Informasi mengenai Apa itu Pati Polri menjadi perhatian publik setelah Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar rotasi jabatan serta Korps Raport di Mabes Polri, Jakarta, pada Sabtu (3/10) malam. Agenda resmi ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk mengukuhkan kenaikan pangkat jajaran perwira.
Perubahan struktur kepemimpinan dilakukan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Kebijakan mutasi tersebut mencakup promosi jabatan strategis bagi puluhan personel di lingkungan Mabes Polri.
Upaya pembinaan karier ini bertujuan memperkuat kinerja organisasi dalam menjaga keamanan masyarakat. Publik perlu memahami struktur tingkatan pangkat tertinggi pada institusi kepolisian tersebut.
Pengertian Perwira Tinggi Polri
Pati Polri biasanya berkaitan dengan kepedekatan dari “Perwira Tinggi“. Perwira Tinggi merupakan golongan pangkat tertinggi di Kepolisian Negara Republik Indonesia yang ditandai dengan tanda pangkat bintang satu hingga bintang empat. Golongan pimpinan ini memegang posisi strategis dalam menentukan arah kebijakan serta operasional kepolisian di seluruh wilayah tanah air.
Peringkat jabatan tinggi tersebut mencerminkan rekam jejak kepemimpinan serta pengabdian panjang para perwira. Setiap tingkatan bintang menandai tanggung jawab komando yang semakin besar pada jajaran korps kepolisian.
Tingkatan Pangkat Bintang Polri
Tingkatan pangkat Perwira Tinggi Polri terbagi ke dalam empat jenjang utama mulai dari jenjang terendah bintang satu sampai jenjang tertinggi bintang empat. Setiap jenjang kepangkatan menduduki hierarki kepemimpinan yang telah diatur secara resmi pada institusi kepolisian.
Daftar urutan jenjang kepangkatan tertinggi pada korps kepolisian meliputi:
- Bintang Empat: Jenderal Polisi yang dijabat oleh Kapolri.
- Bintang Tiga: Komisaris Jenderal Polisi atau Komjen.
- Bintang Dua: Inspektur Jenderal Polisi atau Irjen.
- Bintang Satu: Brigadir Jenderal Polisi atau Brigjen.
Keempat jenjang kepangkatan tersebut menjadi acuan struktur komando resmi di tingkat Markas Besar maupun Kepolisian Daerah. Kenaikan pada setiap jenjang memerlukan kualifikasi serta penilaian kinerja yang ketat.
Kenaikan Pangkat 7 Perwira
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto resmi menaikkan pangkat tujuh perwira tinggi Polri menjadi Komisaris Jenderal Polisi atau Komjen Pol. Upacara Korps Raport kenaikan pangkat dilaksanakan di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, pada Sabtu (3/10) malam.
Tujuh perwira yang naik pangkat menjadi Komjen Pol. yaitu Sandi Nugroho, Dadang Hartanto, Dedy Kusuma Bakti, Asep Safrudin, Hery Herjawan, Andik Setiyono, serta Rudi Darmoko. Ketujuh perwira tersebut turut mengalami penyesuaian penugasan berdasarkan keputusan pimpinan tertinggi.
Penyesuaian penugasan tersebut mengacu pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Prosesi peresmian kenaikan pangkat berlangsung secara khidmat di hadapan jajaran pejabat utama.
Daftar 7 Perwira Berpangkat Komjen Pol
Daftar penugasan baru bagi 7 perwira berpangkat Komjen Pol. mencakup berbagai posisi krusial di tingkat Markas Besar hingga Kepolisian Daerah. Perubahan posisi ini memuat pergeseran pucuk pimpinan pada sejumlah badan penting kepolisian.
Rincian penugasan baru tujuh perwira tinggi tersebut meliputi:
- Dadang Hartanto semula Kapolda Maluku menjadi Kapolda Metro Jaya menggantikan Pol. Asep Edi Suheri yang dimutasi sebagai Irwasum Polri.
- Irjen Dedy Kusuma Bakti diangkat menjadi Kabaintelkam Polri menggantikan Komjen Yuda Gustawan yang ditugaskan ke KSP.
- Irjen Asep Safrudin semula Kapolda Kepulauan Riau menjadi Kabareskrim menggantikan Komjen Syahardiantono yang ditugaskan ke KSP.
- Irjen Hery Herjawan semula Kapolda Riau menjadi Kabaharkam menggantikan Komjen Karyoto yang memasuki masa pensiun.
- Irjen Rudi Darmoko semula Kapolda NTT diangkat menjadi Kalemdiklat menggantikan Komjen RZ Panca Putra yang ditugaskan di Kementerian Hukum.
- Irjen Sandi Nugroho semula Kapolda Sumsel dimutasi menjadi Pati Bareskrim Polri dan posisinya digantikan Brigjen Rony Samtana.
- Irjen Andik Setiyono semula Waastamarena diangkat menjadi Astamarena Kapolri.
Rotasi ini merupakan bagian dari pergeseran 88 personel Pati dan Pamen melalui keputusan telegram resmi. Sebanyak 70 personel di antaranya mendapatkan promosi atau menduduki jabatan baru pada struktur kepolisian.
Alasan Kebijakan Rotasi Personel
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas. Kebijakan rotasi memberikan ruang pengembangan karier bagi setiap personel berprestasi di lapangan.
Johnny Eddizon Isir memberikan pernyataan resmi terkait alasan pelaksanaan mutasi personel pada Sabtu (3/9):
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,”
Penyegaran organisasi diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan serta penegakan hukum di tengah masyarakat. Seluruh pejabat baru siap menjalankan amanah kepemimpinan sesuai tugas pokok institusi.