Sarwendah Tan merasa berada di posisi yang sangat serba salah di tengah proses gugatan hak asuh anak yang diajukan mantan suaminya, Ruben Onsu. Kuasa hukum Sarwendah, Pablo Benua, membeberkan fakta mengejutkan mengenai kondisi emosional anak-anak mereka berdasarkan hasil tes psikologi yang dilakukan baru-baru ini.
Pemeriksaan kejiwaan yang melibatkan tenaga profesional tersebut mengungkap bahwa buah hati mereka justru merasa seolah diusir dari rumah ketika sang ibu mencoba membujuk untuk bertemu dengan Ruben Onsu. Permasalahan ini menjadi sorotan publik karena memengaruhi psikologis anak-anak di tengah perselisihan hukum kedua orang tuanya.
Sarwendah sejatinya sama sekali tidak memiliki niat untuk membatasi ruang gerak atau hubungan Ruben Onsu dengan kedua putri kandungnya. Mantan personel Cherrybelle tersebut bahkan sudah berulang kali mengambil inisiatif untuk merayu anak-anaknya agar bersedia meluangkan waktu bersama sang ayah.
Akan tetapi, niat baik dan bujukan dari sang ibu justru selalu memicu penolakan keras dari pihak anak-anak. Adanya persepsi keliru serta trauma mendalam yang mengendap di benak buah hati mereka akhirnya terungkap secara ilmiah setelah seluruh rangkaian pemeriksaan kejiwaan selesai dijalankan.
Pemeriksaan Kejiwaan Anak Ungkap Trauma
Proses pemeriksaan kejiwaan dilakukan secara profesional guna mengetahui kondisi mental anak-anak secara objektif tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
Hasil pengujian ilmiah tersebut memperlihatkan dinamika psikologis anak yang cukup kompleks saat diminta menghabiskan waktu bersama ayah kandung mereka.
Persepsi Anak Merasa Diusir Dari Rumah
Persepsi keliru muncul di dalam benak anak-anak ketika sang ibu berusaha memfasilitasi pertemuan dengan mantan suaminya secara kekeluargaan.
Anak-anak menangkap kesan bahwa dorongan untuk bertemu sang ayah merupakan bentuk pengusiran secara halus dari kediaman utama mereka.
Pernyataan Resmikuasa Hukum Pablo Benua
Pablo Benua menegaskan bahwa hasil pengujian mental anak-anak tersebut merupakan bukti sah yang tidak bisa dimanipulasi oleh siapa pun.
Keterangan resmi mengenai kondisi psikologis buah hati pasangan selebritas tersebut disampaikan secara langsung kepada awak media di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (2/10/2026).
Kutipan Resmi Hasil Pemeriksaan Psikologi
Kuasa hukum memberikan penjelasan mendalam mengenai temuan psikologis yang dialami anak-anak di tengah pusaran perselisihan hak asuh.
“Bahkan ketika anak-anak dilakukan tes psikologi, ada kesan—ini hasil dari tes psikologi yang enggak bisa dibohongi, gitu ya—ada kesan anak-anak yang timbul di pikirannya bahwa seakan-akan Sarwendah mengusir anak-anak ketika menyuruh mereka bertemu dengan Saudara Ruben. Itu timbul di pikiran anak-anak dan itu sudah dilakukan tes psikologi,” kata Pablo Benua di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (2/10/2026).
Upaya Mediasi Perlindungan Buah Hati
Inisiatif untuk membujuk anak-anak terus dilakukan demi menjamin pemenuhan hak tumbuh kembang dan kasih sayang dari kedua orang tua kandung.
Pendampingan dari tenaga ahli terus berjalan untuk memulihkan trauma mental serta membenahi persepsi anak-anak agar hubungan keluarga kembali membaik.