Aktris senior Feby Febiola memutuskan untuk kembali mengasah kemampuan aktingnya di industri perfilman layar lebar tanah air. Langkah ini ditandai lewat keterlibatannya dalam proyek film horor terbaru berjudul Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Kembalinya perempuan yang kini bermukim di Pulau Dewata tersebut menjadi momen yang sangat emosional bagi perjalanan kariernya. Ia sudah cukup lama tidak mengambil tawaran peran yang menuntut eksplorasi karakter secara mendalam.
Kabar mengenai kembalinya sang aktris disambut hangat oleh para penggemar serta penikmat film nasional pada September 2026. Momen ini sekaligus menjadi bukti semangatnya untuk terus berkarya di panggung hiburan.
Kembali Ke Layar Lebar
Kerinduan berakting membuat Feby Febiola akhirnya menerima pinangan untuk terlibat dalam produksi film layar lebar secara intensif. Kesempatan ini menjadi momentum penting usai dirinya memutuskan menepi dari jadwal syuting yang padat selama bertahun-tahun.
Aktris berusia 48 tahun ini mengaku bahwa peran yang diambilnya kali ini membutuhkan komitmen waktu serta energi yang cukup besar. Ia kembali merasakan dinamika industri perfilman setelah sekian lama tidak menjadi sorotan utama kamera.
“Pernah saya main film tahun 2019, tapi cuma peran kecil. Tapi kalau untuk total yang film yang kayak benar-benar intens perannya banyak tuh kayaknya sudah 10 tahun,” kata Feby Febiola saat ditemui di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).
Atasi Rasa Gugup
Lama tidak berhadapan dengan kamera sebagai pemeran utama menghadirkan tantangan tersendiri bagi kondisi mental sang aktris. Ia tidak menampik adanya perasaan canggung serta rasa gugup yang cukup hebat saat pertama kali melangkah di lokasi pengambilan gambar.
Selain faktor mental, kondisi fisik juga diuji karena ia harus melakukan perjalanan udara bolak-balik antara Jakarta dan Bali. Kendati demikian, rasa lelah tersebut sirna karena dorongan semangat profesionalisme yang tinggi dalam menyelesaikan seluruh adegan.
“(Nervous) banget,” ucap Feby.
“Agak berat banget, lumayan capek. Tapi ya sekali lagi, ini adalah sebuah pekerjaan yang harus dilakukan dengan semangat, gitu,” tuturnya.
Kerinduan Suasana Syuting
Proses produksi yang berlangsung di Jakarta membawa memori manis bagi Feby Febiola saat berinteraksi dengan insan perfilman. Pertemuan dengan rekan-rekan media serta sesama pekerja seni membangkitkan kembali antusiasmenya terhadap atmosfer panggung hiburan Ibu Kota.
Meskipun sudah sangat nyaman menikmati kehidupan yang tenang di Bali, interaksi langsung di lokasi syuting terbukti mengobati rasa rindu yang selama ini tidak disadarinya. Dukungan dari orang-orang terdekat menjadi penambah energi selama proses pembuatan film berlangsung.
“Waktu saya di Bali, saya pikir saya enggak kangen, tapi ternyata setelah ketemu kalian, kangen juga,” pungkasnya.
Perjuangan Sembuh Kanker
Kembalinya Feby Febiola ke panggung seni peran terasa makin istimewa mengingat riwayat medis yang pernah dihadapinya. Publik mencatat bahwa ia sempat melewati perjuangan berat melawan penyakit kanker ovarium stadium 1C pada tahun 2020 lalu.
Penyakit kanker tersebut dipicu oleh kondisi endometriosis yang dialaminya sebelum terdiagnosis oleh tim medis. Demi mencapai kesembuhan, ia bersedia menjalani prosedur operasi pengangkatan rahim serta enam kali sesi perawatan kemoterapi secara disiplin.
Kerja keras serta doa dari berbagai pihak akhirnya membuahkan hasil manis ketika dirinya dinyatakan sembuh total dari kanker pada akhir tahun 2020. Kini, kondisi kesehatannya yang prima memungkinkannya untuk kembali menyapa para penggemar lewat karya film terbaru.