Kemenangan dramatis yang diraih di atas lapangan hijau seharusnya menjadi momen perayaan penuh sukacita bagi seluruh pendukung setianya. Namun rasa bangga tersebut seketika sirna ketika kualitas arena pertandingan justru menjadi hambatan besar bagi permainan terbaik tim.
Sorak sorai ribuan suporter di tribune stadion megah terasa tidak sebanding dengan perjuangan keras para pemain yang harus bertarung di atas permukaan lapangan yang mengkhawatirkan. Keluhan mendalam pun mengalir deras dari ruang ganti usai laga sengit tersebut berakhir.
Kondisi ini memicu perhatian serius dari juru taktik serta kapten tim yang merasa prihatin dengan kelayakan arena bertaraf internasional tersebut.
Evaluasi Kualitas Permukaan Lapangan JIS
Shin Tae Yong serta Rizky Ridho memberikan pandangan tegas terkait kualitas rumput Jakarta International Stadium sesudah laga lanjutan Liga 1 Super League pada Senin 26 Oktober 2026. Arena yang digadang-gadang menjadi kebanggaan warga ibu kota tersebut dianggap belum memenuhi standar kelayakan ideal untuk menggelar laga sepak bola profesional.
Kondisi arena pertandingan yang kurang terawat dinilai sangat mengganggu aliran bola serta meningkatkan risiko cedera bagi para atlet yang berlaga di atasnya. Persoalan ini menjadi perbincangan hangat mengingat stadion ini sering menjadi tuan rumah bagi berbagai ajang penting tingkat nasional maupun internasional.
Sorotan Juru Taktik Korea Selatan
Pelatih asal Korea Selatan tersebut mengungkapkan rasa kecewanya secara terbuka terhadap keadaan rumput stadion usai pertandingan berakhir. Shin menegaskan bahwa laga sepak bola tingkat tinggi seharusnya tidak diselenggarakan di arena dengan kualitas permukaan yang memprihatinkan.
“Kondisi lapangan sangat-sangat tidak baik. Sebenarnya tidak boleh bermain bola dengan kondisi lapangan seperti itu,” ucap Shin kepada awak media.
Mantan pelatih tim nasional tersebut berharap pihak pengelola arena dapat bertindak lebih profesional dalam menjaga kualitas fasilitas olahraga ini. Kualitas lapangan yang baik sangat dibutuhkan agar para pemain dapat menyuguhkan permainan menghibur bagi para penonton yang telah hadir.
“Ya, mungkin dari beberapa pihak juga harus mengevaluasi ya, untuk mengontrol rumput ini dengan lebih baik lagi. Jadi, kami pun bisa memberikan yang terbaik, bisa memberikan kesenangan, kebahagiaan, atau performa yang baik kepada fans yang datang langsung ke stadion,” katanya melanjutkan.
Keluhan Dari Kapten Skuad Macan
Rizky Ridho merasa kurang nyaman saat menyambut tim tamu di markas sendiri akibat kondisi permukaan arena yang buruk. Menurutnya tim lawan yang mengandalkan permainan operan pendek menjadi sangat dirugikan dengan kondisi permukaan tanah yang tidak rata.
“Kita juga respek kepada Persik. Mereka mempunyai permainan yang sangat bagus ketika one-two touch, seperti itu. Tapi mereka juga enggak bisa main dengan bagus di lapangan seperti ini. Jadi, saya kira kita juga kurang respek dengan bermain di lapangan seperti ini menghadapi tim lawan dan menyambut tim lawan. Jadi, kurang enaklah, jujur,” ucap Ridho.
Keadaan arena yang serba terbatas ini dirasa semakin menghambat ambisi tim untuk meraih prestasi tertinggi pada musim ini. Pemain bertahan tersebut merasa sedih karena permasalahan serupa terus berulang tanpa adanya perbaikan berarti dari tahun ke tahun.
“Soalnya setiap tahun kayak begini gitu. Kami dituntut main bagus, menang, cuma lapangan kayak begini, ya kami cuma berharap saja, kami mendapat keberuntungan terus di tiap pertandingan. Jadi susah juga. Kami targetnya juara, tapi lapangan seperti ini.”
Perbandingan Kualitas Fasilitas Olahraga
Kelayakan arena pertandingan menjadi faktor penentu utama dalam meningkatkan standar kompetisi sepak bola di tanah air. Kualitas rumput yang mumpuni memungkinkan setiap klub menerapkan taktik secara maksimal tanpa terkendala pantulan bola yang tidak terarah.
Dukungan fasilitas bertaraf internasional sudah sepatutnya dibarengi dengan pemeliharaan secara rutin dan berkala. Harapan besar ditumpukan kepada pihak pengembang agar pengelolaan stadion dapat berjalan lebih efektif demi mendukung kemajuan olahraga nasional.
Catatan Kemenangan Dramatis Macan Kemayoran
Persija Jakarta meraih hasil positif 2-1 saat menghadapi persaingan ketat melawan Persik Kediri. Laga tersebut berlangsung sengit karena tim tamu sempat unggul terlebih dahulu melalui torehan gol dari Imanol Garcia pada babak awal.
Skuad Macan Kemayoran kemudian bangkit dan membalikkan kedudukan pada paruh kedua pertandingan. Dua gol balasan yang mengunci kemenangan tim tuan rumah dicetak oleh Denis Kolinger serta Rizky Ridho hingga peluit panjang dibunyikan.