Zinedine Zidane Beri klarifikasi panggil Robin Risser ke Timnas Prancis Usai Kalah Telak dari Como 1907

Zinedine Zidane memberikan klarifikasi mengejutkan terkait pemanggilan Robin Risser ke skuad Prancis menjelang laga UEFA Nations League walau baru saja dibantai sembilan gol.

Keputusan mengejutkan menyelimuti pengumuman daftar pemain yang akan memperkuat Tim Nasional Prancis dalam agenda internasional mendatang. Publik dibuat geger ketika satu nama kiper tetap melenggang masuk ke dalam daftar 23 pemain pilihan pelatih utama.

Sorotan tajam tertuju pada sosok penjaga gawang muda yang baru saja melewati malam kelam di panggung elite Eropa. Pasalnya, sang kiper harus memungut bola dari dalam jaringnya sendiri hingga sembilan kali dalam satu laga kompetisi antarklub Eropa.

Skor Luar Biasa Stade Bollaert

Persitiwa fantastis itu terjadi saat Lens menjamu Como 1907 dalam lanjutan babak penyisihan Liga Champions di Stade Bollaert-Delelis. Dalam laga tersebut, Lens dipaksa menyerah dengan skor telak 1-9 oleh skuad asuhan Cesc Fabregas.

Pertandingan tersebut sejatinya menyajikan kontras tajam antar sesama kiper berpaspor Prancis. Jean Butez tampil kokoh di bawah mistar Como dan hanya kebobolan satu gol, sementara Robin Risser berdarah-darah mengawal gawang Lens.

Namun, situasi di tingkat klub ternyata tidak memengaruhi penilaian jajaran pelatih Timnas Prancis. Zinedine Zidane tetap memanggil Risser dan justru mencoret Butez untuk laga kontra Italia dan Turkiye di UEFA Nations League.

Analisis Mendalam Sang Legenda

Zidane secara terbuka pasang badan dan memberikan penilaian objektif terkait hasil tak biasa yang dialami Lens. Legenda sepak bola dunia itu menegaskan bahwa kekalahan telak tersebut terjadi di luar dinamika wajar sebuah pertandingan.

“Saya melihat pertandingan yang tidak normal, baik dari segi hasil maupun cara permainan berlangsung,” tutur Zidane.

Menurut Zidane, efisiensi lawan yang sangat tinggi berpadu dengan runtuhnya fokus Lens di momen-momen krusial menjadi penyebab utama hujan gol tersebut.

“Ada satu tim sangat efisien, dan ada tim lain yang sebenarnya cukup bagus, dengan pemain-pemain yang melakukan hal-hal sangat baik, tetapi dalam pertandingan ini mereka tertekan dan kehilangan fokus,” lanjutnya.

Selain itu, pertimbangan rekam jejak internal menjadi alasan kuat di balik keputusan ini. Risser sejatinya sudah masuk dalam skema pemanggilan periode sebelumnya sebelum akhirnya terkendala cedera.

“Pada pemanggilan pertama, Robin sudah direncanakan masuk, tetapi kemudian dia cedera dan kami memanggil Jean, yang menjalankan tugasnya dengan sangat baik dan merupakan sosok yang hebat,” jelas Zidane.

“Untuk pemusatan latihan kali ini, saya ingin melihat Robin, begitu juga Fabien,” tambahnya lagi.

Perebutan Posisi Di Bawah Mistar

Meski pos utama kiper Les Bleus masih dipegang teguh oleh Mike Maignan, slot kiper pelapis kedua dan ketiga masih menjadi arena persaingan terbuka. Risser kini bersaing ketat dengan kiper muda Toulouse, Guillaume Restes, di bawah gemblengan pelatih kiper Fabien Barthez.

“Saya belum bisa memberi tahu sekarang. Tujuannya adalah menyusun daftar pemain kami. Kami akan mendiskusikannya bersama Fabien dan kemudian mengambil keputusan,” ujar Zidane menutup pembicaraan.

Di luar dinamika persaingan di posisi penjaga gawang, kejutan lain juga hadir dari Como 1907. Skuad besutan Fabregas tersebut sukses meloloskan sang kapten, Lucas Da Cunha, ke dalam skuad Les Bleus bersama bintang-bintang dunia seperti Aurelien Tchouameni dan Warren Zaire-Emery.