Keputusan untuk menjaga privasi buah hati pasangan selebritas Al Ghazali dan Alyssa Daguise mendadak terganggu oleh insiden yang tidak disengaja. Wajah putri pertama mereka, Soleil Zephora Ghazali atau yang akrab disapa Baby Soso, secara tidak sengaja terekspos dalam tayangan vlog milik Maia Estianty.
Kejadian yang menyita perhatian publik pada Selasa (29/9/2026) tersebut memicu rasa sedih mendalam di hati Alyssa Daguise. Sejak awal kelahiran sang putri, ia bersama Al Ghazali telah berkomitmen kuat untuk tidak memublikasikan paras sang anak ke area ruang publik maupun media sosial.
Melalui saluran komunikasi pribadinya, Alyssa secara terbuka menyampaikan kesedihannya serta meminta bantuan dari para pengikutnya. Ia berharap masyarakat internet tidak ikut menyebarluaskan potongan gambar yang menampilkan paras buah hatinya demi menjaga ketenangan keluarga.
“Tolong kalau ada yang spill kabarin aku huhuhu, makash semua. Aku sedih banget,” kata dia di saluran broadcast Instagramnya.
Kebocoran Konten Vlog
Peristiwa tereksposnya wajah Baby Soso bermula dari unggahan video dokumentasi kegiatan keluarga di kanal video Maia Estianty. Gambar sang bayi muncul dalam beberapa detik tayangan tanpa melalui proses penyuntingan yang ketat dari tim produksi.
Kondisi ini langsung memicu reaksi cepat dari Alyssa Daguise yang merasa terkejut saat mengetahui rekaman tersebut telah diunggah ke internet. Pihak keluarga langsung mengambil tindakan cepat untuk menangani insiden yang mengejutkan tersebut.
Meskipun penayangan tersebut tidak didasari unsur kesengsaraan, dampaknya tetap dirasakan secara emosional oleh kedua orang tua muda tersebut. Alyssa berupaya meredam jangkauan unggahan agar tidak makin meluas di berbagai platform.
Tanggung Jawab Pengunggah
Pengamat masyarakat internet dan media sosial Enda Nasution turut memberikan pandangan profesionalnya terkait insiden kebocoran privasi anak di ranah digital. Menurut penilaiannya, pihak penyedia atau pengunggah konten memegang tanggung jawab awal saat terjadi kekhilafan penayangan.
Namun, ketika orang tua sang bayi telah memberikan pernyataan resmi mengenai batasan publikasi, kehendak tersebut wajib dihormati oleh seluruh pihak. Kesadaran etika bertindak di media sosial menjadi kunci penting dalam menyelesaikan persoalan privasi ini.
“Kalau wajah anak muncul tanpa sengaja dari vlog keluarga, tanggung jawab awal memang ada pada pihak yang mengunggah. Tapi ketika orang tuanya sudah jelas menyatakan tidak ingin wajah anak dipublikasikan, keinginan itu tetap perlu dihormati,” kata Enda saat dihubungi Republika, Selasa (29/9/2026).
Hak Privasi Anak
Lebih lanjut, Enda menggarisbawahi mengenai status hukum serta status sosial seorang anak dari pasangan figur publik. Keberadaan orang tua yang berstatus artis tidak secara otomatis menjadikan anak sebagai konsumsi publik yang bebas dipublikasikan.
Masyarakat pengguna internet disarankan untuk menghentikan penyebaran gambar agar tidak memperpanjang masalah privasi keluarga. Sikap bijak netizen sangat diperlukan untuk menciptakan iklim media sosial yang sehat dan saling menghormati.
“Ada perbedaan antara sudah pernah terlihat di internet dengan bebas untuk terus disebarkan. Jadi netizen sebaiknya tidak ikut memperpanjang penyebarannya,” kata dia.
Aturan UU ITE
Aspek perlindungan hak anak di dunia digital juga memiliki payung hukum yang jelas dalam sistem perundangan di Indonesia. Regulasi mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik telah memuat pasal khusus mengenai perlindungan identitas anak.
Pasal 16A dalam Undang-Undang ITE secara eksplisit mengakui bahwa privasi, data pribadi, serta keamanan anak merupakan hak dasar yang wajib dilindungi. Ketentuan regulasi ini utamanya menjadi landasan acuan moral bagi para pengelola platform digital.
“Jadi kasus seperti ini tidak hanya soal hukum, tetapi juga soal etika digital. Ketika orang tua sudah jelas meminta wajah anaknya tidak disebarluaskan, menurut saya warganet sebaiknya menghormati keputusan tersebut dan tidak memperpanjang penyebarannya,” kata Enda.
Langkah Penanganan Digital
Dalam menghadapi kondisi foto anak yang sudah terlanjur beredar di jejaring publik, langkah-langkah realistis perlu segera diambil oleh pihak keluarga. Menghapus jejak digital secara total memang merupakan hal yang sulit dilakukan di era modern.
Tindakan takedown atau penghentian penyebaran menjadi solusi paling efektif yang dapat ditempuh saat ini. Kerja sama dengan pengelola platform media sosial menjadi jalan terbaik untuk menurunkan konten yang melanggar ketentuan privasi.
“Terus bisa juga melaporkan unggahan ke platform, serta tidak ikut memperbesar kontennya dengan memperbesar masalah. Itu langkah realistis yang bisa dilakukan orang tua,” kata Enda.
Keputusan Tegas Orang Tua
Belajar dari insiden kebocoran wajah sang buah hati, Alyssa Daguise dan Al Ghazali menetapkan batasan baru yang sangat ketat bagi putri mereka. Pasangan ini sepakat melarang Baby Soso untuk tampil dalam tayangan vlog mana pun di masa mendatang.
Langkah preventif ini diambil guna memastikan kontrol penuh berada di tangan kedua orang tua. Keselamatan dan ketenangan hidup sang anak menjadi prioritas paling utama di atas kepentingan hiburan semata.
“We’ll move on and learn from this. Ke depannya, Soso tidak akan muncul di vlog siapa pun lagi, selain platform kita sendiri yang memang kita bisa kontrol,” ujar Alyssa.
Larangan Candaan Nama
Selain masalah privasi wajah, Alyssa Daguise juga menumpahkan kekesalannya terkait sikap sebagian netizen yang sering memplesetkan nama sang putri. Ia menegaskan bahwa nama yang diberikan memiliki ikatan emosional serta makna yang sangat mendalam bagi keluarganya.
Nama unik tersebut bukan diciptakan tanpa alasan atau sekadar mencari perhatian di media sosial. Alyssa meminta publik untuk saling menghargai dan tidak menggunakan nama anak sebagai bahan lelucon yang tidak pantas.
“Aku tau nama Soleil mungkin terdengar unik buat sebagian orang, tapi tolong jangan dijadikan bahan bercanda ya, ga lucu. Namanya punya arti dan makna yg sangat spesial buat kita, jadi aku harap bisa dihargai, makasih,” kata Alyssa.
Arti Nama Soleil
Perempuan berdarah Indonesia-Prancis tersebut membeberkan makna indah di balik nama Soleil yang diberikan untuk sang buah hati. Istilah tersebut diambil secara khusus dari bahasa Prancis yang memiliki arti matahari sebagai sumber kehangatan.
Alyssa juga memberikan panduan mengenai tata cara pelafalan nama putri kecilnya agar tidak terjadi kekeliruan pengucapan di masyarakat. Penjelasan rinci ini disampaikan untuk meluruskan berbagai tanggapan miring di ruang publik.
“Soleil ‘so-ley’ memiliki arti matahari dalam bahasa Prancis. Sinar matahari kecil kami, selamanya,” kata Alyssa.
Momen Kelahiran Soso
Kebahagiaan Al Ghazali dan Alyssa Daguise diawali saat proses persalinan anak pertama mereka berjalan lancar pada pertengahan tahun ini. Alyssa melahirkan Baby Soso secara normal di Rumah Sakit JWCC Asih, Jakarta Selatan, pada 10 Mei 2026.
Kehadiran sang putri membawa kehangatan baru dalam kehidupan bahtera rumah tangga pasangan selebritas tersebut. Ucapan rasa syukur serta kebahagiaan sempat diunggah secara bersamaan melalui akun media sosial mereka.
“Selamat datang di dunia, gadis cantik kami. Hari ini, dunia terasa lebih lembut, lebih cerah, lebih bermakna, karena kamu akhirnya ada di pelukan kami. Soleil, kamu telah mengisi hati kami dengan cinta yang begitu dalam hingga terasa tak terhingga,” tulis keduanya dalam keterangan di unggahan Instagram.