Saham TRUK Milik Andry Hakim dan Gabriel Rey Melonjak 24,8% Saat IHSG Anjlok, Ini Bisnisnya

Saham TRUK melesat 24,8 persen hingga ARA di tengah anjloknya IHSG pada 16 Oktober 2026. Simak aksi akuisisi saham oleh Andry Hakim dan Gabriel Rey.

Saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) mencatatkan kenaikan fantastis di tengah guncangan hebat pasar modal domestik pada Jumat, 16 Oktober 2026. Di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam sebesar 11,5 persen ke posisi 5.185,1, harga saham perusahaan transportasi ini justru melonjak 24,8 persen.

Lonjakan tersebut mengantarkan harga saham TRUK menyentuh level Rp3.220 per lembar hingga mengalami batas auto rejection atas (ARA). Pergerakan kontras ini menempatkan performa saham TRUK melonjak drastis hingga 199,5 persen hanya dalam kurun waktu satu bulan.

Lonjakan saham ini terjadi pasca-aksi akuisisi porsi kepemilikan gabungan sebesar 20 persen oleh dua investor ternama, Andry Hakim dan Gabriel Rey. Pasar modal kini mencermati arah kebijakan strategis serta potensi ekspansi bisnis baru yang bakal ditempuh oleh manajemen.

Transaksi Kepemilikan Investor Baru

Akuisisi saham TRUK oleh investor Andry Hakim dan Gabriel Rey dilakukan melalui dua entitas bisnis terpisah. Total volume saham yang ditransaksikan mencapai 87 juta lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp37,2 miliar pada harga Rp428 per saham.

PT Pukul Rata Kanan milik Gabriel Rey mengambil alih 65,25 juta lembar saham atau setara 15 persen kepemilikan senilai Rp27,9 miliar. Sementara itu, Hakimson Growth Capital milik Andry Hakim menguasai 21,75 juta lembar saham atau setara 5 persen senilai Rp9,3 miliar.

Transaksi pemindahan kepemilikan tersebut dilakukan secara sekaligus dari pihak penjual, yakni Catur Dharma Anugerah Surya. Langkah pengambilalihan porsi saham ini langsung menarik perhatian para pelaku bursa.

Keterkaitan Dengan Grup CBRE

Penjual saham dalam transaksi besar ini, Catur Dharma Anugerah Surya, merupakan entitas yang memiliki hubungan afiliasi dengan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE). Sebelumnya, Grup CBRE diketahui sempat memiliki rencana untuk mengambil alih kendali TRUK.

Chief Investment Officer Hakimson.id, Andry Hakim, mengonfirmasi bahwa akuisisi dilakukan setelah melalui proses negosiasi intensif. Pembicaraan strategis dilakukan sebelum akhirnya saham tersebut resmi dialihkan kepada Andry dan Gabriel Rey.

Keterlibatan dua investor baru ini menandai babak baru dalam struktur pemegang saham perusahaan logistik tersebut. Langkah ini diyakini akan mempengaruhi dinamika tata kelola perseroan ke depan.

Potensi Strategi Bisnis Baru

PT Guna Timur Raya Tbk saat ini mengoperasikan sekitar 90 armada truk transportasi logistik di Indonesia. Selain rencana penambahan unit armada operasional, investor baru mengindikasikan adanya skema pengembangan bisnis baru.

Pihak investor mengakui tengah mempertimbangkan rencana strategis lain yang belum dibuka secara rinci ke publik. Investor juga membuka peluang untuk menambah porsi kepemilikan saham jika terdapat momentum pasar yang mendukung di masa depan.

Kesepakatan investasi antara Andry Hakim dan Gabriel Rey diprediksi akan mengarah pada transformasi bisnis. Meskipun arah pengendalain belum diumumkan secara terperinci, spekulan pasar terus memantau pergerakan perseroan.

Imbauan Risiko Bagi Investor

Meskipun pergerakan saham TRUK sangat impresif di tengah tekanan bursa, pelaku pasar diminta tetap bersikap rasional dan waspada. Fluktuasi harga yang tinggi berpotensi membawa risiko investasi yang perlu dikalkulasi dengan cermat.

Investor diimbau untuk selalu memantau keterbukaan informasi resmi serta fundamental kinerja keuangan perusahaan. Evaluasi menyeluruh terhadap realisasi strategi bisnis TRUK menjadi kunci utama dalam mengambil keputusan investasi.

Kondisi makroekonomi yang dinamis menuntut kecermatan ekstra dari para pemodal. Keberlanjutan tren positif saham TRUK sangat bergantung pada kejelasan arah bisnis dan kinerja operasional mendatang.