Profil Irjen Dadang Hartanto Kapolda Metro Jaya Baru Naik Pangkat Komjen

Simak Profil Irjen Dadang Hartanto Kapolda Metro Jaya pengganti Asep Edi Suheri. Perwira bintang dua yang bakal naik pangkat menjadi Komjen.

Profil Irjen Dadang Hartanto menjadi sorotan usai dirinya resmi ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya baru berdasarkan Surat Telegram Kapolri tertanggal 2 Oktober 2026. Penunjukan ini menggantikan Komjen Pol. Asep Edi Suheri yang mendapat tugas baru sebagai Irwasum Polri.

Perubahan posisi kepemimpinan di wilayah hukum Jakarta ini merupakan bagian dari rotasi besar-besaran terhadap 88 perwira Polri. Keputusan resmi tersebut memuat pergantian sejumlah posisi di Mabes Polri beserta 19 jabatan kapolda.

Sosok jenderal bintang dua ini tidak hanya berpengalaman di bidang operasional kepolisian, tetapi juga memiliki latar belakang akademis yang kuat. Penugasan baru ini membawa konsekuensi kenaikan pangkat bagi dirinya menjadi Komisaris Jenderal.

Rekam Jejak Karier Kepolisian

Profil Dadang Hartanto merupakan alumnus Akademi Kepolisian tahun 1994 yang memiliki pengalaman panjang di bidang operasional, reserse, hingga pendidikan. Karier kepemimpinannya di kepolisian terus menanjak melalui penugasan strategis di berbagai daerah.

Pengalaman kepemimpinannya diawali dari fungsi kewilayahan hingga penugasan struktural di tingkat tertinggi kepolisian. Pengabdian yang konsisten menghantarkannya dipercaya memegang tanggung jawab di berbagai satuan kerja nasional.

Riwayat Jabatan

Perjalanan karier kepemimpinan perwira tinggi ini tercatat melalui sejumlah posisi strategis di tingkat kepolisian sektor hingga markas besar. Berbagai amanat jabatan operasional yang pernah diemban meliputi:

  • Kapolsek Senen pada tahun 2005.
  • Kapolres Subang pada tahun 2009.
  • Kapolres Cianjur pada tahun 2011.
  • Wakapolrestabes Bandung serta Sekretaris Pribadi Kapolri pada tahun 2012.
  • Koorspripim Polri serta Analis Kebijakan Bareskrim pada tahun 2016.
  • Kapolrestabes Medan pada tahun 2017.
  • Karorenmin Bareskrim Polri pada tahun 2019.
  • Wakapolda Sumatera Utara pada tahun 2020.
  • Widyaiswara Sespim Lemdiklat Polri pada tahun 2023.
  • Ketua STIK Lemdiklat Polri pada tahun 2024.
  • Kapolda Maluku pada tahun 2025.

Masa tugas di wilayah Kepulauan Maluku tersebut dijalani sebelum akhirnya ditarik memimpin wilayah hukum ibu kota. Posisi Kapolda Maluku yang ditinggalkan selanjutnya resmi diisi oleh Irjen Pol. Suwondo Nainggolan yang menggantikan peran kepemimpinan sebelumnya.

Riwayat Pendidikan

Latar belakang intelektual perwira tinggi ini terbilang istimewa karena aktif menempuh jenjang pendidikan formal perguruan tinggi di luar kedinasan. Ia berhasil meraih gelar akademik tertinggi di tengah kesibukan menjalankan tugas dinas kepolisian.

Jenjang pendidikan perguruan tinggi yang telah diselesaikan terdiri dari:

  • Sarjana pada Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian.
  • Magister Ilmu Administrasi Publik Universitas Indonesia.
  • Doktor Ilmu Administrasi Publik Universitas Indonesia.

Pada 27 Mei 2023, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMSU melalui sidang senat terbuka. Pengukuhan gelar Guru Besar tersebut turut dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit. Peta akademis ini melengkapi kualifikasi kepemimpinannya di bidang administrasi serta tata kelola publik.

Promosi Bintang Tiga Jakarta

Penunjukan sebagai pemimpin kepolisian di wilayah hukum ibu kota secara otomatis membawa kenaikan pangkat bagi dirinya. Jabatan baru ini menuntut tanggung jawab besar dalam mengayomi masyarakat di Jakarta serta kawasan penyangga sekitarnya.

Dari sebelumnya berpangkat Inspektur Jenderal atau bintang dua, perwira ini akan menyandang pangkat Komisaris Jenderal atau bintang tiga. Kepemimpinan baru ini mencakup pengendalian keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Penugasan tersebut menjadi babak penting dalam perjalanan kariernya di bawah kepemimpinan Kapolri Suyudi Ario Seto.

Kebijakan Rotasi Jabatan Polri

Kebijakan rotasi kepemimpinan di lingkungan kepolisian dilakukan secara berkala guna mendukung pembinaan karier anggota serta penyegaran tugas. Keputusan perombakan jabatan strategis ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik penerbitan surat keputusan mutasi besar-besaran tersebut. “Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny. Perubahan struktural ini diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja pelayanan masyarakat serta penegakan hukum di seluruh wilayah Indonesia.