Keluhan publik mengenai isu nasabah Bank MNC tak bisa tarik dana serta kendala transaksi pada aplikasi MotionBank akhirnya mendapat penanganan resmi dari pihak perseroan. PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank memberikan klarifikasi terbuka guna merespons keresahan para nasabah yang kesulitan mengakses layanan perbankan digital dalam beberapa hari terakhir.
Kendala teknis ini sempat memicu gelombang perbincangan hangat di media sosial setelah sejumlah pengguna mengeluhkan kegagalan transaksi elektronik serta adanya pembatasan nominal penarikan uang tunai melalui teller kantor cabang. Melalui keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 4 November 2026, pihak bank mengonfirmasi sedang melakukan pemulihan sistem.
Manajemen memastikan bahwa kendala yang dialami nasabah murni disebabkan oleh masalah teknis dan tidak memengaruhi kesehatan kondisi keuangan perseroan secara keseluruhan. Pihak regulator melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga turun tangan memantau penyelesaian masalah ini agar hak-hak nasabah tetap terpenuhi sesuai dengan ketentuan.
Penyebab Gangguan Dan Proses Pemulihan
Manajemen MNC Bank menjelaskan bahwa gangguan yang berdampak pada layanan digital saat ini sedang dalam penanganan intensif oleh tim teknis. Langkah perbaikan dan mitigasi terus dilakukan agar seluruh infrastruktur transaksi dapat kembali diakses secara normal oleh publik.
Dalam surat keterbukaan informasi resmi kepada BEI, manajemen menyampaikan permohonan maaf serta membeberkan kondisi terkini terkait penanganan pemulihan sistem perbankan mereka.
“Perseroan mengklarifikasi bahwa saat ini dalam proses pemulihan (recovery) terhadap layanan transaksi digital Perseroan yang masih terus berlangsung. Perseroan terus melakukan upaya penanganan dan mitigasi terbaik agar seluruh jaringan layanan dapat kembali beroperasi normal secepatnya,” tulis manajemen MNC Bank dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu (4/11/2026).
Proses perbaikan sistem tersebut diakui berdampak pada lonjakan antrean nasabah yang mendatangi kantor cabang fisik maupun yang menghubungi saluran telepon call center. Kendati demikian, manajemen menepis kekhawatiran publik dengan menegaskan bahwa fundamental keuangan bank tetap dalam kondisi aman dan kokoh.
“Dari sisi keuangan Perseroan, gangguan ini tidak memberikan dampak negatif yang material terhadap kondisi keuangan Perseroan secara keseluruhan,” tegas manajemen MNC Bank.
Alternatif Transaksi Bagi Para Nasabah
Guna meminimalkan hambatan transaksi harian selama proses pemulihan berlangsung, MNC Bank telah menyiapkan beberapa saluran alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh para nasabah. Pihak bank mengarahkan masyarakat untuk mengalihkan penarikan uang tunai dan pengecekan saldo melalui jaringan ATM MNC Bank terdekat.
Selain jaringan ATM, nasabah yang membutuhkan pelayanan perbankan dapat mendatangi kantor cabang operasional terdekat sesuai dengan jam kerja yang berlaku. Pihak teller dan petugas layanan nasabah disiagakan untuk membantu memproses kebutuhan transaksi secara langsung.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkini atau ingin menyampaikan pertanyaan terkait kendala akun, MNC Bank menyediakan saluran komunikasi resmi melalui Call Center di nomor 1500188.
Berikut adalah rincian klarifikasi serta alternatif saluran layanan yang disiapkan oleh MNC Bank selama masa pemulihan:
| Kategori Keterangan | Rincian Informasi Resmi Perusahaan |
| Penyebab Kendala | Gangguan teknis pada sistem transaksi digital |
| Layanan Terdampak | Aplikasi MotionBank & antrean penarikan teller |
| Kondisi Keuangan Bank | Stabil & tidak terdampak negatif secara material |
| Kanal Transaksi Alternatif | Jaringan ATM resmi MNC Bank (tarik tunai & cek saldo) |
| Saluran Pelayanan Fisik | Kantor cabang terdekat sesuai jam operasional |
| Layanan Pengaduan Resmi | Call Center MNC Bank di nomor 1500188 |
Pengawasan Ketat Otoritas Jasa Keuangan
Persoalan yang memicu perhatian publik terkait nasabah Bank MNC tak bisa tarik dana ini turut mendapat perhatian serius dari regulator sektor jasa keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi secara langsung perkembangan pemulihan sistem serta kesiapan bank dalam melayani kebutuhan nasabahnya.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa pihak regulator terus mendalami kondisi internal bank untuk memastikan seluruh kewajiban kepada nasabah dapat diselesaikan tanpa ada pihak yang dirugikan.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan Friderica saat memberikan keterangan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang berlangsung di Kompleks Bank Indonesia pada Selasa, 3 November 2026.
“Kami memantau perkembangannya, kemudian kami juga mendalami bagaimana kondisi bank dan memastikan bank tersebut dapat menangani semua inquiry dari nasabah, serta tentunya harus bisa memenuhi kewajibannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Friderica dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kompleks Bank Indonesia, Selasa (3/11/2026).
Imbauan Resmi OJK Kepada Masyarakat
Menanggapi berbagai spekulasi dan narasi yang berkembang liar di media sosial mengenai kendala perbankan tersebut, OJK mengimbau publik untuk tidak mudah terprovokasi. Nasabah diminta untuk menyaring setiap informasi dan tidak melakukan tindakan yang terburu-buru.
OJK mengingatkan pentingnya mengacu pada saluran informasi resmi yang dikeluarkan oleh pihak bank maupun otoritas berwenang agar tidak terjebak isu palsu atau hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami menghimbau agar masyarakat tetap tenang, nasabah tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi yang belum terverifikasi. Tentunya menggunakan saluran komunikasi resmi bank, itu tolong didengar dari situ, juga untuk memperoleh informasi terkini mengenai layanan dan penyelesaian terhadap kendala transaksi yang dimaksud,” tutup Friderica.