjadi momen mengejutkan bagi selebritas Ussy Sulistiawaty. Niat hati ingin menikmati udara segar sambil berlari santai di kawasan perumahan sepi, istri dari presenter Andhika Pratama ini justru mengalami insiden kecelakaan kecil yang tak terduga.
Semangatnya dalam menjalani rutinitas olahraga fisik demi mempersiapkan diri menyambut ajang marathon harus terhenti sejenak. Aksinya menyusuri jalanan kompleks yang tenang berujung pada cedera fisik di beberapa bagian tubuh akibat tersungkur di atas permukaan jalan.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, ibu lima anak ini membagikan kondisi terkini usai wajah, tangan, hingga dengkulnya mengalami luka-luka. Momen tersebut menjadi pengingat berharga bagi siapa saja tentang pentingnya menjaga konsentrasi penuh saat berolahraga di luar ruangan.
Niat Cari Udara Segar Sebelum Terik Pagi
Kejadian ini bermula ketika Ussy memutuskan untuk menjalani sesi latihan lari mandiri di salah satu kompleks perumahan di Malang. Ia sengaja memilih waktu pagi sekitar pukul tujuh demi menghindari paparan sinar matahari yang mulai terik. Suasana perumahan yang terbilang sepi dianggap sebagai lokasi ideal untuk berlari dengan tenang tanpa gangguan lalu lintas yang padat.
Namun, kondisi medan jalanan di area perumahan tersebut memiliki karakteristik tersendiri. Selain permukaannya yang sedikit menurun, lapisan aspal yang dilintasi juga terbilang cukup kasar. Situasi fisik jalanan semacam ini memerlukan tingkat kewaspadaan ekstra bagi seorang pelari, terutama saat melangkah dalam kecepatan sedang maupun santai.
Hilang Konsentrasi Sepersekian Detik
Petaka datang ketika sebuah sepeda motor melintas di sisi kanan tempat Ussy sedang berlari. Pengendara motor tersebut bermaksud baik dengan menyapa sang artis yang tengah berolahraga. Ussy pun bermaksud merespons sapaan hangat tersebut dengan menengok ke arah pengendara.
Sayangnya, momen menyapa yang berlangsung hanya sepersekian detik itu membuat fokus dan konsentrasinya terpecah. Karena perhatiannya teralih sejenak dari lintasan jalan di depannya, langkah kaki Ussy menjadi tidak stabil hingga akhirnya tubuhnya kehilangan keseimbangan dan jatuh tersungkur ke depan.
“Motor sebelah kanan aq lewat.. nyapa aq.. salahnya aq mungkin memang kurang konsen dan sepersekian detik abis aq nengok lngs nyungsep,” tuturnya.
Pernyataan Ussy tersebut menggambarkan betapa cepatnya insiden jatuh itu terjadi hanya karena kehilangan fokus dalam hitungan detik. Kehilangan konsentrasi saat berlari di medan yang tidak rata terbukti berisiko tinggi memicu cedera fatal bagi seorang pelari.
Detik-Detik Menahan Benturan Agar Wajah Terlindungi
Saat tubuhnya melayang jatuh ke arah permukaan jalan, Ussy secara refleks berusaha melakukan perlindungan diri. Kedua lututnya menjadi bagian tubuh pertama yang mendarat keras menahan benturan dengan permukaan aspal. Lutut sebelah kiri menghantam lantai jalan terlebih dahulu, disusul oleh lutut sebelah kanan.
Dalam situasi panik tersebut, Ussy sempat menahan beban tubuhnya menggunakan telapak tangan kiri demi menyelamatkan area wajah dari benturan langsung. Akan tetapi, dorongan gravitasi dan bobot tubuh yang cukup kuat membuat tumpuan tangannya tidak sanggup menahan secara penuh, sehingga bagian dagu kirinya tetap terseret di atas permukaan aspal yang kasar.
“Dengkul kiri kena duluan lalu kanan.. lalu aq ngamanin muka aq yg aq yakin bakal jatoh.. telapak kiri sempet nahan tp beban tubuh aq ga ketahan jd tetep si dagu kiri serosoooooootttt kena aspal yaah begitulah.. tetep bersyukur msh dikasi selamat sooo temen2 pengalaman aq smoga bisa jd pembelajaran buat kalian.. tetep konsen tetep hati2 n tetep waspada,” pesan Ussy di akhir ceritanya.
Melalui penjelasannya ini, Ussy menegaskan betapa pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di jalanan. Meski mengalami luka di bagian dagu dan dengkul, ia merasa sangat bersyukur karena insiden tersebut tidak sampai menimbulkan cedera berat atau patah tulang yang berbahaya bagi keselamatan jiwanya.
Mitos Dua Bulan Sebelum Marathon
Menariknya, Ussy menyebutkan bahwa insiden unik atau tak terduga semacam ini seolah menjadi pola yang sering berulang dalam hidupnya. Ia mengungkapkan bahwa setiap dua bulan menjelang agenda pendaftaran atau keberangkatan marathon, selalu saja ada kejadian mengejutkan yang menghampiri jalannya latihan.
Kendati demikian, ia memanjatkan doa dan harapan besar agar luka-luka di bagian lutut serta dagunya dapat segera pulih total dengan istirahat yang cukup. Ussy berharap proses pemulihan berjalan lancar tanpa memengaruhi struktur tulang, sehingga tidak mengganggu jadwal latihan fisiknya untuk menghadapi tantangan marathon di masa mendatang.