Erin Wartia Klaim Raih 85% Harta Gono Gini, Pihak Andre Taulany Ungkap Fakta Persidangan

Erin Taulany klaim raih 85 persen harta gono gini usai cerai dari Andre Taulany. Simak daftar aset yang digugat serta respons pihak kuasa hukum di sini.

Janalokajournal.id – Perceraian Rien Wartia Trigina atau Erin Taulany dengan Andre Taulany tidak hanya menjadi perhatian karena proses perpisahan keduanya, tetapi juga karena persoalan harta bersama yang muncul dalam proses hukum. Konflik pembagian aset ini menjadi sorotan publik seiring dengan berjalannya proses persidangan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Dalam perkembangan perkara, Erin diketahui mengajukan gugatan balik atau rekonvensi terhadap Andre. Gugatan tersebut mempersoalkan sejumlah aset yang disebut sebagai harta bersama, termasuk tanah dan bangunan, kendaraan, saham, rekening bank hingga polis asuransi.

Kuasa hukum Andre Taulany, Fahmi Bachmid, pada Agustus 2025 mengungkap bahwa sejak awal Andre mengajukan permohonan cerai tanpa memasukkan tuntutan pembagian harta dalam permohonan tersebut. Pihak pemohon berfokus pada penyelesaian ikatan perkawinan tanpa mempermasalahkan kepemilikan aset.

Mengajukan Rekonvensi Pembagian Aset

Namun, dalam proses persidangan, pihak Erin mengajukan gugatan balik yang mencakup persoalan harta bersama dan nafkah. Langkah hukum ini membuat cakupan persidangan perceraian berkembang melebihi permohonan awal yang diajukan oleh Andre.

Fahmi Bachmid menegaskan sikap kliennya sejak awal persidangan permohonan cerai talak tersebut. “Andre Taulany hanya mengajukan gugatan cerai, tidak mengajukan gugatan apa pun juga. Namun, Andre Taulany digugat balik terkait dengan beberapa harta, termasuk nafkah dan juga harta bersama,” ujar Fahmi Bachmid, sebagaimana diberitakan detik.com.

Harta yang dipersoalkan dalam gugatan balik tersebut disebut cukup beragam. Berdasarkan keterangan kuasa hukum Andre yang diberitakan media, aset yang menjadi bagian dari gugatan mencakup tanah dan bangunan, barang bergerak, saham, rekening bank serta polis asuransi.

Memperkarakan Beragam Jenis Harta

Dengan demikian, persoalan harta dalam perkara ini bukan hanya berkaitan dengan satu atau dua aset, tetapi mencakup berbagai bentuk kekayaan yang diperoleh atau dimiliki selama perkawinan. Berbagai dokumen kepemilikan aset menjadi materi pembahasan dalam persidangan.

Dalam pemberitaan lain pada 2025, pihak Andre juga menyebut adanya sejumlah tanah dan bangunan serta kendaraan yang masuk dalam daftar aset yang dipersoalkan. Selain itu, terdapat aset finansial berupa saham, rekening bank dan manfaat polis asuransi.

Gugatan balik Erin pada intinya mempersoalkan pembagian harta bersama serta sejumlah hak finansial setelah perceraian. Pihak Andre sebelumnya menyebut daftar aset yang dipersoalkan cukup banyak. Namun, rincian nilai masing-masing aset maupun keseluruhan harta yang menjadi objek pembagian tidak seluruhnya disampaikan secara terbuka kepada publik.

Mengklaim Pembagian Harta Bersama

Karena perkara harta bersama merupakan bagian dari proses hukum, informasi mengenai aset dan pembagiannya perlu dibedakan antara isi gugatan, keterangan kuasa hukum, kesepakatan para pihak, dan hasil putusan pengadilan. Perhatian publik kembali tertuju pada persoalan harta setelah Erin menyampaikan pernyataan mengenai hasil pembagian harta bersama.

Dalam unggahan di media sosial pada September 2026, Erin menyebut dirinya memperoleh 85 persen harta gono-gini, sedangkan Andre disebut mendapatkan 15 persen. Pernyataan tersebut disampaikan Erin ketika menjawab pertanyaan warganet mengenai apakah dirinya memenangkan persoalan harta bersama. Pernyataan tersebut kemudian menjadi sumber pemberitaan mengenai pembagian harta 85:15.

Namun, angka 85 persen berbanding 15 persen tersebut perlu disebut sebagai klaim atau pernyataan Erin, bukan langsung diposisikan sebagai angka yang tercantum dalam putusan perceraian. Sejumlah pemberitaan menyebut persoalan harta bersama dan hak asuh anak telah disepakati di luar perkara perceraian, sementara putusan perceraian yang diberitakan Pengadilan Agama Jakarta Selatan berfokus pada permohonan cerai.

Proses hukum terkait pembagian harta gono-gini ini menegaskan bahwa penyelesaian aset pascaperceraian memerlukan kepastian hukum yang mengikat bagi kedua belah pihak. Publik kini menantikan penyelesaian akhir secara resmi mengenai kesepakatan maupun putusan inkrah dari seluruh rangkaian perkara hukum tersebut.

BACA JUGA: Erin Akhirnya Berhasil Ganti Nama Akun Instagram Lepas Nama Taulany