Wajah Baru Kawasan Gedung Sate dan Gasibu Jadi Perbincangan di Media Sosial

Pemprov Jabar merevitalisasi kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu senilai Rp 15,8 miliar dengan target selesai pada Desember 2026.

Kawasan ikonik Kota Bandung kini menampilkan suasana berbeda di sepanjang Jalan Diponegoro. Pembangunan gerbang besar berbentuk Candi Bentar serta pagar pembatas di Lapangan Gasibu menjadi pemandangan baru yang memicu perbincangan hangat publik.

---Advertisement---

Proyek penyatuan kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu ini menguras anggaran daerah sebesar Rp 15,8 miliar. Kehadiran ornamen arsitektur baru tersebut mengubah lanskap area yang selama ini menjadi pusat kegiatan masyarakat.

Pembangunan Candi Bentar Penyatuan Kawasan

Perubahan fisik di kawasan Jalan Diponegoro terlihat dari berdirinya dua gerbang Candi Bentar di sisi kanan serta kiri jalan. Pagar pembatas berbentuk miniatur serupa juga dipasang mengelilingi area Lapangan Gasibu.

Proyek ini dirancang untuk menyatukan dua kawasan penting yang sebelumnya terpisah oleh jalur lalu lintas kendaraan. Penataan ruang terbuka publik tersebut mengubah alur pergerakan warga yang melintas di area tersebut.

Penyesuaian tata ruang ini memberikan impresi tersendiri bagi warga Kota Bandung yang biasa melintas setiap hari. Akses penyeberangan kini dialihkan mengikuti konfigurasi pembatas arsitektur yang baru dibangun.

---Advertisement---

Tanggapan Warga Mengenai Fasilitas Baru

Perubahan visual serta alur pejalan kaki ini memancing beragam reaksi dan viral di masyarakat lokal. Nadila Putri (23), warga Cikutra, menyampaikan pandangannya mengenai pemandangan baru di sekitar tempat tinggalnya.

Saat berbincang pada Rabu (28/10/2026), Nadila mengungkapkan, “Kalau menurut saya bagus-bagus aja walaupun belum biasa melihat perubahan itu sebagai warga Bandung,”

Nadila merasa alur pergerakan antar kawasan kini mengalami sedikit penyesuaian dari kebiasaan lama. Ia mengatakan, “Biasanya kan terpisah antara Gedung Sate dan Gasibu terus rute jalannya jadi beda dikit,”

Meski begitu, Nadila mengakui keberadaan pembatas fisik memberikan perlindungan ekstra bagi masyarakat. Ia menambahkan, “Nambah fungsi juga sih buat pejalan kaki kan itu bagus ada penghalangnya,”

Nadila berharap hasil revitalisasi tersebut dapat dipelihara bersama oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia menuturkan, “Semoga bangunan barunya terjaga baik nggak dicoret-coret sama tangah jail,”

Pandangan serupa diutarakan Winda (24), warga Ujung Berung, yang menyoroti aspek keamanan infrastruktur tersebut.

Winda menyampaikan, “Saya melihat lebih ke fungsinya ya. Sebagai pembatas antara ruang pejalan kaki dan jalan umum ya bagus-bagus saja,”

---Advertisement---

Di sisi lain, Fauzan Prayoga (20), warga Sumur Bandung, memiliki penilaian terkait skala prioritas pembangunan. Fauzan berpendapat, “Menurut saya belum perlu masih banyak urgensi yang lain. Kayak jalan yang berlubang, saluran air dibenerin,”

Fauzan berharap pengerjaan fisik kawasan tersebut dapat segera dituntaskan tanpa menyita waktu lama. Ia menegaskan: “Semoga cepat beres,”

Respon Pemprov Jabar Terhadap Masukan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyikapi secara terbuka seluruh pandangan serta saran yang berkembang di tengah publik. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal proyek tersebut.

Saat dihubungi pada Kamis (29/10/2026), Adi menjelaskan: “Viral kan berarti ada respon Iya ada respon dari masyarakat. Tentunya Pemprov Jabar sudah komitmen apapun masukan dari masyarakat kita terbuka. Dan memang ada beberapa yang memang kita akomodasi karena itu memang menjadikan sebuah proyek itu lebih sempurna, lebih baik,”

Adi menuturkan bahwa masukan warga langsung ditindaklanjuti dengan melakukan penyesuaian teknis di lapangan. Salah satu bentuk perbaikan dilakukan pada fasilitas penyeberangan agar lebih inklusif.

Adi memberikan contoh konkret perbaikan infrastruktur tersebut: “Seperti halnya kan kemarin yang penyeberangan, kita perbaiki elevasinya untuk disabilitas kita sempurnakan,”

Target Penyelesaian Proyek Penyatuan Kawasan

Pemerintah daerah memastikan seluruh tahapan pengerjaan terus berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Proyek penyatuan kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun ini.

Adi menerangkan garis waktu penyelesaian infrastruktur tersebut: “Dari rencana proyeknya itu, tahun 2026 ini kan Desember. Ini sesuai rencana jadi Januari 2027 sudah bisa digunakan,”

Seluruh kekurangan yang ditemukan selama masa konstruksi dipastikan menjadi bahan perbaikan menyeluruh. Pemerintah ingin memastikan fasilitas tersebut aman serta nyaman saat digunakan oleh masyarakat umum.

Adi menutup penjelasannya mengenai standar kualitas hasil akhir proyek: “Hasilnya harus 100 persen karena digunakan sebagai fasilitas publik jadi memang harus baik. Misalkan di pertengahan jalan ada hal-hal yang memang ada yang kurang pas tentunya itu akan menjadi bagian evaluasi,”