Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Muhammad Quraish Shihab sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 2 Oktober 2026. Penunjukan tokoh ulama dan pakar tafsir ternama ini menjadikan pencarian informasi profil tokoh terkenal, M. Quraish Shihab, yang banyak diperbincangkan publik.
Pelantikan tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P mengenai pengangkatan keanggotaan dewan pertimbangan negara. Pria yang memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan serta pemerintahan ini menjadi salah satu dari 26 anggota yang dipercaya memberikan nasihat kepada presiden.
Kehadiran sosok akademisi terkemuka ini dinilai memberikan warna baru pada jajaran lembaga pertimbangan presiden. Pengalaman luas di ranah keagamaan, diplomasi internasional, hingga ekonomi syariah menjadi modal utama dalam menjalankan amanah baru tersebut.
Riwayat Pendidikan
Pria kelahiran Rappang, Sulawesi Selatan, pada 16 Februari 1944 ini tumbuh dalam lingkungan keluarga akademisi yang kental dengan ilmu agama. Ayahnya, Abdurrahman Shihab, merupakan Guru Besar Tafsir Al-Qur’an sekaligus pendiri Universitas Muslim Indonesia Makassar.
Pendidikan menengah diselesaikan di Malang sambil menimba ilmu di Pesantren Ma’had Dar Al-Hadits Al Faqihiyah. Perjalanan menuntut ilmu dilanjutkan ke Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, pada tahun 1958 hingga meraih gelar sarjana dan magister.
Gelar doktor berhasil diraih di universitas yang sama pada tahun 1982 setelah menyelesaikan studi doktoral bidang tafsir. Predikat summa cum laude dan penghargaan tingkat pertama berhasil didapatkan atas prestasi akademiknya yang gemilang.
Kiprah di Ranah Pemerintahan
Sekembalinya ke tanah air, pengabdian sebagai pendidik dijalankan di Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga dipercaya menjadi rektor pada tahun 1992. Pengalaman kepemimpinan di kampus membawa langkahnya masuk ke dalam jajaran pemerintahan nasional.
Pada tahun 1998, tugas besar diemban saat dipercaya menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia dalam Kabinet Pembangunan VII. Karier diplomasi dilanjutkan dengan menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Mesir, Djibouti, dan Somalia pada periode 1999 hingga 2002.
Berikut merupakan rincian lembaga keagamaan dan pendidikan yang pernah dikelola:
- Pengurus aktif di Majelis Ulama Indonesia.
- Anggota Lajnah Pentashih Al-Qur’an Departemen Agama.
- Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional.
- Pendiri Pusat Studi Al-Qur’an pada tahun 2004 untuk menyebarkan nilai moderasi beragama.
Peran Dalam Ekonomi Syariah
Kontribusi nyata juga diberikan dalam perkembangan industri keuangan berbasis syariah di Indonesia. Peran penting dijalankan sebagai pengawas syariah pada Bank Muamalat Indonesia, CIMB Niaga, hingga Bank Tabungan Negara.
Di kancah internasional, namanya sering masuk dalam daftar tokoh muslim paling berpengaruh di dunia. Keaktifan sebagai salah satu pendiri Muslim Council of Elders di Abu Dhabi memperkuat perannya dalam mengusung perdamaian dan moderasi beragama secara global.
Berbagai Penghargaan Atas Pengabdian Ilmu
Atas jasa besar di bidang keilmuan dan keagamaan, bermacam tanda kehormatan tertinggi berhasil diraih dari dalam maupun luar negeri. Penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana diterima pada tahun 2005 atas pengabdiannya kepada bangsa.
Pemerintah Mesir memberikan penghargaan Grand Cordon of the Order of Sciences and Arts pada tahun 2020. Pengakuan dunia internasional semakin diperkuat dengan penerimaan Medali Zayed Award for Human Fraternity dari Uni Emirat Arab pada tahun 2024.