Karier dan Profil Aries Budiman, Mengenang Perjalanan Drummer Band Garasi Ini

Kabar duka menyelimuti dunia musik. Simak profil Aries Budiman drummer band Garasi, biodata, perjalanan karier, karya, hingga kenangan Fedi Nuril.

Kabar duka tengah menyelimuti industri hiburan Tanah Air usai penabuh drum ikonik dari grup musik Garasi, Aries Budiman, dilaporkan berpulang ke Rahmatullah. Berita wafatnya musisi berbakat ini disampaikan oleh pihak keluarga melalui unggahan pada media sosial Instagram resmi sang seniman. Kepergian sosok yang mewarnai kancah musik era 2000-an ini menyisakan kesedihan mendalam bagi sanak keluarga, para penggemar, serta kawan-kawan seperjuangan di dunia seni.

Mengulas profil Aries Budiman membawa ingatan publik pada kebangkitan musik rock alternatif Indonesia di era milenium baru. Namanya mulai dikenal luas secara nasional berkat perannya dalam proyek sinematik bertajuk Garasi, sebuah film layar lebar yang menjadi cikal bakal terbentuknya grup band bernama sama bersama Fedi Nuril dan Aiu Ratna. Kepergian almarhum meninggalkan warisan karya yang akan terus hidup dalam sejarah musik Indonesia.

Biodata Singkat

Musisi bertalenta ini menghembuskan napas terakhirnya di usia 44 tahun setelah sempat mengalami masalah kesehatan. Jenazah almarhum telah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Depok, Cisarua, Jawa Barat.

Berikut adalah rincian data diri almarhum:

  • Nama Lengkap: Aries Budiman
  • Nama Panggilan: Aries
  • Tanggal Lahir: 31 Maret 1982
  • Tempat Lahir: Sukabumi, Jawa Barat
  • Tanggal Wafat: 18 September 2026
  • Usia: 44 tahun
  • Profesi: Musisi dan Aktor
  • Akun Instagram Resmi: @aries_garasi

Jejak Perjalanan Karier

Sebelum merambah ke layar lebar sebagai pemeran tokoh cerita, almarhum telah mengasah bakat seni musiknya sejak usia muda di tanah kelahirannya, Sukabumi. Berbagai ajang kompetisi musik lokal hingga tingkat nasional berhasil dimenanginya, termasuk raihan gelar penabuh drum terbaik pada awal tahun 2000-an. Prestasi tersebut membuka jalan baginya untuk bergabung bersama grup musik Omelette sebagai penabuh drum tambahan.

Garis perjalanan hidupnya berubah pesat saat rumah produksi Miles Films menggaetnya untuk membintangi film layar lebar Garasi pada tahun 2005. Dalam film tersebut, almarhum beradu peran bersama Fedi Nuril dan Aiu Ratna, mengisahkan kehidupan tiga anak muda yang mengejar mimpi melalui jalur musik. Kesuksesan proyek layar lebar itu berlanjut ke dunia nyata dengan dibentuknya grup band Garasi secara resmi.

Daftar Karya dan Prestasi Sinema

Kehadiran almarhum dalam film Garasi tidak hanya melambungkan nama grup musiknya, tetapi juga mengantarkannya pada pengakuan tertinggi di industri perfilman nasional. Lewat debut aktingnya, almarhum berhasil masuk dalam daftar nominasi Festival Film Indonesia (FFI) untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik.

Sepanjang perjalanan berkarya selama lebih dari dua dekade, almarhum mencatatkan kesetiaan tinggi terhadap grup musik yang dibentuknya. Berikut rekapitulasi karya seni yang dipublikasikan almarhum:

  • Karya Film Layar Lebar: Garasi (2006)
  • Karya Album Musik Bersama Garasi: Garasi (2006)
  • Karya Album Musik Lanjutan: Garasi II (2008)
  • Karya Album Musik Ketiga: Kembali (2011)

Kenangan dan Penghormatan Fedi Nuril

Momen kepergian almarhum menyisakan duka mendalam bagi rekan satu bandnya, Fedi Nuril. Lewat platform Instagram, sang aktor membagikan potret kebersamaan hingga momen ketika berziarah ke pusara sang sahabat untuk memberikan penghormatan terakhir.

“Lo lebih dari sekadar teman ngeband. You are my brother. I love you (Lo adalah saudara gue dan gue menyayangi lo),” ujar sang aktor dalam unggahannya lewat Insta Story seperti dikutip pada Rabu (23/9/2026).

Fedi Nuril kemudian mengungkapkan, awal perkenalannya dengan Aries Budiman. “Gue tidak bakal lupa pertama kali kita ketemu, Ries. Saat itu, kita audisi untuk film Garasi. Lo datang dan memperkenalkan diri dengan gestur rendah hati yang nyunda pisan,” tuturnya.

Kekaguman Fedi pada Aries bertambah saat melihat sahabatnya itu mulai ‘memamerkan’ kemampuannya memainkan drum. Dia menilai, permainan drum Aries begitu solid dan penuh energi.

“Melihat lo memainkan drum, gue merasa skill lo bukan kaleng-kaleng. Selanjutnya, kita ngejam lagu American Idiot dari Green Day. Lo drum, Aiu vokal, dan gue gitar. Selesai ngejam, gue benar-benar takjub sama skill drum lo,” tuturnya.

“Akhirnya kita keterima audisi, kita shooting film Garasi dan alhamdulillah kita sudah bikin tiga album,” imbuhnya.

Permohonan Maaf dan Doa Sahabat

Rasa penyesalan mendalam juga disampaikan Fedi Nuril karena ada beberapa hal dan rencana musik yang belum sempat dituntaskan bersama almarhum hingga akhir hayatnya.

“Lo pergi terlalu cepat, Ries. Skill lo masih sangat dibutuhkan. Buat gue, lo adalah drummer terbaik. Gue minta maaf gerak Garasi tidak secepat yang lo harapkan. Gue minta maaf suka minta kurangin tenaga pukulan drum lo yang bikin kuping gue pengeng. Dan gue minta maaf banget enggak sempet menyelesaikan dua lagu ciptaan lo selagi lo masih hidup,” ungkapnya.

Fedi juga menyelipkan pesan haru mengenai kedekatan almarhum dengan mendiang ibunya, serta mendoakan agar Aries dapat berkumpul kembali bersama para senior musik yang telah lebih dulu berpulang.

“Titip salam buat almarhumah nyokap gue, ya. Beliau sayang banget sama lo, Ries. Selamat reuni sama almarhum Mas Andy Ayunir, Ries. Selamat berkarya bersama dan menghibur para penghuni alam sana,” tutur Fedi.