Pemerintah resmi menambah alokasi anggaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebesar Rp1,267 triliun dalam Kerangka Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Langkah strategis ini diambil guna memperluas jangkauan bantuan akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia.
Suntikan dana segar ini memicu lonjakan target penerima bantuan secara signifikan untuk tahun anggaran mendatang. Penambahan besaran anggaran tersebut diharapkan mampu meminimalkan angka putus sekolah pada jenjang pendidikan tinggi akibat kendala finansial.
Keputusan krusial mengenai penambahan dana bantuan pendidikan ini telah disepakati melalui pembahasan intensif dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Senin, 21 September 2026.
Menambah Pagu Anggaran Kementerian

Penambahan alokasi dana bantuan KIP Kuliah secara langsung mengubah postur pagu anggaran Kemdiktisaintek dalam skema RAPBN 2027. Total alokasi anggaran kementerian tersebut kini mencatatkan nilai yang fantastis demi mendukung pemerataan kualitas pendidikan tinggi nasional.
Anggota Badan Anggaran Komisi X DPR RI, Muhammad Kadafi, memaparkan penyesuaian angka pagu anggaran kementerian seusai disetujuinya tambahan dana tersebut. Perubahan ini telah melalui tahapan verifikasi bersama anggota dewan.
“Maka pagu anggaran RAPBN 2027 sebesar Rp66,440,3 triliun,” kata Kadafi, dikutip dari detik.com, Jumat (25/9/2026).
Perluas Kuota Penerima
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa suntikan dana tambahan senilai Rp1,267 triliun tersebut terfokus pada penambahan kuota penerima. Penyesuaian ini tidak merubah program prioritas yang sebelumnya telah disepakati bersama parlemen.
Tambahan anggaran dialokasikan untuk menjangkau 130.620 penerima manfaat baru. Kebijakan ini membuat target total penerima KIP Kuliah kategori mahasiswa baru pada tahun ajaran 2027 mendatang melesat hingga menyentuh angka 220.000 orang.
“Penyesuaian hanya karena sudah disetujuinya tambahan dari Badan Anggaran pada sasaran KIP Kuliah sebesar 130.620 orang sehingga pada tahun anggaran 2027, telah tercukupi target sekitar mahasiswa baru yang akan didanai dari KIPK sebesar 220.000 orang,” ujar Brian, dikutip dari detik.com.
Jangkau Jutaan Penerima
Secara keseluruhan, total anggaran KIP Kuliah 2027 diproyeksikan mencapai Rp16,667 triliun. Alokasi raksasa ini diperuntukkan bagi mahasiswa baru serta peserta didik yang sedang aktif menempuh perkuliahan di berbagai perguruan tinggi.
Sebelum adanya suntikan dana, alokasi awal yang disiapkan pemerintah bernilai Rp15,4 triliun untuk 966.623 penerima. Penggabungan anggaran tersebut menjadikan total sasaran penerima beasiswa KIP Kuliah membengkak hingga mencapai 1.097.243 orang secara nasional.
Langkah perluasan sasaran ini menjadi bukti komitmen nyata pemerintah dalam memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak bangsa untuk meraih gelar sarjana.
Membiayai Program Strategis Perguruan
Selain dialokasikan untuk bantuan KIP Kuliah, postur RAPBN 2027 Kemdiktisaintek juga mencakup berbagai kebutuhan operasional dan pembangunan lembaga. Pemerintah menyiapkan belanja operasional pegawai sebesar Rp17,978 triliun serta belanja operasional barang senilai Rp880,444 miliar.
Sektor pendukung Kampus Negeri juga mendapatkan suntikan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) sebesar Rp7,388 triliun. Sementara itu, program inovasi Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi mengantongi dana dukungan sebesar Rp2,660 triliun.
Pengembangan kapasitas akademik terus dipacu melalui penyediaan dana Rp4 triliun untuk universitas baru berbasis STEM medical university, serta Rp2,704 triliun guna menunjang Tunjangan Profesi Dosen non-PNS.
Memperkuat Pelaksanaan Tugas Edukasi
Pemerintah turut menyalurkan dukungan finansial untuk memperkuat fungsi pengawasan dan pelaksanaan tugas pendidikan. Tambahan anggaran pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang pendidikan ditetapkan sebesar Rp509,408 miliar pada tahun mendatang.
Selain itu, pelaksanaan fungsi tugas Beasiswa Indonesia Maju (BIM) memperoleh porsi alokasi pendanaan sebesar Rp100 miliar. Seluruh rangkaian alokasi ini mengukuhkan total pagu anggaran Kemdiktisaintek berada pada angka Rp66,440 triliun.
Rangkaian kenaikan anggaran ini diharapkan dapat terealisasi secara transparan dan tepat sasaran demi mencetak generasi muda Indonesia yang berdaya saing tinggi di tingkat global.