Kronologi Dwi Bagus Martono Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun Terungkap

Polisi mengungkap kronologi Dwi Bagus Martono bunuh istri siri dan anak di hotel Madiun hingga rahasia pembunuhan terbongkar setelah sebulan.

Duka mendalam dan rasa tidak percaya menyelimuti keluarga korban di Kabupaten Bogor saat tabir gelap kasus penganiayaan keji akhirnya terkuak. Peristiwa tragis yang merenggut nyawa ibu dan balita ini menyisakan kepedihan mendalam akibat ulah sosok terdekat.

---Advertisement---

Kepolisian akhirnya berhasil menyingkap tabir di balik hilangnya dua nyawa yang sempat menjadi tontonan pilu di media sosial selama sebulan terakhir. Fakta mengerikan ini menjadi peringatan keras akan bahaya konflik kencang di dalam hubungan domestik.

Awal Mula Pertengkaran Cekcok Hotel Madiun

Penjelasan mengenai kronologi Dwi Bagus Martono bunuh istri siri dan anak bermula dari perselisihan yang terjadi di sebuah tempat penginapan di Madiun. Pelaku bersama Dini Hardiyanti (30) serta anak balitanya berinisial AGEF (4) sempat menginap bersama sebelum tragedi berdarah tersebut meletus.

Dini yang ber-KTP Kabupaten Bogor tersebut terlibat pertengkaran hebat dengan Bagus akibat dipicu rasa cemburu. Dini menduga adanya hubungan asmara antara Bagus dengan wanita lain, mengingat pelaku dikabarkan masih terikat perkawinan sah dengan perempuan lain.

Pertengkaran akibat rasa cemburu di dalam kamar hotel tersebut kian memanas hingga berujung pada tindakan kekerasan fisik. Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur AKBP Arbaridi Jumhur mengonfirmasi situasi tersebut secara langsung saat rilis resmi di Surabaya.

---Advertisement---

“Jadi terkait berita viral kehilangan ibu dan anak satu bulan yang lalu ya, berhasil kita ungkap, ternyata satu bulan hilang itu akibat tindak pidana pembunuhan,” kata Jumhur di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (26/10).

Jumhur menambahkan rincian mengenai penyebab utama terjadinya aksi kekerasan tersebut. “Jadi, dilakukan oleh suami sirinya, karena pertengkaran di sebuah hotel di wilayah Madiun Kota, terus dibunuh dengan cara mencekik, dibawa keluar hotel, dan anaknya sendiri pun diperlakukan yang sama, tapi beda tempat, di dalam mobil,” lanjut Jumhur.

Aksi Kejinya Menghabisi Nyawa Korban

Penganiayaan berat di dalam kamar hotel berujung tragis setelah pelaku tega mencekik leher Dini hingga korban mengembuskan napas terakhirnya. Setelah korban tidak bernyawa, jasadnya dimasukkan ke dalam kendaraan roda empat milik pelaku untuk dipindahkan dari lokasi penginapan.

Kekejaman pelaku tidak berhenti sampai di situ karena anak korban yang masih berusia empat tahun juga ikut menjadi korban kelakuan keji. Di dalam kendaraan, pelaku mencekik leher anak balita tersebut hingga tewas seketika sebelum meninggalkan area penginapan.

Demi menutupi perbuatan jahatnya, pelaku bahkan berpura-pura bersikap simpati kepada keluarga korban asal Bogor. Pelaku dengan tenang menemani kerabat korban membuat laporan resmi di kantor polisi.

“Iya, jadi pelaku dan keluarga korban yang ada di Bogor datang ke Madiun melapor, ya, mengantar ke Polres Madiun Kota melapor kehilangan. Jadi selama satu bulan ya itu memang tadinya dipercayai bahwa hilang gitu,” kata Jumhur.

Pihak kepolisian yang mencium adanya hal tidak wajar kemudian mengambil alih penanganan kasus tersebut. “Kita dari Polda back up menilai ada kejanggalan-kejanggalan dan alhamdulillah hari ini bisa terungkap,” ungkap Jumhur.

---Advertisement---

Penyidik kepolisian bergerak cepat mengamankan barang bukti serta mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain. “Pengakuan sementara masih satu orang dan nanti kita masih kita kembangkan ke kemungkinan ada pelaku-pelaku lainnya,” kata dia.

Upaya Pelaku Dalam Menghilangkan Jejak

Pelaku melakukan berbagai cara yang sangat keji untuk memusnahkan bukti tindak pidana di lokasi pekarangan rumahnya. Setelah pembunuhan terjadi, pelaku membakar jasad kedua korban di area pekarangan belakang rumah.

Tindakan sadis berlanjut dengan memasukkan jasad korban ke dalam alat penggilingan daging sebelum dibakar kembali. Pelaku berencana membuang sisa-sisa jasad tersebut ke area perairan laut demi menghilangkan bukti secara permanen.

Jumhur memberikan keterangan mengenai modus operandi pelaku dalam memusnahkan barang bukti tersebut. “Kemudian setelah dibakar dimasukkan ke dalam penggilingan daging, ya. Kemudian setelah itu dibakar lagi dan baru rencananya dibuang ke laut,” jelas Jumhur.

Petugas kepolisian saat ini terus menyisir lokasi kejadian untuk mengumpulkan sisa-sisa potongan tubuh para korban. “Sementara beberapa barang bukti sudah kita bisa amankan. Nah, tinggal kita melakukan mencari potongan-potongan tulang yang mungkin masih ada di seputaran TKP,” ujar Jumhur.

Dalam penanganan kasus ini, penyidik menyita sejumlah barang bukti kendaraan yang digunakan oleh pelaku. Berikut barang bukti yang disita oleh pihak kepolisian:

  • Mobil unit Pajero Sport.
  • Mobil unit Suzuki Karimun.
  • Sepeda motor sarana pembunuhan.

Jumhur mengonfirmasi kendaraan tersebut secara ringkas dalam rilisnya. “Mobil unit Pajero, terus Karimun, sepeda motor, sarana [pembunuhan],” ujarnya.