Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menetapkan sebanyak 80 emiten ke dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) per 12 Oktober 2026. Penetapan ini dilakukan setelah otoritas bursa melakukan peninjauan berkala terhadap struktur kepemilikan saham di pasar modal.
PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) menjadi kandidat emiten ke-80 yang masuk dalam daftar tersebut pada Selasa, 13 Oktober 2026. Sementara itu, BEI secara resmi mengeluarkan dua saham dari kategori ini, yaitu PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (MGLV) dan PT MD Entertainment Tbk (FILM).
Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari perluasan peninjauan saham berkategori konsentrasi tinggi oleh BEI, khususnya untuk saham dengan kapitalisasi pasar mulai dari Rp5 triliun. Penilaian struktur kepemilikan saham tersebut dilakukan menggunakan metode kalkulasi terukur seperti price impact ratio.
Metodologi Dan Kriteria Status HSC
Penetapan kriteria High Shareholding Concentration berpatokan pada kalkulasi tingkat konsentrasi kepemilikan saham perusahaan tercatat. Status ini disematkan saat sebagian besar porsi saham sebuah emiten dikuasai oleh kelompok pemegang saham tertentu, baik porsi warkat maupun tanpa warkat.
Otoritas bursa menegaskan bahwa penetapan status HSC bukan bentuk sanksi atau penanda adanya pelanggaran regulasi pasar modal. Informasi ini diterbitkan sebagai pembaruan berkala untuk mendukung transparansi serta menjadi bahan pertimbangan bagi investor sebelum mengambil keputusan transaksi.
Daftar Saham HSC Oktober 2026
Berikut daftar emiten yang masuk kategori HSC berdasarkan data per 12 Oktober 2026:
PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) sebanyak 99,99%
PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebanyak 99,96%
PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) sebanyak 99,95%
PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) sebanyak 99,95%
PT Golden Flower Tbk (POLU) sebanyak 99,94%
PT Soho Global Health Tbk (SOHO) sebanyak 99,93%
PT Bank Permata Tbk (BNLI) sebanyak 99,92%
PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) sebanyak 99,91%
PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) sebanyak 99,85%
PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) sebanyak 99,84%
PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) sebanyak 99,78%
PT FAP Agri Tbk (FAPA) sebanyak 99,77%
PT Ifishdeco Tbk (IFSH) sebanyak 99,77%
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) sebanyak 99,58%
PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) sebanyak 99,42%
PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) sebanyak 99,41%
PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) sebanyak 99,24%
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) sebanyak 99,21%
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) sebanyak 99,14%
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) sebanyak 98,90%
PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) sebanyak 98,62%
PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebanyak 98,50%
PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING) sebanyak 98,40%
PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) sebanyak 98,35%
PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) sebanyak 98,06%
PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) sebanyak 98,03%
PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) sebanyak 97,75%
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) sebanyak 97,62%
PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) sebanyak 97,35%
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebanyak 97,31%
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) sebanyak 97,21%
PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) sebanyak 97,02%
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) sebanyak 96,70%
PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) sebanyak 96,09%
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sebanyak 96,62%
PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) sebanyak 95,82%
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebanyak 95,76%
PT Bank Mega Tbk (MEGA) sebanyak 95,68%
PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) sebanyak 95,65%
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) sebanyak 95,35%
PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) sebanyak 95,08%
PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) sebanyak 95,00%
PT Siantar Top Tbk (STTP) sebanyak 94,95%
PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) sebanyak 94,79%
PT Kota Satu Properti Tbk (SATU) sebanyak 94,27%
PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) sebanyak 94,10%
PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) sebanyak 93,83%
PT Mahkota Group Tbk (MGRO) sebanyak 93,76%
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) sebanyak 95,79%
PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) sebanyak 92,71%
PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) sebanyak 96,64%
PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) sebanyak 99,32%
PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) sebanyak 98,21%
PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) sebanyak 95,45%
PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) sebanyak 93,89%
PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) sebanyak 94,31%
PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) sebanyak 94,95%
PT Steady Safe Tbk (SAFE) sebanyak 98,14%
PT Charnic Capital Tbk (NICK) sebanyak 99,28%
PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) sebanyak 98,62%
PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) sebanyak 93,08%
PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) sebanyak 94,96%
PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) sebanyak 99,95%
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebanyak 95,78%
PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) sebanyak 97,12%
PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) sebanyak 99,16%
PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) sebanyak 99,91%
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) sebanyak 95,58%
PT Akasha Wira International Tbk (ADES) sebanyak 95,10%
PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) sebanyak 94,99%
PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) sebanyak 99,25%
PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) sebanyak 98,30%
PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) sebanyak 92,60%
PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) sebanyak 98,72%
PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT) sebanyak 99,01%
PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) sebanyak 99,88%
PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) sebanyak 96,68%
PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) sebanyak 99,89%
PT Temas Tbk (TMAS) sebanyak 95,30%
PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) sebanyak 99,86%