4 Kapolri Sebelum Jenderal Listyo Sigit Prabowo Menjabat

4 figur utama Kapolri sebelum Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencatat rekam jejak karier strategis dalam mengawal kepemimpinan Korps Bhayangkara Kepolisian RI.

Kepemimpinan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia selalu menjadi pusat perhatian publik nasional. Perjalanan komando Korps Bhayangkara mencatatkan deretan perwira terbaik yang mengawal stabilitas keamanan di tanah air.

Sebelum Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin dinas kepolisian nasional, dinamika rotasi pucuk pimpinan berlangsung sangat dinamis. Setiap era membawa tantangan tersendiri dalam menjaga ketertiban masyarakat.

Posisi strategis ini diwarnai pergantian pucuk komando yang melintasi periode transisi politik penting di Indonesia. Rekam jejak empat jenderal sebelum masa kepemimpinan saat ini menyimpan banyak catatan sejarah berharga.

1. Jenderal Sutarman Mengawal Dua Pemerintahan

Jenderal Polisi Sutarman resmi mengemban amanat sebagai pimpinan tertinggi kepolisian pada 25 Oktober 2013. Perwira tinggi kelahiran Sukoharjo, 5 Oktober 1957 tersebut dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta.

Lulusan Akabri 1981 ini menggantikan Jenderal Polisi Timur Pradopo setelah menempuh perjalanan karier yang sangat cemerlang. Sebelum menduduki posisi puncak, Sutarman sempat dipercaya memegang jabatan Kapolda Jawa Barat, Kapolda Metro Jaya, hingga Kabareskrim Polri.

Kepemimpinan Sutarman terbilang unik karena berlangsung dalam lintas dua masa pemerintahan nasional. Sosok jenderal bintang empat ini mengawal transisi kepemimpinan negara dari era SBY hingga awal kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Masa pengabdian Sutarman sebagai pimpinan tertinggi kepolisian berakhir pada 16 Januari 2015. Kepemimpinannya menjadi pondasi kuat bagi stabilitas keamanan negara pada masa awal transisi pemerintahan baru.

2. Jenderal Badrodin Haiti Solusi Polemik

Tongkat komando kepolisian selanjutnya beralih kepada Jenderal Polisi Badrodin Haiti yang resmi dilantik pada 17 April 2015. Perwira tinggi kelahiran Jember, 24 Juli 1958 ini mengemban tugas di tengah situasi dinamika politik yang hangat.

Pencalonan Badrodin muncul setelah Presiden Joko Widodo memutuskan tidak melantik Komjen Polisi Budi Gunawan yang sebelumnya diajukan. Presiden kemudian mengusulkan nama Badrodin Haiti kepada DPR RI sebagai jalan keluar atas polemik tersebut.

DPR RI memberikan persetujuan penuh terhadap pengusulan lulusan Akabri 1982 tersebut. Sebelum dilantik menjadi pimpinan puncak kepolisian, Badrodin memiliki rekam jejak kepemimpinan kuat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan serta Wakapolri.

Jenderal Badrodin Haiti menjalankan amanat pimpinan dinas kepolisian hingga 13 Juli 2016. Kepemimpinannya berhasil membawa kesejukan serta menjaga soliditas internal Korps Bhayangkara di tengah situasi tantangan publik.

3. Jenderal Tito Karnavian Peraih Adhi Makayasa

Estafet kepemimpinan kepolisian berlanjut saat Jenderal Polisi Tito Karnavian resmi dilantik pada 13 Juli 2016. Perwira tinggi kelahiran Palembang, 26 Oktober 1964 ini mencatatkan sejarah sebagai salah satu pimpinan kepolisian termuda.

Presiden Joko Widodo mengajukan nama Tito sebagai calon tunggal pimpinan kepolisian kepada DPR RI pada 15 Juni 2016. Langkah tersebut diambil untuk menggantikan Jenderal Badrodin Haiti yang memasuki masa purna tugas dari dinas kepolisian.

Komisi III DPR RI menyetujui usulan tersebut secara bulat sebelum dibawa ke rapat paripurna. Sosok peraih penghargaan Adhi Makayasa Akabri 1987 ini dikenal memiliki kepakaran mendalam di bidang penanggulangan terorisme dan keamanan nasional.

Tito Karnavian memimpin institusi kepolisian hingga 23 Oktober 2019. Pengabdiannya di Korps Bhayangkara berakhir ketika beliau dipercaya Presiden Joko Widodo untuk mengemban tugas baru sebagai Menteri Dalam Negeri.

4. Jenderal Idham Azis Terpilih Aklamasi

Menggantikan Tito Karnavian, Jenderal Polisi Idham Azis resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 1 November 2019. Perwira tinggi kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara, 30 Januari 1963 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1988.

Pengusulan nama Idham dilakukan Presiden pada 23 Oktober 2019 sebagai calon tunggal pimpinan kepolisian. Sebelum dicalonkan menjadi pimpinan puncak, mantan Kapolda Metro Jaya ini menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.

Proses fit and proper test di Komisi III DPR RI berjalan sangat lancar hingga keputusan diambil secara aklamasi. Seluruh fraksi menyetujui pencalonan Idham untuk memimpin Korps Bhayangkara di masa pemerintahan Joko Widodo.

Idham Azis mengemban amanat komando hingga 27 Januari 2021 saat memasuki masa purna tugas. Kepemimpinannya resmi diteruskan oleh Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang terus dipercaya hingga era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Perjalanan rekam jejak empat pimpinan kepolisian ini menunjukkan transformasi berkelanjutan institusi pengayom masyarakat. Setiap era kepemimpinan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum di seluruh wilayah Indonesia.