Pengakuan Jujur Mathew Baker Lebih Pilih Tolak Australia Demi Timnas Indonesia

Pengakuan jujur Mathew Baker bikin haru! Tolak panggilan Australia dan merinding saat debut di Timnas Indonesia senior.

Keputusan mengenai kewarganegaraan dan tim nasional yang dibela selalu menjadi bagian menarik dari perjalanan seorang pesepak bola muda. Mathew Baker, talenta muda yang memiliki darah campuran Australia dan Indonesia, akhirnya buka suara terkait alasannya memilih membela jersey Merah Putih.

Lahir di Australia dengan ayah asal Negeri Kanguru dan ibu keturunan Jakarta bermarga Sitorus, Baker sejatinya berada di persimpangan dua identitas. Meski tumbuh besar dalam kultur sepak bola Australia, hatinya mantap melabuhkan pilihan ke Indonesia sejak usia belia.

Langkah berani tersebut kini menjadi cerita menarik tersendiri dalam perjalanan kariernya, terutama ketika ia dihadapkan pada panggilan resmi dari kedua negara.

Pengakuan Jujur Bikin Haru dan Tekad Mengalahkan Australia

Dalam sebuah wawancara bersama media Australia, Baker mengungkapkan rasa cinta yang mendalam untuk kedua negara yang membentuk identitasnya. Namun, ketika berada di lapangan hijau, profesionalisme dan jiwa kepemimpinannya untuk Timnas Indonesia menjadi prioritas utama.

“Saya punya identitas dari kedua sisi dan saya sangat, sangat mencintai kedua negara. Tapi di lapangan saat kami melawan Australia, saya begitu ingin mengalahkan mereka,” ujar Mathew Baker saat menceritakan hasratnya berhadapan dengan Australia.

Ia juga menambahkan bahwa kesempatan untuk menghadapi Australia belum terwujud, namun ia sangat berharap momen tersebut bisa datang di masa depan. Bagi Baker, setiap pertandingan bersama skuad Garuda menyajikan atmosfer yang jauh berbeda dibanding laga sepak bola biasa karena sarat akan aspek emosional.

Penolakan Tegas Panggilan Australia U-16 Momen Kunci

Keputusan Baker membela Indonesia bukan tanpa rintangan. Pada pertengahan tahun 2024, bakatnya sempat menarik perhatian tim pemandu bakat Australia yang kemudian melayangkan panggilan resmi untuk skuad U-16.

Namun, panggilan dari negara kelahirannya tersebut ia tolak secara halus. Pemain yang kini merumput bersama Melbourne City ini memilih konsisten mempertahankan komitmen yang telah ia bangun bersama Timnas Indonesia U-16.

Debut Ter-Muda Timnas Senior yang Bikin Merinding

Perjalanan karier Baker melonjak pesat hingga mencapai tim nasional senior di bawah arahan pelatih John Herdman pada musim 2026. Laga debutnya melawan Oman menorehkan rekor bersejarah, di mana ia mencatatkan diri sebagai pemain termuda yang pernah membela skuad Garuda di usia 17 tahun 23 hari.

Momen melangkah ke lapangan untuk pertama kalinya di level senior menjadi pengalaman yang sangat menegangkan. Rasa gugup yang begitu hebat sempat membuatnya gemetar saat berada di lorong pemain.

Namun, kepercayaan diri itu perlahan tumbuh seiring kesempatan kedua yang didapatnya. Kepercayaan dari tim kepelatihan membuatnya fokus memberikan yang terbaik tanpa beban berlebih.