Rapat Umum Pemegang Saham PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) resmi menetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama baru pada Rabu, 14 Oktober 2026. Penunjukan ini membawa sorotan publik pada profil Suroso Isnandar yang merupakan sosok teknokrat murni dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di industri kelistrikan nasional.
Penetapan pimpinan tertinggi Badan Usaha Milik Negara di sektor ketenagalistrikan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Komisaris PLN, Andi Arief, seusai RUPS yang berlangsung secara daring. Suroso menggantikan posisi Darmawan Prasodjo yang telah menyelesaikan masa tugasnya.
Dalam keputusan penetapan tersebut, Suroso juga akan merangkap jabatan lamanya sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan hingga pejabat definitif baru ditetapkan. Langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan proyek-proyek strategis nasional di lingkungan PLN.
Keputusan RUPS Dan Perangkapan Jabatan
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PLN (Persero) diselenggarakan secara daring pada Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 18.30 WIB. Agenda penting ini dihadiri oleh seluruh jajaran direksi, dewan komisaris, serta perwakilan Badan Pengelola BUMN.
RUPS tersebut secara resmi menyetujui perubahan susunan direksi dengan mengangkat Suroso Isnandar untuk memimpin perusahaan setrum milik negara. Kepastian perubahan pimpinan tertinggi PLN ini dikonfirmasi langsung oleh Komisaris PLN Andi Arief.
“Iya, pergantian dirut. Pak Darmawan digantikan oleh Pak Suroso,” kata Andi kepada media, Rabu (14/10/2026).
Selain menjabat sebagai Direktur Utama, Suroso juga diberikan tugas khusus untuk menjalankan fungsi jabatan operasional sebelumnya. Langkah ini dilakukan agar seluruh program kerja dan agenda pengawasan proyek energi baru tetap berjalan tanpa hambatan.
“Sementara Pak Suroso sebagai Dirut masih merangkap jabatan lamanya. Sampai ada penggantinya,” tegasnya.
Apresiasi Kinerja Dan Garis Transformasi
Jajaran dewan komisaris memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan capaian kepemimpinan Darmawan Prasodjo selama mengakhiri masa jabatannya. Di bawah kepemimpinannya, PLN dinilai berhasil menjalankan berbagai langkah transformasi kelistrikan di tanah air.
Andi Arief meyakini bahwa kepemimpinan baru di bawah Suroso Isnandar akan melanjutkan momentum positif serta arah transformasi yang telah terbangun. Kapasitas teknis yang dimiliki oleh Dirut baru dinilai sangat tepat untuk menjawab tantangan industri ketenagalistrikan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang sangat berarti dari Darmawan Prasojo, banyak melakukan transformasi. Saya yakin Pak Suroso dirut baru akan melakukan transformasi lanjutan,” tegasnya.
Keberlanjutan arah kebijakan perusahaan menjadi poin utama untuk menjaga stabilitas pasokan listrik serta efisiensi operasional PLN di seluruh kawasan Indonesia.
Rekam Jejak dan Riwayat Pendidikan
Rekam jejak profil Suroso Isnandar menunjukkan bahwa dirinya merupakan figur eksekutif karier sekaligus teknokrat murni di lingkungan PLN. Pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah pada 12 Agustus 1971 ini memiliki penguasaan teknis yang sangat mendalam di bidang rekayasa kelistrikan.
Riwayat pendidikan akademis Suroso terbangun secara konsisten di bidang teknik elektro dan sistem tenaga listrik. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Power System Engineering di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1994.
Suroso kemudian melanjutkan jenjang pendidikan magister di Inggris Raya dan meraih gelar Master of Science dari University of Abertay pada tahun 1999. Pendidikan ini memperluas wawasan internasionalnya dalam pengelolaan energi.
Di tengah kesibukannya memegang tanggung jawab direksi PLN, Suroso berhasil meraih gelar Doktor Teknik Elektro dari ITB pada tahun 2025. Gelar doktor tersebut memperkokoh kapasitas keilmuannya dalam mendorong inovasi teknologi kelistrikan nasional.
Jejak Karier Panjang di PLN
Perjalanan karier Suroso Isnandar di PLN membentang selama lebih dari tiga dekade dengan memegang berbagai posisi strategis. Sebelum dipercaya memegang posisi puncak sebagai Direktur Utama, ia telah melalui berbagai penugasan krusial di tingkat manajerial hingga direksi.
Pemahaman mendalam mengenai pengoperasian jaringan serta pengelolaan beban listrik membuat dirinya dipercaya mengisi posisi kepemimpinan penting di PLN secara berjenjang.
Berikut deretan posisi strategis yang pernah diemban oleh Suroso Isnandar di lingkungan PT PLN (Persero):
- GM Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (2021-2022): Bertanggung jawab memimpin pengoperasian dan stabilitas pasokan listrik di wilayah dengan beban tertinggi di Indonesia.
- Kepala Satuan Digital dan TI (2022-2023): Memimpin efisiensi operasional melalui percepatan transformasi digital sistem internal PLN.
- Direktur Manajemen Risiko (2023-2025): Mengelola stabilitas finansial, tata kelola korporasi, serta mitigasi risiko operasional perusahaan.
- Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (2025-2026): Memimpin pengembangan proyek strategis nasional serta percepatan transisi energi terbarukan.
Tantangan Transisi Dan Inovasi Energi
Penunjukan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN menandai babak baru dalam upaya percepatan transisi energi nasional. Pengalaman panjangnya di bidang energi baru terbarukan menjadi modal penting bagi PLN untuk mencapai target pengurangan emisi karbon.
Penguatan infrastruktur kelistrikan nasional, digitalisasi jaringan, serta keandalan pasokan energi menjadi agenda utama yang wajib dikawal secara konsisten. Integrasi sistem tenaga listrik modern diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Keahlian teknis dan pengalaman manajemen risiko yang dimiliki profil Suroso Isnandar diharapkan membawa PLN semakin siap menghadapi dinamika industri energi global di masa depan.