Hajime Moriyasu Masuk Bursa Pelatih Malaysia, John Herdman Punya Pesaing Berat di ASEAN

Asosiasi Sepak Bola Malaysia angkat bicara terkait rumor perekrutan juru taktik Timnas Jepang Hajime Moriyasu untuk memperkuat skuat Harimau Malaya.

Persaingan sepak bola kawasan Asia Tenggara berpotensi semakin sengit dengan munculnya rumor ketertarikan Asosiasi Sepak Bola Malaysia terhadap juru taktik Timnas Jepang, Hajime Moriyasu. Nama pelatih kawakan tersebut kini mulai dikaitkan dengan posisi juru taktik permanen skuad Harimau Malaya.

Sinyal persaingan ketat di kawasan regional semakin menguat seiring langkah negara-negara tetangga yang gencar mendatangkan pelatih berkelas internasional. Situasi ini bergulir usai Timnas Indonesia lebih dahulu menunjuk mantan pelatih tim dunia John Herdman sebagai juru taktik utama.

Laporan dari sejumlah media asing menyebutkan bahwa nama Hajime Moriyasu telah masuk dalam daftar calon pelatih yang dibidik oleh pihak federasi. Rumor ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Asia Tenggara.

Respon Resmi Federasi Malaysia

Pihak pimpinan Asosiasi Sepak Bola Malaysia menegaskan bahwa kabar yang beredar di media massa saat ini belum masuk ke dalam tahap keputusan resmi. Federasi masih melakukan pertimbangan matang sebelum mengambil keputusan akhir terkait pelatih kepala.

Presiden Asosiasi Sepak Bola Malaysia, Datuk Ab Ghani Hassan, memberikan penjelasan resmi mengenai rumor yang mengaitkan nama pelatih asal Jepang tersebut dengan skuad nasionalnya.

“Belum ada langkah konkret dari pihak FAM. Kami akan membahas persoalan ini secara mendalam,” ujar Ghani pada Selasa (13/10/2026).

Pencarian pelatih anyar ini dilakukan setelah Peter Cklamovski memutuskan mengundurkan diri pada Juni 2026. Kursi kepelatihan Harimau Malaya saat ini diisi oleh Tan Cheng Hoe yang bertugas sebagai pelatih interim.

Rekam Jejak Level Dunia

Sosok Hajime Moriyasu memiliki rekam jejak yang sangat mentereng di panggung sepak bola internasional. Ia telah memimpin Timnas Jepang sejak Agustus 2018 dan sukses mengawal skuad Samurai Biru pada ajang Piala Dunia 2022 di Qatar serta Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Kontrak kerja Moriyasu bersama Asosiasi Sepak Bola Jepang dikabarkan akan selesai setelah gelaran Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Situasi kontrak ini dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk mengaitkannya dengan proyek jangka panjang Malaysia.

Pengalaman berharga memimpin tim di kompetisi tertinggi dunia dinilai dapat membawa dampak positif bagi perkembangan sepak bola Malaysia. Kendati demikian, kesuksesan seorang pelatih tetap bergantung pada kecocokan strategi serta kualitas skuad yang ditangani.

Persaingan Regional Makin Sengit

Kehadiran pelatih berkaliber dunia di kawasan Asia Tenggara diprediksi akan mengubah peta kekuatan antarnegara. Langkah Indonesia yang menunjuk John Herdman serta rekam jejak Shin Tae-yong pada periode 2020 hingga 2025 menjadi bukti kebangkitan kualitas taktik di wilayah ini.

Langkah mendatangkan pelatih bereputasi global menjadi bagian dari strategi jangka panjang federasi di Asia Tenggara untuk meningkatkan daya saing di tingkat Asia. Persaingan taktik antarpelatih berpengalaman ini dipastikan bakal membuat ajang regional semakin menarik.

Meski begitu, keberhasilan sebuah tim nasional tidak hanya ditentukan oleh figur di kursi kepelatihan semata. Kualitas individu pemain, konsistensi program pembinaan, serta dukungan penuh dari pihak federasi tetap menjadi kunci utama dalam meraih prestasi.