Keheningan malam di Kota Padangsidimpuan, Sumatra Utara, mendadak berubah menjadi kepanikan ketika getaran merambat dari bawah tanah saat warga sedang terlelap tidur. Sejumlah penghuni rumah mengaku dikejutkan oleh guncangan misterius yang menggetarkan dinding serta perabotan rumah tangga secara tiba-tiba tanpa ada tanda awal.
Ungkapan rasa kaget warga pun langsung membanjiri jejaring media sosial Facebook sesaat setelah peristiwa mengguncang kawasan pemukiman tersebut di tengah suasana dini hari.
Rincian Parameter Gempa Padangsidimpuan BMKG
Pusat Gempa Regional (PGR) 1 Medan mengonfirmasi gempa bumi terjadi tepat pada Selasa, 3 November 2026 sekira pukul 01.23 WIB dengan kekuatan 3,9 magnitudo pada kedalaman dangkal 5 kilometer.
Episenter getaran berada pada koordinat 1.47 LU dan 99.24 BT, atau berjarak sekitar 12 kilometer di sebelah Utara Kota Padangsidimpuan.
Kendati guncangan sempat memicu kepanikan singkat di dalam rumah, otoritas pemantau kegempaan memastikan belum menerima laporan mengenai kerusakan fisik bangunan.
Potensi Cuaca Ekstrem Menyusul Getaran Seismik
Selain peristiwa kegempaan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan turut merilis pembaruan peringatan dini cuaca untuk seluruh wilayah Padangsidimpuan.
Sejak Selasa pagi, cuaca di kawasan Padangsidimpuan Utara, Padangsidimpuan Selatan, hingga Padangsidimpuan Batunadua dilaporkan dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Kondisi cuaca basah ini turut meluas ke wilayah Padangsidimpuan Hutaimbaru, Padangsidimpuan Tenggara, hingga kawasan Padangsidimpuan Angkola Julu.
Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya cuaca buruk yang berpotensi menyertai aktivitas harian.
Rentetan Aktivitas Tektonik Wilayah Sumatra Utara
Catatan historis PGR 1 Medan menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan di kawasan Padangsidimpuan bukan kali pertama ini terjadi dalam kurun waktu belakangan.
Berdasarkan rekaman data seismik sejak akhir Oktober hingga awal November 2026, wilayah ini tercatat telah mengalami sedikitnya tiga kali guncangan tektonik beruntun.
| Tanggal Kejadian | Waktu (WIB) | Magnitudo | Kedalaman | Lokasi Episenter |
| 30 Oktober 2026 | 20.35 WIB | 2,4 M | 53 Km | 62 Km Barat Daya Padangsidimpuan |
| 1 November 2026 | 10.51 WIB | 2,6 M | 76 Km | 43 Km Barat Daya Padangsidimpuan |
| 3 November 2026 | 01.23 WIB | 3,9 M | 5 Km | 12 Km Utara Padangsidimpuan |
Rentetan getaran beruntun ini menegaskan pentingnya mitigasi kebencanaan berkala serta pemantauan intensif terhadap pergerakan struktur sesar aktif lokal di Sumatra Utara.