Profil Mayjen TNI Sriyanto Sosok Perwira Zeni Yang Dilantik Menjadi Wakil Kepala BPGMN

Profil Mayjen TNI Sriyanto perwira Zeni alumni Akmil 1998 yang dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala BPGMN dalam reshuffle kabinet.

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Mayjen TNI Sriyanto sebagai Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional. Pelantikan tersebut berlangsung dalam perombakan kabinet kedelapan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Ulasan mengenai profil Mayjen TNI Sriyanto pun kini menjadi sorotan publik seiring dengan tanggung jawab barunya di lembaga pemerintah nonstruktural tersebut.

Lembaga BPGMN dibentuk pada September 2026 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mengelola ekosistem gambut dan mangrove di Indonesia. Dalam menjalankan amanat baru ini, Sriyanto dilantik bersama Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko yang dipercaya memimpin lembaga tersebut sebagai Kepala BPGMN.

Penunjukan ini menandai babak baru dalam rekam jejak karier militer Sriyanto. Melalui penugasan ini, beliau resmi mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Mayor Jenderal TNI.

Rekam Jejak Karier Militer

Profil Mayjen TNI Sriyanto mencatatkan rekam jejak militer yang panjang sejak lulus dari Akademi Militer pada tahun 1998 dari kecabangan Zeni. Sepanjang kariernya, perwira tinggi militer ini telah dipercaya menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Sebelum dilantik memimpin BPGMN, jabatan terakhir yang diembannya adalah Kepala Kelompok Staf Ahli Pangdam XXI/Radin Inten periode 2025 sampai 2026. Jabatan tersebut menjadi momentum penting dalam kariernya saat resmi pecah bintang menjadi Brigadir Jenderal TNI.

Prestasi Misi Perdamaian PBB

Saat masih berpangkat Letnan Kolonel Czi, Sriyanto dipercaya memimpin Dansatgas Kizi TNI Konga XX-M/MONUSCO di Republik Demokratik Kongo pada tahun 2016. Di bawah kepemimpinannya, kontingen Indonesia berhasil menyabet dua penghargaan internasional yang sangat prestisius.

Pasukan Indonesia meraih penghargaan sebagai Kontingen Engineering Terbaik dalam acara Biannual Integrated Engineering Conference di Bukavu. Selain itu, pemerintah Provinsi Haut-Uele memberikan penghargaan kemanusiaan atas kontribusi masif kontingen Indonesia dalam membangun infrastruktur vital masyarakat lokal.

Atas keberhasilan menunaikan tugas negara di luar negeri tersebut, beliau beserta jajaran pasukannya dianugerahi tanda kehormatan Satyalencana Santi Dharma oleh Presiden Republik Indonesia.

Pendekatan Persuasif Penataan Aset

Sosok perwira ini dikenal menonjol lewat pendekatan persuasif dalam mengelola aset negara serta menangani isu lingkungan. Hal itu dibuktikannya saat bertugas dalam penanganan kebakaran hutan di wilayah Way Kambas.

Beliau berhasil menata aset operasional serta tanah milik negara tanpa memicu gesekan dengan masyarakat sekitar. Pendekatan ini menegaskan komitmen bahwasanya kehadiran TNI bertujuan memberikan kepastian hukum sekaligus menghadirkan ketenteraman bagi publik.

Latar Belakang Pendidikan Akademis

Selain perwira militer yang tangguh di lapangan, profil Mayjen TNI Sriyanto juga diperkuat dengan latar belakang pendidikan formal yang sangat solid. Beliau menuntaskan jenjang pendidikan militer dasar di Akademi Militer serta melanjutkan ke Sekolah Staf dan Komando.

Di bidang akademis umum, beliau mengantongi gelar Master of International Relations, Master of Arts, serta Magister Pertahanan. Saat ini, perwira berpangkat bintang dua tersebut tengah menempuh jenjang pendidikan tertinggi sebagai kandidat Doktor.

Perjalanan Riwayat Jabatan Strategis

Perjalanan karier Mayjen TNI Sriyanto dihiasi oleh kepemimpinan di berbagai komando teritorial maupun satuan logistik. Berikut adalah riwayat penugasan strategis yang pernah diembannya:

  • Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-M MONUSCO (2016)
  • Komandan Kodim 1413/Buton Kodam XIV/Hasanuddin (2020–2021)
  • Komandan Kodim 0415/Jambi Kodam II/Sriwijaya (2021–2022)
  • Asisten Logistik Kasdam II/Sriwijaya (2022–2023)
  • Pamen Denmabesad (2023–2025)
  • Kapoksahli Pangdam XXI/Radin Inten (2025–2026)
  • Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (2026–sekarang)

Penunjukan dalam perombakan kabinet ini diharapkan membawa kepemimpinan yang tegas dan terukur dalam tata kelola ekosistem gambut serta mangrove nasional ke depan.