MOTOGP – Asa tinggi mengiringi langkah Veda Ega Pratama saat mengawali sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto3 Malaysia 2026. Pembalap muda Indonesia yang membela Honda Team Asia ini sempat menghentak lintasan dan menebar ancaman nyata bagi para pesaingnya.
Sirkuit Sepang yang diselimuti cuaca cerah pada Sabtu, 31 Oktober 2026, menjadi saksi bagaimana pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut tampil agresif sejak awal. Kecepatan motornya memaksa para pembalap papan atas berjuang keras mengejar catatan waktunya.
Namun, dinamika di atas lintasan balap sepanjang 5,5 kilometer itu berubah begitu cepat. Sesi latihan yang diwarnai aksi saling geser posisi dan momen keluar lintasan akhirnya memaksa Veda harus puas mengakhiri balapan di urutan kedelapan.
Persaingan Sengit dan Momen Veda Pimpin FP2 Sepang
Veda sebenarnya mengawali sesi latihan dengan sangat menjanjikan. Begitu keluar dari pit, ia langsung menemukan ritme terbaiknya dan mencatatkan waktu tercepat hingga sempat memimpin persaingan di posisi teratas.
Keunggulan Veda tidak bertahan lama di tengah gempuran pembalap lain. Guido Pini berhasil mengambil alih posisi teratas sehingga Veda harus turun ke urutan kedua.
Memasuki 10 menit pertama, persaingan di papan atas makin memanas. Alvaro Carpe kemudian merebut posisi tercepat setelah mengungguli catatan waktu Maximo Quiles dan Pini, sementara Veda mulai kehilangan momentum dan terlempar ke posisi ketujuh.
Tekanan makin terasa ketika Veda sempat mengalami insiden kecil dan keluar lintasan. Meski demikian, ia mampu menguasai keadaan, kembali melanjutkan sesi, dan berusaha keras memperbaiki catatan waktunya.
Upaya pantang menyerah itu sempat membuahkan hasil manis. Veda kembali menunjukkan kecepatannya dengan menembus posisi ketiga, bahkan sempat berada di depan pembalap tuan rumah, Hakim Danish.
Perebutan Posisi Tercepat di Lima Menit Terakhir
Memasuki menit ke-18, giliran Hakim Danish yang memperlihatkan peningkatan performa secara signifikan. Pembalap Malaysia tersebut berhasil mempertajam catatan waktunya dan naik ke posisi ketiga, tepat di belakang Maximo Quiles dan Alvaro Carpe.
Atmosfer persaingan makin membara ketika sesi memasuki lima menit terakhir. Seluruh pembalap di atas lintasan berusaha memanfaatkan kesempatan singkat tersebut untuk mengamankan posisi terbaik sebelum sesi berakhir.
David Almansa akhirnya muncul sebagai yang tercepat dalam sesi ini. Ia berhasil merebut posisi pertama dengan catatan waktu yang tidak mampu dikejar para pesaingnya hingga bendera finis dikibarkan.
Maximo Quiles mengamankan tempat kedua, disusul David Munoz di urutan ketiga. Sementara itu, Alvaro Carpe dan Adrian Fernandez melengkapi komposisi lima besar.
Di sisi lain, Veda gagal memaksimalkan lap terakhir untuk mempertajam catatan waktunya. Akibatnya, ia harus mengakhiri sesi latihan bebas kedua ini di posisi kedelapan, berada dua tingkat di bawah Hakim Danish yang mengamankan posisi keenam.
Evaluasi Penting Menjelang Sesi Kualifikasi
Hasil di FP2 Sepang memberikan gambaran jelas mengenai potensi sekaligus tantangan yang dihadapi Veda Ega Pratama. Kemampuannya memimpin sesi di awal membuktikan bahwa kecepatan dasar dan setup motor Honda miliknya sudah berada di jalur yang tepat.
Kendati demikian, konsistensi di menit-menit akhir serta kemampuan mengeksekusi lap terakhir menjadi catatan evaluasi yang sangat krusial. Dalam persaingan Moto3 yang sangat ketat, selisih sepersebelas detik bisa menentukan posisi start saat balapan utama.
Perjuangan di Sirkuit Sepang masih jauh dari kata selesai. Veda bersama tim teknis Honda Team Asia kini memiliki tugas penting untuk menganalisis data telemetri guna mempersiapkan strategi terbaik menghadapi sesi kualifikasi dan balapan mendatang.