Presiden Prabowo Subianto resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat, 2 Oktober 2026. Agenda pelantikan ini menandai pengaktifan kembali lembaga penasihat presiden setelah sempat kosong selama kurun waktu dua tahun.
Langkah pengangkatan pengurus baru tersebut ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 107/P/2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia. Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan bagi seluruh tokoh terpilih.
Kepemimpinan Utama Dewan Pertimbangan
Struktur kepemimpinan Wantimpres periode terbaru kini dinakhodai oleh figur berpengalaman di pemerintahan. Pratikno ditunjuk sebagai ketua Wantimpres, sementara Hatta Rajasa dipercaya menjabat sebagai wakil ketua Wantimpres untuk mendampingi kinerja lembaga.
Dalam prosesi pengucapan janji, Prabowo memimpin pembacaan sumpah para anggota Wantimpres secara khidmat. Prabowo meminta mereka mengikuti pembacaan sumpah sesuai dengan agamanya masing-masing sebelum resmi memulai masa tugas.
Daftar Pimpinan dan Anggota
Komposisi keanggotaan penasihat presiden kali ini diisi oleh 22 tokoh terkemuka dari pelbagai latar belakang. Kehadiran nama-nama senior ini diharapkan mampu memberikan pertimbangan strategis bagi kebijakan pemerintah.
- Pratikno (Ketua)
- Hatta Rajasa (Wakil Ketua)
- Muhammad Qodari (Sekretaris)
- Budi Gunawan
- Djamari Chaniago
- Rocky Gerung
- Said Aqil Siradj
- Jusuf Hamka
- Agum Gumelar
- Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana
- Philip Kuntjoro Widjaja
- Jusuf Wanandi
- Chairul Tanjung
- Miftahul Akhyar
- Anwar Usman
- Herman Khaeron
- Sinta Nuriyah
- Bambang Soesatyo
- Quraish Shihab
- Salim Segaf Al-Jufri
- Yahya Cholil Staquf
- Ignasius Jonan
Pengaktifan Kembali Lembaga Penasihat
Pembentukan pengurus baru ini merupakan momentum penting dalam struktur tata kelola kepresidenan. Prabowo membentuk Wantimpres setelah kosong hampir dua tahun selepas era Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) periode 2019-2024.
Kehadiran kembali dewan pertimbangan ini bertugas memberikan nasihat serta pertimbangan langsung kepada kepala negara. Berbagai masukan dari anggota terpilih diharapkan memperkuat pengambilan keputusan tingkat nasional.
Rekam Jejak Kepengurusan Sebelumnya
Sebelum pengangkatan anggota baru pada tahun 2026, lembaga penasihat negara ini memiliki rekam jejak kepemimpinan pada era sebelumnya. Susunan pengurus terdahulu diisi oleh sejumlah tokoh nasional yang menjabat hingga akhir masa pemerintahan Presiden Jokowi.
Saat itu Wiranto menjabat sebagai ketua, dengan anggota antara lain Dato Sri Tahir, Luthfi Ali Yahya, Putri Kus Wisnu Wardani, Agung Laksono, Sidarto Danusubroto. Kemudian Soekarwo, Djan Faridz, Gandi Sulistiyanto Soeherman, Muhamad Mardiono, dan almarhum Arifin Panigoro.