Janalokajournal.id – Suasana di sekitar perlintasan kereta api Desa Banyukambang, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun mendadak geger pada Kamis (29/10/2026) siang. Sebuah peristiwa kecelakaan melibatkan kereta api penumpang melintas di kawasan tersebut sekitar pukul 13.45 WIB.
Peristiwa itu menimpa seorang perempuan muda berinisial VK (25), warga Desa Pulerejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Lokasi kejadian tepat berada di patok 155 wilayah Madiun saat KA Sancaka relasi Surabaya–Yogyakarta sedang melintas.
Dilansir dari terbitan.com, dugaan awal mengarah pada tindakan mengakhiri hidup, namun kepastian penyebab kejadian masih berada dalam tahap penyelidikan kepolisian. Petugas di lapangan masih mengumpulkan keterangan serta memeriksa tempat kejadian perkara.
Insiden Di Perlintasan Wonoasri Madiun
Kejadian tersebut berlangsung di jalur kereta api wilayah Desa Banyukambang ketika situasi perlintasan sedang sepi. Warga sekitar mendapati adanya peristiwa setelah rangkaian KA Sancaka baru saja melintas menuju arah Yogyakarta.
Laju KA Sancaka relasi Surabaya–Yogyakarta yang melintas di patok 155 sempat tertahan sesaat pascainsiden. Korban berinisial VK diketahui berada di sekitar jalur perlintasan saat kereta api melaju.
Polisi langsung memasang garis pengaman dan mensterilkan area di sekitar patok 155 dari kerumunan warga. Langkah ini dilakukan agar pemeriksaan lokasi serta proses evakuasi berjalan lancar.
Olah TKP Oleh Tim Inafis
Petugas dari Kepolisian Sektor Wonoasri bersama Tim Inafis Polres Madiun tiba di lokasi beberapa saat setelah laporan diterima. Petugas mengamankan area sekitar lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Pemeriksaan awal difokuskan pada pengumpulan bukti fisik serta penelusuran identitas lengkap korban di lokasi. Hasil pemeriksaan awal mengonfirmasi identitas korban sebagai warga Desa Pulerejo, Kecamatan Pilangkenceng.
Proses evakuasi membutuhkan penanganan khusus agar tidak mengganggu operasional perjalanan kereta api lainnya. Ambulans segera disiagakan untuk membawa jenazah ke fasilitas medis terdekat.
Pernyataan Resmi Pihak Polsek Wonoasri
Kapolsek Wonoasri, AKP Darmo Aji, mengonfirmasi bahwa penanganan di tempat kejadian perkara melibatkan tim ahli guna mendalami kronologi secara mendalam. Pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait selama proses penanganan berlangsung.
“Untuk saat ini, petugas masih melakukan penanganan di lokasi. Korban rencananya akan dibawa ke RSUD Caruban sambil menunggu kedatangan ambulans. Peristiwa ini juga ditangani Tim Inafis Polres Madiun untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Darmo Aji.
Rencana membawa korban ke RSUD Caruban bertujuan untuk kepentingan pemeriksaan medis lebih lanjut dari tim dokter. Hingga kini, kepolisian masih menunggu hasil penyelidikan menyeluruh untuk menyimpulkan penyebab pasti dari peristiwa tersebut.