Perubahan besar secara resmi diberlakukan pada skema pelaporan Skor Hasil TKA 2026 untuk para murid jenjang sekolah menengah atas, madrasah aliyah, serta sekolah menengah kejuruan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merilis regulasi baru yang mengubah tolok ukur penilain dari yang sebelumnya menggunakan skala puluhan menjadi rentang ratusan. Langkah penetapan Skor Hasil TKA 2026 ini diambil untuk memberikan gambaran pemetaan kemampuan akademis siswa yang jauh lebih presisi serta mendalam di seluruh wilayah Indonesia.
Kebijakan mengenai standar Skor Hasil TKA 2026 tersebut tertuang secara sah pada Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional. Perombakan instrumen evaluasi nasional ini diiringi pula oleh penyesuaian jadwal pelaksanaan serta mekanisme akses nilai yang makin terbuka bagi seluruh peserta ujian.
Skala Baru Penilaian Skor Hasil TKA 2026
Sistem penilaian ujian tahun ini resmi melepaskan standar lama 0 sampai 100. Sebagai gantinya, penetapan angka kelulusan maupun capaian murid kini diukur menggunakan skala numerik berbasis ratusan yang disesuaikan dengan standar pengujian modern.
“Hasil TKA untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK dilaporkan dalam rentang nilai 200 (dua ratus) sampai dengan 800 (delapan ratus) dengan pembulatan 2 (dua) angka di belakang koma,” seperti dikutip detikEdu dari aturan tersebut.
Setiap lembar jawaban yang telah dikerjakan oleh murid akan dihitung menggunakan formula pembobotan khusus pada tiap subtes. Hasil pengolahan data numerik tersebut nantinya memunculkan rentang nilai yang menggambarkan tingkat penguasaan materi murid secara komprehensif tanpa ada angka bulat tunggal tanpa koma.
Kategori Capaian
Setiap angka yang diperoleh murid dalam lembar kualifikasi tidak sekadar berupa deretan numerik belaka. Pemerintah membagi taraf kemampuan tersebut ke dalam kelompok-kelompok capaian agar mempermudah pemetaan mutu pendidikan secara merata.
- Tingkat Baik bagi siswa yang mampu melampaui standar ambang batas rata-rata nasional.
- Tingkat Memadai untuk murid yang memenuhi kriteria dasar minimum pemahaman materi.
- Tingkat Kurang bagi siswa yang masih membutuhkan pembinaan akademis intensif.

Syarat Predikat Istimewa
Di luar tiga tingkatan utama tersebut, pemerintah merancang bentuk pengakuan khusus berupa predikat Istimewa. Penghargaan ini diperuntukkan bagi peserta yang mencatatkan pencapaian luar biasa pada setiap subtes yang diujikan.
Berdasarkan aturan Kepmendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026, kriteria predikat Istimewa diberikan apabila siswa meraih angka minimal 725,00 pada tiap-tiap mata ujian. Batas angka 725,00 ini bukanlah standar nilai tertinggi, melainkan ambang bawah pencapaian kualifikasi terbaik, sementara batas akumulasi tertinggi tetap berada pada angka 800.
Ujian TKA Hari Pertama Dan Kedua
Proses pengerjaan soal selama empat hari pelaksanaan dirancang dengan komposisi durasi serta tingkat kesulitan yang bervariasi. Pada dua hari pertama, fokus pengujian ditujukan pada penguasaan literasi dasar serta kebahasaan wajib.
- Mengikuti sesi latihan pengenalan sistem komputer selama 5 menit.
- Mengerjakan materi TKA bahasa Indonesia wajib dan literasi sebanyak 30 soal dengan durasi 75 menit.
- Pengisian angket Survei Karakter selama 25 menit pada sesi akhir hari pertama.
- Mengikuti persiapan dan latihan sistem selama 5 menit pada hari kedua.
- Menyelesaikan 30 soal TKA bahasa Inggris wajib dalam alokasi waktu 75 menit.
- Melengkapi instrumen Survei Lingkungan Belajar dengan durasi pengerjaan 25 menit.
Ujian TKA Hari Ketiga Dan Hari Keempat
Memasuki hari ketiga dan keempat, fokus penilaian beralih pada kemampuan nalar kuantitatif serta penguasaan disiplin ilmu spesifik yang dipilih langsung oleh peserta didik sesuai minat jurusan.
- Mengikuti alokasi latihan sistem ujian berbasis komputer selama 5 menit.
- Mengerjakan 25 soal TKA matematika wajib dan numerasi dalam waktu 75 menit pada hari ketiga.
- Melakukan sesi uji coba alur sistem komputer selama 5 menit sebelum memulai hari keempat.
- Menyelesaikan 25 soal mata pelajaran pilihan pertama dalam tenggat waktu 60 menit.
- Melanjutkan pengerjaan 25 soal mata pelajaran pilihan kedua dengan alokasi waktu 60 menit.
Jadwal Pelaksanaan Dan Ujian Susulan
Rangkaian alur pendaftaran hingga tahap uji coba diawali sejak pertengahan tahun agar seluruh pihak sekolah maupun siswa memiliki kesiapan teknis yang matang sebelum menghadapi ujian utama.
- Melakukan pendaftaran peserta pada rentang tanggal 27 Juli sampai 27 September 2026.
- Mengikuti alur simulasi ujian nasional dari tanggal 21 hingga 27 September 2026.
- Menjalani gladi bersih gelombang pertama pada 5 sampai 11 Oktober 2026.
- Menjalani gladi bersih gelombang kedua pada 12 sampai 18 Oktober 2026.
- Mengikuti ujian utama gelombang pertama dari tanggal 26 hingga 29 Oktober 2026.
- Mengikuti gelombang khusus mata pelajaran wajib pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
- Mengikuti ujian utama gelombang kedua dari tanggal 2 hingga 5 November 2026.
- Mengikuti gelombang khusus mata pelajaran pilihan pada 7 sampai 8 November 2026.
- Menjalani sesi susulan gelombang pertama pada 16 hingga 19 November 2026.
- Menjalani sesi susulan gelombang khusus mata pelajaran wajib pada 21 hingga 22 November 2026.
- Menjalani sesi susulan gelombang kedua dari tanggal 23 hingga 26 November 2026.
- Menjalani sesi susulan gelombang khusus mata pelajaran pilihan pada 28 hingga 29 November 2026.
Cek Mandiri Skor Hasil TKA 2026
Terobosan penting lain yang dihadirkan pada tahun ini terletak pada aksesibilitas pengumuman kelulusan. Transparansi data nilai kini dibuka lebar-lebar sehingga setiap individu siswa tidak perlu lagi tergantung pada fasilitasi internal sekolah.
“Tidak hanya satuan pendidikan yang bisa mengakses hasil dari semua murid peserta TKA, tapi setiap individu peserta TKA juga dapat melihat hasilnya secara individu masing-masing, sehingga tidak perlu menunggu pengumuman dari kepala sekolah,” tutur Rahmawati di Webinar Bincang SMA TKA 2026 dikutip dari laman YouTube Direktorat SMA, Kamis (3/9/2026).
Melalui pembaruan sistem ini, para murid dapat langsung masuk ke portal resmi nasional menggunakan perangkat PC maupun HP masing-masing melalui aplikasi Browser pada tanggal 23 Desember 2026. Kemudahan akses mandiri ini diharapkan mampu memangkas kendala birokrasi distribusi nilai yang sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.